Doa Sujud Sahwi

  • Whatsapp

Sholat adalah rukun iman yang ke dua dan merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Dalam mengerjakan sholat, kita tidak boleh sembaranga, namun harus sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah SAW. Doa Sujud Sahwi

Kita adalah manusia, yang sering khilaf dan lupa. Begitupula sewaktu kita menunaikan sholat. Terkadang kita lupa berapa rokaat yang sudah kita kerjakan, kadang juga kita lupa surat yang sedang kita baca. Bahkan Rasulullah SAW sendiri juga pernah mengalaminya. Seperti yang diriwayatkan dalam hadist berikut ini.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat bersama kami lima raka’at. Kami pun mengatakan, “Wahai Rasulullah, apakah engkau menambah dalam salat?” Lalu beliau pun mengatakan, “Memang ada apa tadi?” Para sahabat pun menjawab, “Engkau telah mengerjakan salat lima raka’at.” Lantas beliau bersabda, “Sesungguhnya aku hanyalah manusia semisal kalian. Aku bisa memiliki ingatan yang baik sebagaimana kalian. Begitu pula aku bisa lupa sebagaimana kalian pun demikian.” Setelah itu beliau melakukan dua kali sujud sahwi” (HR. Muslim).

Sujud sahwi dikerjakan untuk menutipi kesalahan sewaktu kita sholat. Namun di sisi lain masih banyak perbedaan pendapat dikalangan ulama mengenai sujud sahwi, apakah hukumnya wajib atau sunnah. Namun, pendapat yang lebih kuat adalah mengarah ke wajib. Jadi apabila kita lupa berapa rokaat yang sudah kita kerjakan dalam sholat,  maka kita wajib melakukannya. Untuk penjelasan selengkapnya berikut telah Naisha rangkumkan sebab dan tata cara untuk melakukan sujud sahwi:

Tata Cara Sujud Sahwi

Sebelum melakukannya, terelebih dahulu kita harus tahu bagaimana tata cara sujud sahwi. Hal ini dilakukan untuk menyempurnakan usaha kita dalam mengikuti ajaran Rasulullah SAW.

Tata cara sujud sahwi pada dasarnya sama dengan sujud yang biasa kita lakukan saat sedang menunaikan sholat. Namun, sujud sahwi dikerjakan di akhir sholat, baik sebelum atau pun sesudah salam. Ketika kita hendak melakukan sujud dan bangkit dari sujud, disyariatkan agar kita mengucapkan takbir.

Sujud sahwi dapat dilakukan sebelum salam jika kita merasa sholat kita ada kekurangan. Sedangkan jika kita merasa salatnya sudah pas atau berlebih, maka hendaklah kita melakukan sujud sahwi sesudah salam hal ini bertujuan untuk menghinakan setan yang telah menggoda kita sewaktu sholat. Seperti yang telah di riwayatkan dalam hadist berikut ini. Doa Sujud Sahwi

“Apabila salah seorang dari kalian ragu dalam salatnya, dan tidak mengetahui berapa rakaat dia salat, tiga ataukah empat rakaat maka buanglah keraguan, dan ambilah yang yakin. Kemudian sujudlah dua kali sebelum salam. Jika ternyata dia salat lima rakaat, maka sujudnya telah menggenapkan salatnya. Lalu jika ternyata salatnya memang empat rakaat, maka sujudnya itu adalah sebagai penghinaan bagi setan.” (HR. Muslim).

Tata cara untuk melakukan sujud sahwi sebelum salam juga dijelaskan dalam hadist berikut ini,

“Setelah beliau menyempurnakan salatnya, beliau sujud dua kali. Ketika itu beliau bertakbir pada setiap akan sujud dalam posisi duduk. Beliau lakukan sujud sahwi ini sebelum salam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sedangkan untuk tata cara sujud sahwi sesudah salam dijelaskan dalam hadist berikut ini,

“Lalu beliau salat dua rakaat lagi (yang tertinggal), kemudian beliau salam. Sesudah itu beliau bertakbir, lalu bersujud. Kemudian bertakbir lagi, lalu beliau bangkit. Kemudian bertakbir kembali, lalu beliau sujud kedua kalinya. Sesudah itu bertakbir, lalu beliau bangkit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika kita melakukan sujud sahwi sesudah salam maka hendaklah kita menutupnya lagi dengan salam sebagaimana dijelaskan dalam hadits ‘Imron bin Hushain,

“Kemudian beliau pun salat satu rakaat (menambah raka’at yang kurang tadi). Lalu beliau salam. Setelah itu beliau melakukan sujud sahwi dengan dua kali sujud. Kemudian beliau salam lagi.” (HR. Muslim).

Namun sujud sahwi yang dilakukan setelah salam tidak perlu mengawalinya dengan takbiratul ikhram, cukup dengan takbir untuk sujud saja. Pendapat ini adalah pendapat dari kebanyakan ulama.

Ibnu Hajar Al Asqolani rahimakumullah pernah berkata, “Para ulama berselisih pendapat mengenai sujud sahwi sesudah salam apakah disyaratkan takbiratul ihram ataukah cukup dengan takbir untuk sujud? Mayoritas ulama mengatakan cukup dengan takbir untuk sujud. Inilah pendapat yang nampak kuat dari berbagai dalil.” (Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Asqolani, 3/99, Darul Ma’rifah, 1379).

Bagaimana dengan hukum tasyahud setelah sujud kedua dari sujud sahwi?

Pendapat yang kuat dari para ulama yang ada menjelaskan bahwa kita tidak perlu melakukan tasyahud lagi setelah kita melakukan sujud kedua dari sujud sahwi, karena perintah ini tidak memiliki dalil dari Nabi SAW.

Tata cara sujud sahwi adalah cukup dengan melakukan sujud, bertakbir untuk sujud pertama, lalu sujud. Kemudian kita bertakbir lagi untuk bangkit dari sujud pertama dan duduk sebagaimana duduk antara dua sujud (duduk iftirosy). Setelah itu kita bertakbir lagi dan sujud kembali. Lalu bertakbir kembali, kemudian duduk tawaruk. Setelah itu diakhiri dengan salam, tanpa melakukan tasyahud lagi sebelumnya. Doa Sujud Sahwi

Doa Sujud Sahwi

Bacaan sujud sahwi sendiri tidak berbeda dengan bacaan sujud yang biasa kita lakukan ketika salat. Naisha mate dapat membaca doa berikut ini,

“Subhaana robbiyal a’laa”

Artinya: Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi

Atau juga bisa dengan bacaan berikut,

Subhaanakallahumma robbanaa wa bi hamdika, allahummagh firliy.

Artinya: “Maha Suci Engkau Ya Allah, Rabb kami, dengan segala pujian kepada-Mu, ampunilah dosa-dosaku.

Kenapa kita harus melakukan sujud sahwi?

Yang pertama adalah karena adanya kekurangan

Kekurangan yang dimaksud disini adalah kekurangan rukun sholat yang kita kerjakan, misalnya ruku’ dan sujud. Jika kita meninggalkan rukun salat dalam keadaan lupa, mka kita hendaklah mengingatnya sebelum memulai membaca Al Fatihah pada raka’at berikutnya, maka hendaklah kita mengulangi rukun shoalat yang kita tinggalkan tadi, kemudian dilanjutkan dengan melakukan rukun yang setelahnya. Kemudian hendaklah kita melakukan sujud sahwi di akhir sholat kita.

Apabila kita lupa berapa jumlah raka’at yang telah dilakukan, maka kita perlu menambah kekurangan raka’at ketika kita ingat. Kemudian hendaklah kita  melakukan sujud sahwi sesudah salam.

Contoh kondisi lainnya adalah sewaktu kita meninggalkan rukun sholat misalnya tasyahud awwal. Jika kita meninggalkan rukun sholat, lalu kita mampu untuk kembali melakukannya dan belum beranjak dari tempat, maka hendaknlah kita melakukan rukun sholat tersebut. Nah untuk hal ini, tidak ada kewajiban untuk melakukan sujud sahwi.

Kemudian jika kita meninggalkan rukun sholat, lalu mengingatnya setelah beranjak dari tempat, namun belum sampai pada rukun sholat selanjutnya, maka hendaklah kita kembali melakukan rukun sholat yang sebelumnya. Pada saat ini kita juga tidak diwajibkan melakukan sujud sahwi

Namun, jika kita meninggalkan rukun sholat, kemudian mengingatnya setelah kita beranjak dari posisi dan setelah sampai pada rukun sesudahnya, maka Anda tidak perlu kembali melakukan wajib salat tadi, dan teruslah melanjutkan salat. Pada saat inilah, kita harus tutup kekurangan tadi dengan melakukan sujud sahwi.

Yang kedua karena adanya keraguan

“Jika salah seorang dari kalian merasa ragu dalam salatnya hingga tidak tahu satu rakaat atau dua rakaat yang telah ia kerjakan, maka hendaknya ia hitung satu rakaat. Jika tidak tahu dua atau tiga rakaat yang telah ia kerjakan, maka hendaklah ia hitung dua rakaat. Dan jika tidak tahu tiga atau empat rakaat yang telah ia kerjakan, maka hendaklah ia hitung tiga rakaat. Setelah itu sujud dua kali sebelum salam.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Yang ketiga karena adanya penambahan

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan salat Dhuhur lima raka’at. Lalu ada menanyakan kepada beliau, “Apakah engkau menambah dalam salat?” Beliau pun menjawab, “Memangnya apa yang terjadi?” Orang tadi berkata, “Engkau salat lima raka’at.” Setelah itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sujud dua kali setelah ia salam tadi.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca juga: Bacaan Doa Iftitah

 

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *