Doa Taubat, Tata Cara Sholat Tubat, dan Dasar Hukumnya

  • Whatsapp

Sebagai seorang muslim sudah seharusnya kita mengetahui bagaimana tata cara sholat taubat dan bagaimana doanya. Setiap muslim harus mengetahui dan memahaminnnya, karena setiap manusia pasti memiliki berbagai salah dan dosa yang membuat kita harus meminta dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Doa Taubat

 

Taubat Nasuha adalah sholat sunnah yang kita kerjakan karena memohon ampunan dan pertolongan dari Allah SWT dari dosa-dosa yang kita miliki. Maka dari itu usaha kita yang harus ditempuh adalah dengan melakukan taubat nasuha.

 

Anjuran Sholat Taubat

Sudah sepantasnya, sebagai seorang muslim kita melakukan ketaatan pada Allah SWT, mendekatkan diri pada-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Tapi bagaimana jika kita terlanjur terjerumus dalam dosa? Maka jawabannya adalah segeralah bertaubat kepada Allah SWT. Dan Rasulullah SAW juga telah menganjurkan kita untuk melakukan sholat taubat untuk kita yang benar-benar ingin bertaubat. Berikut tuntunannya. Doa Taubat

Sholat taubat sendiri adalah sholat yang disunnahkan dan telah disepakati oleh keempat madzhab. Berdasarkan hadist yang diriwayatkan oleh  Abu Bakr Ash Shiddiq, bahwa Rasulullah pernah bersabda,

« مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ». ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الآيَةَ (وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ) إِلَى آخِرِ الآيَةِ

Tidaklah seorang hamba melakukan dosa kemudian ia bersuci dengan baik, kemudian berdiri untuk melakukan sholat dua raka’at kemudian meminta ampun kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuninya.” Kemudian beliau membaca ayat ini: “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (HR. Tirmidzi no. 406, Abu Daud no. 1521, Ibnu Majah no. 1395. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih). Meskipun sebagian ulama mendhoifkan hadits ini, tetapi kandungan ayat (Ali Imron ayat 135) sudah mendukung disyariatkannya sholat taubat.

Lalu kapan waktu yang tepat untuk melaksanakannya? Pada dasarnya tidak ada ketentuan waktu dalam melakukannya. Bahkan jika kita kerjakan di waktu terlarang untuk shalat sekalipun, kita diperboleh melakukannya. Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan,

وَكَذَلِكَ صَلَاةُ التَّوْبَةِ فَإِذَا أَذْنَبَ فَالتَّوْبَةُ وَاجِبَةٌ عَلَى الْفَوْرِ وَهُوَ مَنْدُوبٌ إلَى أَنْ يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَتُوبَ كَمَا فِي حَدِيثِ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ

“Demikian pula shalat taubat (termasuk shalat yang memiliki sebab dan harus segera dilakukan, sehingga boleh dilakukan meskipun waktu terlarang untuk shalat). Jika seseorang berbuat dosa, maka taubatnya itu wajib, yaitu wajib segera dilakukan. Dan disunnahkan baginya untuk melaksanakan shalat taubat sebanyak dua raka’at. Lalu ia bertaubat sebagaimana keterangan dalam hadits Abu Bakr Ash Shiddiq.”

Setelah kita tahu landasan mengenai sholat taubat, kita pun harus memenuhi syarat-syarat melakukan sholat taubat. Apakah Naisha mate tau apa saja syarat-syaratnya? Telah dikatakan secara singkat oleh para ulama, sebagaimana yang telah disampaikan Ibnu Katsir,

“Menghindari dosa untuk saat ini. Menyesali dosa yang telah lalu. Bertekad tidak melakukannya lagi di masa akan datang. Lalu jika dosa tersebut berkaitan dengan hak sesama manusia, maka ia harus menyelesaikannya/ mengembalikannya.”

Berikut ini ada;ah syarat-syarat untuk melakukan sholat taubat.

  1. Dilakukan dengan ikhlas tanpa ada embel-embel apapun termasuk urusan duniawi.
  2. Menyesali segala dosa yang telah diperbuat.Sehingga kita tidak berniat untuk mengulanginya kembali. Sebagaimana yang dikatakan ‘Umar, ‘Ali dan Ibnu Mas’ud bahwa taubat adalah dengan menyesal.
  3. Tidak terus menerus dalammelakukan dosa. Maksudnya, segera meninggalkan segala sesuatu yang munkar dan diharamkan.
  4. Bertekat untuk tidak mengulangi dosanya kembali
  5. Taubat yang diterima adalah dilakukan pada waktu diterimanya taubat.Yaitu pada saat sebelum datang ajal atau sebelum matahari terbit dari arah barat. Jika dilakukan setelah itu, maka taubat tersebut tidak lagi diterima.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya).” (QS. At Tahrim: 8)

 

Pada dasarnya, setiap manusia pasti memiliki dosa dan kesalahan selama hidup di dunia. Perlu Naisha mate ketahui bahwa Allah SWT sangat menyukai apabila umat-Nya yang sungguh-sungguh bertaubat dan menjauhkan diri dari perbuatan yang munkar.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 22 yang artinya:

“Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.”

Lalu apakah Naisha mate sudah tahu bagaimana tata cara sholat taubat? Sebelum kita membahas tata cara sholat taubat, ada baiknya jika kita pelajari terlebih dahulu dasar hukumnya.

 

Berikut ini adalah tata cara sholat taubat.

 

  1. Membaca niat sholat taubat nasuha,
  2. Takbiratul ihram,
  3. Kemudian membaca doa iftitah,
  4. Membaca suart Al-Fatihah,
  5. Membaca surat dari Al-Quran,
  6. Rukuk (membaca rukuk),
  7. I’tidal (membaca doa I’tidal),
  8. Sujud (membaca doa sujud),
  9. Duduk di antara dua sujud (membaca doa duduk diantara dua sujud)
  10. Sujud kedua (membaca doa sujud)
  11. Bangun untuk melanjutkan rakaat kedua seperti urutan di atas sampai yang ke 10,
  12. Tasyahud akhir (membaca doa tasyahud akhir),
  13. Salam,
  14. Berdoa mohon ampunan.

 

Doa taubat

 

Setelah kita selesai melakukan sholat Taubat nasuha kita dianjurkan untuk  beristighfar sebanyak 100 kali dengan sungguh-sungguh.

 

Astaghfirullahal ladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuumu wa atuubu ilaihi.

 

Kemudian barulah dilanjutkan dengan membaca doa taubat nasuha yang juga harus dilakukan dengan sungguh-sungguh.

 

Bismillahirrahmanirrahim

Allahumma anta robbi laa ilaaha illaa anta, kholaqtanii wa ana abduka wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A ‘udzu bika min syarri maa shona’tu abuu-u laka bini’matika ‘alayya wa abuu-u bidzanbii, faghfirlii fainnahuu alaa yaghfirudz dzunuuba illa anta.

 

Artinya: “Ya Allah Engkau adalah Tuhanku. Tidak ada sesembahan yang hak kecuali Engkau. Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu dan aku di atas ikatan janjimu dan akan menjalankannya dengan semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakuimu atas nikmatmu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau.

Itulah tata cara salat taubat nasuha beserta dengan doanya. Semoga kita semua dapat memperbaiki kesalahan yang diperbuat dan segera memohon ampun kepada Allah SWT”.

 

Baca juga: Doa Ayat Kursi

 

 

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *