Doa Nabi Adam dan Kisahnya Saat Turun Ke Bumi

  • Whatsapp

Secara umum disebutkan, Nabi Adam adalah salah satu makhluk Allah. Pada awalnya beliau hidup di surga bersama istrinya, kemudian diturunkan Allah ke bumi untuk menjadi khalifah. Bersama istri dan keturunannya, Nabi Adam kemudian menjadi penghuni dan pengelola bumi. Doa Nabi Adam

Adapun kisah awal mula Nabi Adam diturunkan ke bumi, yaitu diawali saat Nabi Adam dan Hawa memakan buah khuldi di surga. Padahal Allah telah melarang keduanya untuk memakan buah khuldi. Sebagaimana firam Allah berikut ini.

Read More

”Dan Kami berfirman; ”Hai Adam, diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini (khuldi–Red), yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.” (QS 2:35).

”Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: ”Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi (kekekalan) dan kerajaan yang tidak akan binasa?” (QS 20:120).

Keduanya pun termakan oleh bujuk rayu Iblis, hingga mereka berdua memakan buah khuldi tersebut. ”Maka, keduanya memakan buah tersebut, lalu tampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia.” (QS 20:121).

Menurut Ibn al-Atsir, Adam AS mulanaya menolak bujuk rayu iblis untuk memakan buah tersebut. Namun Siti Hawa tergoda kemudian membujuk Nabi Adam AS untuk ikut memakannya dan akhirnya membuat Adam ikut memakan buah tersebut.

Keduanya kemudian bertobat dan memohon ampunan Allah dan Allah menerima tobat keduanya dan memilih Adam sebagai Rasul-Nya. ”Kemudian Tuhannya memilihnya (menjadi Rasul), maka Dia menerima tobatnya dan memberinya petunjuk.” (QS 20:122).

Kendati Allah SWT telah menerima tobat dari Nabi Adam AS dan Siti Hawa, namun sebagaimana kehendak Allah untuk menjadikan keduanya sebagai khalifah di muka bumi, maka Adam dan Hawa lalu diturunkan ke bumi.

BACA JUGA :   Doa Nabi Adam Beserta Kisahnya Diturunkan ke Bumi

”Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain. Dan bagi kamu ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditentukan. (QS 2: 36). ”Turunlah kamu semua dari surga! Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” (QS 2:38).

Kemudian dalam surat Al-A’raf, diusirnya Adam dan Hawa dari surga ini diabadikan dalam ayat 24-25. ”Turunlah kamu! Kamu akan saling bermusuhan satu sama lain. Bumi adalah tempat kediaman dan kesenangan sampai waktu yang telah ditentukan. Di sana kamu hidup, di sana kamu mati dan dari sana (pula) kamu akan dibangkitkan.” (QS 7:24-25).

Bersamaan dengan diturunkannya Nabi Adam dan Siti Hawa, Iblis dan ular juga turut diturunkan ke bumi. Al-Imam Abu Ja’far Muhammad bin Jarir At-Thabari RA dalam tafsirnya saat menerangkan ayat ke-36 surah Al-Baqarah, membawakan sebuah riwayat dengan sanadnya bersambung kepada para sahabat Nabi SAW seperti Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, dan lainnya menerangkan: ”Ketika Allah memerintahkan kepada Adam dan Hawa untuk tinggal di surga dan melarang keduanya memakan buah khuldi, Iblis memiliki kesempatan untuk menggoda Adam dan Hawa. Namun, ketika akan masuk ke surga, Iblis dihalangi oleh malaikat. Namun, dengan tipu muslihatnya, Iblis kemudian mendatangi seekor ular, yang waktu itu ia adalah hewan yang mempunyai empat kaki seperti unta, dan ia adalah hewan yang paling bagus bentuknya. Setelah berbasa-basi, Iblis lalu masuk ke mulut ular dan ular itu pun masuk ke surga sehingga Iblis lolos dari pengawasan malaikat.” Karena itulah, mereka semua akhirnya diusir dari surga.

Perintah Allah untuk melaksanakan ibadah haji ini tidak hanya berlaku pada umat sekarang ini atau sejak masa Rasulullah SAW. Namun, jauh sebelum itu, haji telah diperintahkan kepada nabi dan rasul-rasul Allah terdahulu termasuk Nabi Adam AS.

BACA JUGA :   Doa Nabi Adam Beserta Kisahnya Diturunkan ke Bumi

Sebagian riwayat mengatakan, bahwa yang pertama kali melakukan ibdah haji adalah Nabi Adam AS. Ketika diturunkan dari surga, Adam terpisah dengan istrinya, Siti Hawa. Sejumlah sumber menyatakan, bahwa Nabi Adam di turunkan di India, sedangkan Siti Hawa di turunkan di Jeddah. Dan, dalam upayanya mencari Siti Hawa, Allah memerintahkan Nabi Adam untuk melaksanakan haji ke Baitullah (Ka’bah) di Makkah.

dalam bukunya “Atlas Sejarah Nabi dan Rasul” Sami bin Abdullah Al-Maghluts, menyatakan, Nabi Adam akhirnya berjumpa dengan Siti Hawa di Arafah, tepatnya di Jabal Rahmah. Setelah itu, kemudian keduanya melaksanakan tawaf dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali.

Sebagaimana yang telah diterangkan dalam Alquran surat Ali Imran ayat 96, Ka’bah adalah tempat ibadah pertama yang dibangun di atas bumi ini. berdasarkan beberapa riwayat, Ka’bah pertama kali dibangun oleh malaikat, yang kemudian dilanjutkan pembangunannya oleh Nabi Adam AS.

Al-Qurthubi meriwayatkan, orang yang telah membangun Ka’bah untuk pertama kali adalah Adam AS.

Sementara itu, Ali bin Abi Thalib Radiyallahu Anhu (RA) berkata, ”Allah memerintahkan para malaikat untuk membangun sebuah rumah di bumi dan agar mereka mengelilinginya (tawaf)”. Ini terjadi sebelum Allah menciptakan Nabi Adam. Kemudian setelah Nabi Adam diturunkan ke bumi, Nabi Adamlah yang melanjutkan pembangunan Ka’bah dan melaksanakan tawaf. Lalu, para nabi sesudah Adam pun turut mengikuti apa yang telah dilakukan Adam AS. Dan kemudian, pembangunan Ka’bah disempurnakan oleh k Nabi Ibrahim AS bersama putranya, Ismail AS.

Guru Besar Studi Islam Universitas Al-Azhar, Dr Ablah Muhammad al-Kahlawi, juga menyatakan, Ka’bah pertama kali dibangun oleh malaikat sekitar 2.000 tahun sebelum Nabi Adam diciptakan. Para malaikat berhaji ke sana yang kemudian akhirnya diikuti Nabi Adam. Saat Nabi Adam berhaji, para malaikat berkata, ”Wahai Adam, sempurnakanlah hajimu. Kami sudah 2.000 tahun berhaji ke rumah ini sebelum kamu.” Namun di sisi lain, pendapat ini tidak diakui oleh Ibnu Katsir dan beberapa mufasir.

Doa Nabi Adam

Atas perbuatannya memakan buah khuldi, Nabi adampun bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT. Kemudian Nabi Adam mengucapkan sebuah doa yang diabadikan di dalam Al-Qur’an. Tepatnya pada QS. Al-A’raf ayat 23.

BACA JUGA :   Doa Nabi Adam Beserta Kisahnya Diturunkan ke Bumi

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

Latinnya:

Qālā rabbanā ẓalamnā anfusana wa il lam tagfir lanā wa tar-ḥamnā lanakụnanna minal-khāsirīn

Artinya:

Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.

Keutamaan Doa Tersebut

Doa ini juga bisa Naisha mate lafadzkan pada saat usai menunaikan sholat. Doa ini adalah doa pertaobatan bagi umat muslim.Barang siapa yang berdoa dengan lafal tersebut dan ia berdoa dengan bersungguh-sungguh maka dosa-dosanya akan diampuni oleh Allah SWT.

Dan ketahuilah Nabi Adam setelah melafadzkan doa ini, dosanya seketika diampuni oleh Allah SWT. Hal tersebut termaktub dalam sebuah Tafsir Al-Wajiz karangan Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili.

Dalam tafsir tersebut tertulis,

Maka Allah pun mengampuni keduanya. Adam telah bersalah kepada Rabbnya maka dia tersesat.

Kemudian Rabbnya memilihnya dan menerima taubatnya dan memberinya petunjuk.

Adapun iblis, maka ia tidak mau berhenti dari kesewenang-wenangannya dan tidak mau meninggalkan kemaksiatannya.

Barangsiapa yang meniru Adam dengan mengakui dosa dan memohon ampunan, menyesal, dan meninggalkan dosa jika dia melakukannya, maka Rabbnya akan memilihnya dan memberinya petunjuk.

Barangsiapa yang meniru iblis jika dia melakukan dosa dimana dia semakin menambah kemaksiatan, maka dia hanya menjauhkan dirinya dari Allah.”

Demikianlah penjelasan tentang kisah diturunkannya Nabi Adam AS ke bumi dan doa Nabi Adam yang bisa kamu lafadzkan ketika kita ingin bertobat atas segala dosa-dosa.

Karena manusia adalah tempanya salah dan khilaf, maka kita pasti memiliki dosa. Oleh karenanya, ulama menyarankan kita untuk melafadzkan doa ini sebagai zikir setelah sholat.

 

Baca juga: Doa Sujud Sahwi

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *