Doa Mandi Wajib Setelah Haid Lengkap dengan Tata Caranya

  • Whatsapp

Menstruasi atau haid merupakan fitrah perempuan yang diberikan Allah pada tiap bulannya. Haid adalah proses luruhnya dinding rahim karena tidak adanya proses ovulasi atau pembuahan. Doa Mandi Wajib Setelah Haid Lengkap dengan Tata Caranya

Bagi kita kaum hawa yang sedang haid dianggap memiliki hadas besar. Oleh sebab itu, bagi kaum hawa yang sedang mengalami menstruasi diharamkan membaca Al-Qur’an, menyentuh atau membawa mushaf, berdiam diri di masjid , sholat, berhubungan suami istri, serta tawaf mengelilingi Ka’bah juga tidak diperkenankan.

Setelah selesai menstruasi atau haid, kaum hawa harus melangsungkan mandi wajib untuk bersuci dari hadas besar. Oleh karena itu kita mandi wajib, dan harus menunaikan rukun-rukunnya yang harus dipenuhi agar mandinya dinyatakan sah dan kita setelah selesai haid menjadi suci kembali.

Dalam sebuah  kajian yang bertajuk ” Konsep Al Ghuslu dalam Kitab Fikih Mnhaji” dalam jurnal Analisa terbitan Kemenag, disebutkan bahwa terdapat dua rukunyang harus dilakukan ketika seseorang mandi wajib. Yang pertama adalah, membaca niat pada saat air pertama disiram ke tubuh. Yang kedua, hendaklah mengguyur semua badan dengan air dan menghilangkan najis pada tubuh.

Kemudian bagian tubuh yang berambut atau berbulu, harus kita pastikan bahwa air mengalir hingga kulit dan semua terbasuh. Lalu menurut Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Bidâyatul Hidâyah, selain dua rukun di atas, ada sesuatu yang lain harus dilakukan saat mandi wajib yang hukumnya sunah muakadah untuk dilakukan.

Barangsiapa yang mengabaikan sunah ini akan dianggap merugi karena sesungguhnya ibadah atau amalan sunnah dapat menutup kekurangan kita pada amalan fardhu.

Sebenarnya, mandi wajib bagi perempuan selepas haid sama saja dengan mandi wajib ketika berhadas besar lainnya atau mandi junub. Bagi kaum hawa yang berhadas setelah menstruasi, jika kita kesulitan dengan rambut panjang, kita diperbolehkan untuk menggulung rambut kita.

Hal tersebut merujuk pada sebuah hadist dari Ummu Salamah, beliau bertanya kepada Rasulullah SAW:

“Wahai Rasulullah, aku seorang perempuan yang gelungan rambutnya besar. Apakah aku harus membuka gelungan rambutku ketika mandi junub?”

Kemudian Rasulullah menjawab :

“Jangan (kamu buka). Cukuplah kamu menyela-nyelai kepalamu dengan air tiga kali, kemudian guyur kepala dan badanmu dengan air, sehingga kamu suci,” (HR. Muslim).

Dalam surat Al-Maidah ayat 6, Allah SWT berfirman agar kita segera mandi wajib bagi muslim yang junub, yaitu  setelah berhentinya darah haid atau nifas dan setelah berhubungan suami istri. Berikut ini adalah potongan ayatnya:

وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْ
wa ing kuntum junuban faṭṭahharụ
Artinya: “ …jika kamu junub, Maka mandilah.”

Doa Mandi WajibSetelah Haid

Kemudian, ketika hendak mandi, sebagaimana yang tertulis dalam kitab Safinatun Najah, Syekh Salim bin Sumair Al Hadlrami menyebutkan untuk lafal niat mandi wajib sebagai berikut:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ مِنَ الحَيْضِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul gusla lirof’il hadatsil akbari minal haidi fardlon lillahi ta’ala

Artinya:

“Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari haid, fardu karena Allah ta’ala.”

Lafal inilah yang membedakan dengan mandi wajib setelah haid dengan mandi wajib lainnya. Setelah selesai membaca niat kemudian lanjutkan dengan tata cara mandi wajib berikut ini:
1. Mengucapkan niat doa mandi wajib

Sebelum melakukan sesuatu Naisha mate harus meniatkan diri untuk melalukannya karena Allah semata. Begitu pula dengan mandi wajib setelah haid. Niat ini cukuplah kita lafalkan dalam hati saja, tidak perlu diucapkan secara lantang. Namun meski begitu doa niat mandi wajib setelah haid inilah yang membedaknnya dengan mandi biasa kita lakukan setiap harinya

  1. Menyiram telapak tangan

Setelah Naisha mate melafalkan niat, kemudian hendaklah Naisha mate mencuci kedua telapak tangan kita agar bersih dari kotoran dan najis. Bersihkan kedua tangan kita dari kotoran yang menempel sampai dengan ke sela-sela tangan, jari-jari tangan, bila perlu guinakanlah sabun. Karena selanjutnya tangan akan kita gunakan untuk membersihkan kemaluan kita.

  1. Bersihkan kemaluan

Setelah mencuci kedua telapak tangan, kita lanjutkan dengan membasuh, serta membersihkan kemaluan kita agar bersih dari kotoran dan najis. Bersihkanlah kemaluan dengan menggunakan tangan kiri, sebagaimana ketika kita membersihkan kotoran atau najis lainnya. Bersihkan hingga ke sela-sela agar tidak ada sisa-sisa kotoran yang masih menempel.

  1. Cuci tangan setelah bersihkan kemaluan

Kemudian setelah membasuh dan membersihkan kemaluan, kita cuci kembali kedua tangan kita dengan air mengalir. Tentu saja hal ini kita lakukan agar tidak ada sisa kotoran atau najis setelah membersihkan kemaluan kita. Karena kemaluan juga merupakan tempat keluarnya kotoran.

  1. Berwudhulah

Lalu kita mengambil wudhu sebagaimana kita hendak bersuci biasanya. Berwudhulah sesuai dengan urutan berwudhu.

  1. Menyiram air dari atas kepala

Siramlah bagian kepala kita dengan air mengalir berulang sebanyak tiga kali. Dan perlu Naisha mate ingat untuk memulainya dari bagian sebelah kanan, baru dilanjutkan ke sebelah kiri kepala.

  1. Membersihkan sela-sela rambut

Pada saat menyiram kepala kita dengan rambut yang terurai maupun tergulung, pastikan juga Naisha mate membersihkannya sampai ke sela-sela rambut kita. Gunakanlah shampo sebagai wewangian untuk rambut dan sebagai pembersih rambut dari kotoran.

  1. Guyurlah seluruh tubuh

Setelah kita mengguyur kepala kita dan membersihkannya hingga ke sela-selanya, maka urutan selanjutnya adalah mengguyur seluruh tubuh kita. Pastikanlah bahwa seluruh bagian tubuh kita telah terbasuh oleh air. Dan kembali Naisha ingatkan bahwa hendaklah kita mulai dengan menyiram dari bagian kanan kemudian dilanjutkan ke bagian kiri. Bila perlu menggunakan sabun mandi agar badan kita wangi dan benar-benar bersih dari kotoran.

  1. Bersihkan bagian-bagian yang sulit dijangkau

Pastikan kita sudah membersihkan seluruh tubuh kita termasuk pada bagian-bagian lipatan dan bagian yang sulit dijangkau. Contohnya seperti di bagian ketiak, sela-sela telinga dan bagian-bagian tersembunyi lainnya.

Baca Selengkapnya: Doa Keselamatan Dunia Akhirat beserta Arti dan Keutamaannya

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *