Doa Menyembelih Ayam, Tata Cara dan Adab-adabnya

  • Whatsapp

Ayam adalah jenis unggas yang paling diminati dan dikonsumsi oleh pasar. Baik dalam kehidupan sehari-hari maupun saat hari-hari besar. Misalnya saat idul fitri opor ayam adalah makanan yang tersaji hampir di semua rumah. Doa menyembelih ayam

Untuk mendapatkan daging aya kita bisa membelinya di pasar atapun menyembelihnya sendiri di rumah. Akan tetapi, apakah Naisha mate sudah tahu bagaimana doa untuk menyembelih hewan? Lalu apakah Naisha mate sudah tahu tta caranya? Mari kita simak penjelsan di bawah ini.

Doa  menyembelih ayam

Penyembelih sebaiknya harus mengucapkan “Bismillahirrahmanirahiim” terlebih dahulu. Kemudian baru dilanjutkan doa menyembelih hewan.

اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ

Allâhumma hâdzihî minka wa ilaika, fataqabbal minnî yâ karîm

Artinya: “Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini, aku bertaqarrub kepada-Mu. Karenanya wahai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah taqarrub-ku.”

Tata cara menyembelih Ayam

Adapun syarat sebelum menyembelih ayam, yakni penyembelih harus seorang muslim, sudah dewasa, dan berakal sehat. Kemudian pastikan ayam yang disembelih dalam keadaan bersih dan sehat. Doa menyembelih ayam

Terdapat beberapa tahapan untuk menyembelih ayam.

  1. Penyembelih harus membacabimsillah doa,
  2. Kemudianposisikan ayam ke arah kiblat.
  3. Setelah itu lakukan penyembelihan pada pangkal leher ayam dengan memutuskan saluran pernafasan, saluran makan, dan dua urat lehernya dengan sekali sayatan tanpa mengangkat pisau.
  4. Proses penyembelihanini dilakukan mulai dari leher bagian depan di antara ruas tulang leher kedua dan ketiga
  5. Tulang leher jangan sampai terputus
  6. Lalu, darah ayam dibiarkan keluar. Kemudian disarankan meletakkanayam dalam posisi digantung untuk memudahkan pengeluaran darah.
  7. Sebelum ayam kita masukkan ke dalam air panas, pastikanbahwa ayam tersebut sudah mati.
  8. Proses selanjutnya sebaiknya kita lakukan dengan kondisi bersih agar ayam tidak terkontaminasi dengan bakteri atau najis.

Allah berfirman,

وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُم مِّن شَعَائِرِ الله لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ الله عَلَيْهَا صَوَافَّ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا

Telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu bagian dari syiar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah… (QS. Al Haj: 36)

Beberapa adab yang perlu diperhatikan:

  1. Gunakan pisau yang sangat tajam.

Semakin tajam pisau yang digunakan maka semakin baik. Hal ini berdasarkan Hadist Syaddad bin Aus radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda bersabda,

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْح وَ ليُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ فَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ

“Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan dalam segala hal. Jika kalian membunuh maka bunuhlah dengan ihsan, jika kalian menyembelih, sembelihlah dengan ihsan. Hendaknya kalian mempertajam pisaunya dan menyenangkan sembelihannya.” (HR. Muslim).

 

يَا رَسُوْلُ اللهِ اِنَّا لاَقُوْا العَدُوَ غَدًا وَلَيْسَ مَعَنَا مُدًى قاَلَ ماَ اَنْهَرَ الدَمَ وَذُكِرَ اسْمُ اللهِ عَلَيْهِ فَكُلْ لَيْسَ السِنَ وَالظُفْرَ وَسَأُحَدِثُكَ أَماَ السِنُ فَعَظْمٌ وَاَمَا الظُفْرُ فَمُدَى الْحَبَشَةِ [رواه أحمد والبيهقي

Artinya: “Ya Rasulullah sesungguhnya kami besok akan berhadapan dengan musuh dan kami tidak mempunyai pisau (untuk sembelih). Maka Nabi saw bersabda: Apa saja yang bisa mengalirkan darah dan disebutkan atasnya nama Allah, makanlah (sembelihan tersebut) apabila yang dipakai untuk penyembelihan itu bukan dengan gigi dan kuku. Dan saya akan menerangkan itu kepadamu. Adapun gigi itu adalah tulang dan adapun kuku itu adalah pisau menurut kaum Habasyah.” (HR. Ahmad dan Al-Baihaqi).

  1. Disarankan untuk tidak mengasah pisau didepan hewan yang akan disembelih.

Hal ini karena akan membuat hewan tersebut ketakutan saat hendak disembelih. Berdasarkan hadis dari Ibnu Umar ra,

أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِحَدِّ الشِّفَارِ ، وَأَنْ تُوَارَى عَنِ الْبَهَائِمِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengasah pisau, tanpa memperlihatkannya kepada hewan.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah ).

Dan dalam riwayat lain, Rasulullah SAW pernah melewati seseorang yang meletakkan kakinya di atas leher kambing, kemudianorang tersebut menajamkan pisaunya di depan binatang tersebut. Lalu Rasulullah SAW bersabda

“Mengapa engkau tidak menajamkannya sebelum ini ?! Apakah engkau ingin mematikannya sebanyak dua kali?!.” (HR. Ath-Thabrani dengan sanad sahih).

  1. Menghadapkan hewan ke arah kiblat.
    Telah disebutkan dalam Mausu’ah Fiqhiyah:
    Hewan yang akan disembelih hendaknya diarahkanke kiblat pada posisi tempat organ yang akan disembelih (lehernya) bukan wajahnya. Karena itulah arah untuk mendekatkan diri kepada Allah. (Mausu’ah Fiqhiyah Kuwaitiyah, 21:196).
    Dengan cara memposisikan kepala di Selatan, kaki di Barat, dan leher menghadap ke Barat.
  2. Berdoaketika hendak menyembelih.
    Beberapa saat sebelum menyembelih, harus membaca basmalah terlebih dahulu. Ini hukumnya wajib, menurut pendapat yang kuat. Allah berfirman,

وَ لاَ تَأْكُلُواْ مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ الله عَلَيْهِ وَإِنَّهُ لَفِسْقٌ..

Janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. (QS. Al-An’am: 121).

  1. Disembelih dengan cepat

Hal ini dilakukan untuk meringankan sakit yang dialami hewan tersebut.

  1. Perhatikan cara menyembelihnya

Untuk menyembelih ayam proses penyembelihan ini dilakukan mulai dari leher bagian depan di antara ruas tulang leher kedua dan ketiga dan tulang leher jangan sampai terputus

  1. Jangan patahkanleher sebelum hewan benar-benar mati.

Dinyatakan dalam Fatawa Syabakah Islamiyah, “Para ulama telah menegaskan bahwa makruh hukumnya memutus kepala ketika menyembalih dengan sengaja. Khalil bin Ishaq dalam Mukhtashar-nya untuk Fiqih Maliki, ketika menyebutkan hal-hal yang dimakruhkan pada saat menyembelih, beliau mengatakan,

وتعمد إبانة رأس

“Diantara yang makruh adalah secara sengaja memutus kepala” (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 93893).

Namun pendapat yang kuat bahwa hewan yang putus kepalanya ketika disembelih hukumnya halal.
Imam Al-Mawardi (salah satu ulama bermadzhab syafi’I) mengatakan, “Diriwayatkan dari Imran bin Husain radhiallahu ‘anhu, bahwa beliau ditanya tentang menyembelih burung sampai putus lehernya? Sahabat Imran menjawab, ‘boleh dimakan.”
Imam Syafi’i mengatakan,

فإذا ذبحها فقطع رأسها فهي ذكية

“Jika ada orang menyembelih, kemudian memutus kepalanya maka statusnya sembelihannya yang sah” (Al-Hawi Al-Kabir, 15:224).

wallahu a’lam bishawab

 

Baca juga: Doa Sujud Syukur Beserta Hukum dan Tata Caranya

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *