Doa untuk Kedua Orang Tua dan Keutaman Membaca Doanya

  • Whatsapp

Semua anak pasti menginginkan orang tuanya sehat, bahagia dan panjang umur. Apalagi kita pasti berharap agar bisa terus berkumpul bersama. Doa untuk Kedua Orang Tua

Oleh karena itu, kita harus mendoakan kedua orang tua kita baik untuk orang tua yang masih hidup, ataupun orang tua kita yang telah meninggal. Karena salah satu amalan yang tidak akan terputus adalah doa dari anak yang soleh.

Doa untuk kedua orang tua

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى وَلِوَ الِدَىَّ وَارْ حَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَا نِى صَغِيْرًا

Allahumma fighfirlii wa liwaa lidhayya warham humaa kamaa rabbayaa nii shokhiroon 

Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku. Baik ibu maupun bapakku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu kecil.”

Doa untuk orang tua yang tengah sakit

 

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ اَذْهِبِ الْبَاْسَ وَاشْفِهُ وانْتَ الشَّافِى لاَ شِفَاءَ اِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

Allahumma robbannaasi adzhibil ba’sa wasy fihu, wa antas syaafi, laa syifaa-a illa syfaauka, syifaan laa yughaadiru saqaama. 

Artinya:  “Ya Allah, Rabb Manusia dan alam semesta, hilangkanlah kesusahan dan berikanlah dia
kesembuhan, Engkau Dzat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali
kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain.”

Doa untuk orangtua yang tengah sakit parah

اللَّهُمَّ اَحْيِنِي مَاكَا نَتِ الْحَيَاةُ خَيْرً الِّى وَتَوَ فَّنِى مَاكَا نَتْ الوَ فَاةُ خَيْرًا لِى

Allahumma ahyini maa kaa natil khayatu khoirolli, watawaf fanni adza kaanat wafaatu khirolli. 

Artinya:  “Ya Allah, hidupkanlah dia apabila itu lebih baik baginya. Dan matikanlah dia apabila kematian itu lebih baik baginya.”

Doa untuk orang tua yang sudah meninggal

Bakti kita kepada orang tua tidak boleh terputus meskipun orang tua kita sudah meninggal. Kita masih bisa menghadiahkan kepada mereka serangkaian doa-doa. Karena seperti yang kita ketahui salah satu amalan yang tidak terputus adalah doa anak soleh.

Di bawah ini adalah doa bagi orang tua yang sudah meninggal, berdasarkan kitab Maslakul Akhyar karya Sayyid Utsman bin Yahya (1822 M – 1913 M).

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْاَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا، خُصُوْصًا إِلَى آبَاءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَأَسَاتِذَتِنَا وَمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِأَصْحَابِ الحُقُوْقِ عَلَيْنَا

“Allahummaghfir lil muslimina wal muslimat, wal mukminina wal mukminat, al-ahya’i minhum wal amwat, min masyariqil ardhi ila magharibiha, barriha wa bahriha, khushashan ila aba’ina, wa ummahatina, wa ajdadina, wa jaddarina, wa asatidzatina, wa mu’allimana, wa li man ahsana ilaina, wa li ashhabil huquqi ‘alayna.”

Artinya: “Ya Allah, ampunilah mukminin, mukminat, muslimin, muslimat, yang masih hidup, yang telah wafat, yang tersebar dari timur hingga barat, di darat dan di laut, khususnya bapak, ibu, kakek, nenek, ustadz, guru, mereka yang telah berbuat baik terhadap kami, dan mereka yang masih memiliki hak terhadap kami.”

Selanjutnya dapat membaca berdoa memohonkan ampunan, rahmat dan syafaat untuk orang tua kita

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ. اللَّهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ وَالشَّفَاعَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لَاالَهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ

“Allahummaghfir lahum, warhamhum, wa ‘afihim, wa’fu ‘anhum. Allahumma anzilir rahmata, wal maghfirata, was syafa’ata ‘ala ahlil qubari min ahli la ilaha illallahu Muhammadun rasalullah.”

Artinya: “Ya Allah, berikanlah ampunan, kasih sayang, afiat, dan maaf untuk mereka. Ya Allah, turunkanlah rahmat, ampunan, syafa’at bagi ahli kubur penganut dua kalimat syahadat.”

Kita tutup dengan doa untuk kedua orang tua yang telah tiada dengan doa sapu jagad, bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta di akhiri membaca surat Alfatihah.

رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، سًبْحَانَ رَبَّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ علَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ. اَلْفَاتِحَةْ

“Rabbana atina fid dunia hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban nar. Subhana rabbika rabbil ‘izzati ‘an ma yashifana, wa salamun ‘alal mursalana, wa shallallahu ‘ala sayyidina Muhammadin, wa ‘ala aliha, wa shahbiha, wa sallama, wal hamdulillahi rabbil ‘alamīn. Al-fatihah”

Artinya: “Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungi kami dari siksa api neraka. Maha suci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan, dari segala yang mereka gambarkan. Semoga kesejahteraan melimpah untuk para rasul. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam (baca surah Alfatihah).”

Doa untuk orangtua dan saudaranya

 

اللَّهُمَّ اغْفِرْلِى ذُنُوْبِى وَلِوَالِدَىَّ وَارْ حَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيْرَا . وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَلْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ . اَلْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ 
وَالْاَمْوَاتِ . وَتَابِعْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ . رَبِّ اغْفِرْ وَارْ حَمْ وَاَنْتَ خَيْرُالرَّ احِمِيْنَ . وَلاَحَوْلَ وَلاَقوَّةَ اِلاَّبِاللَّهِ الْعَلِيِ الْعَظِيْمِ 

Allahummaghfirlii, waliwaalidayya, war hamhumma, kamaa robbayaanii shagiiroo. Walijami’il muslimina, walmuslimaati, walmu’miniina, wal mu’minaati, al ahyaa’i minhum wal amwati. 

Wataabi’ wabainanaa, wa bainahum bil khoiraati, robbighfir warham wa anta khoirur 
roohimiina, walaa quwwata, illa biilaahi ‘aliyyil adzim. 

Artinya:  “Ya Allah, berikanlah ampunan kepadaku atas seluruh dosa – dosaku dan seluruh dosa kedua orang tuaku dan kasihanilah keduanya itu sebagaimana beliau berdua mengasihiku ketika aku masih kecil.

Begitu juga kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat, semua orang yang beriman, baik laki-laki maupun perempuan yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, dan ikutkanlah diantara kami dan mereka dengan kebaikan – kebaikan-Mu.

Ya Allah berilah ampunan dan belas kasihanilah karena Engkaulah Tuhan yang lebih berbelas kasih dan tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan-Mu.”

Keutamaan mendoakan orang tua

1. Merupakan perilaku yang dicintai Allah

Mendoakan, menghormati dan memuliakan orang tua adalah perilaku yang sangat dicintai Allah. Sebagaimana yang telah diriwayatkan dalam sebuah hadist.

“Diriwayatkan bahwa Abi Abdurahaman Abdullah ibn Mas’ud bertanya kepada Rasulullah SAW, Amal apa yang paling dicintai oleh Allah SWT? Rasul menjawab : Sholat tepat pada waktunya, kemudian aku menanyakan lagi, amal apa lagi ? Rasul menjawab  birrul walidain (atau berbakti pada orang tua), kemudian aku menanyakan lagi, amal apa lagi ? Rasul menjawab : jihad di jalan Allah, ( HR. Muttafaqun alaih ).”

  1. Mendapat ridha Allah

“Rida Allah tergantung rida kedua orang tuanya dan murka Allah tergantung murka keduanya. (HR. Thabrani).”

Dari hadist tersebut dapat kita maknai bahwa ridha Allah tergantung pada ridha orang tua. Jika orang tua kita meridhai apa yang kita lakukan, maka Allah juga akan meridhainya. Begitu pula sebaliknya, apabila orang tua kita murka, maka Allah pun murka.

  1. Dimudahkan rizkinya

Penjelasan tersebut ada pada Al-Quran surat Luqman ayat 14 yang berarti:

“Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”

  1. Dijauhkan dari perkara sulit

Seperti yang telah diriwayatkan dalam hadist berikut ini.

“Ada tiga doa yang tidak tertolak: (1) doa orang tua (kepada anaknya) (2) orang orang yang berpuasa (3) doa orang yang sedang safar” (HR. Al Baihaqi dalam Sunan-nya no. 6619, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah).

  1. Mendapatkan imbalan surga

Sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran

“Dan orang-orang beriman, dan anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.” (QS. Ath Thuur: 21).

 

Baca juga : Doa Sujud Syukur Beserta Hukum dan Tata Caranya

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *