Dosa Riba Termasuk Dosa Besar, Apakah Kita Pernah Melakukannya?

  • Whatsapp
dosa riba

Sudahkah kita sadar bahwa dosa riba termasuk dosa besar?

Terkadang dalam aplikasi kehidupan sehari-hari kita merasa bahwa riba adalah sesuatu yang memang sangat berat. Namun pernahkah kita berpikir bahwa riba itu harus dan wajib untuk di hindari? Terkadang ada beberapa di antara kita masih kerap acuh terhadap dosa riba.

Dosa riba merupakan salah satu dosa yang memiliki berbagai macam jenis di dalamnya. Di bawah ini akan di jelaskan beberapa jenis di antaranya.

Macam-macam dosa riba secara umum ada tiga jenis yaitu riba fadhl, riba nasi’ah dan riba al-yadh. Ini penjelasannya:

Dosa riba tentu saja ada beberapa yang semestinya kita pahami agar kita tak  terjerat di dalamnya. Sebagai umat muslim memang seharusnya kita memahami dosa riba itu ada apa saja karena hal inilah yang bisa kita jadikan sebuah patokan. Beberapa maca dosa riba di bawah ini, simak beberapa di antaranya dan pahami agar kita semua sama-sama memahami.

  1. Dosa Riba fadhl
    Riba fadhl adalah tambahan yang ada pada pertukaran barang riba dengan barang riba sejenisnya. Misalnya: Menjual satu kuintal gandum dengan satu seperempat kuintal gandum.
  2. Dosa Riba nasi’ah
    Riba nasi’ah merupakan penangguhan penyerahan atau penerimaan jenis barang riba yang dipertukarkan dengan jenis barang riba lainnya.
  3. Dosa Riba al-yadh
    Riba al-yadh ialah riba yang terjadi akibat jual beli barang riba yang disertai dengan penundaan serah terima kedua barang yang ditukar atau ditunda terhadap penerima riba.

Di dalam al-qur’an, riba hukumnya haram. Ahmad Sarwat, Lc., MA dalam buku ‘Kiat-kiat Syar’i Hindari Riba’ menuliskan pelaku riba akan diperangi Allah SWT di dalam al-qur’an. Bahkan menjadi satu-satunya pelaku dosa yang dimaklumatkan perang di dalam al-qur’an adalah mereka yang menjalankan riba.

Dosa Riba Menurut Islam

Dalam Al-Quran sudah dijelaskan bahwa kita sebagai umat muslim haram jika mendekati riba. Dosa riba balasannya tentu saja tak hanya di dunia namun juga di akhirat. Sehingga kita sebagai umat muslim sudah selayaknya untuk menghindari dari dosa riba yang mana hukumannya berpuluh-puluh tahun di akhirat.

Perlu diketahui, pemakan harta riba akan mendapatkan adzab Allah SWT di dunia maupun di akhirat. Karena ini termasuk dosa besar yang dilakukan manusia. Banyak dalil di dalam Al-Qur’an dan Hadist Nabi yang menerangkan tentang bahaya dosa riba. Nah, beriku ini adalah beberapa dosa riba menurut Islam:

1. Doa Tidak Akan Dikabulkan

Selain adzab di akhirat, Allah SWT juga memberikan adzab di dunia bagi pemakan harta riba. Salah satunya adalah doa pelaku riba tidak akan dikabulkan oleh Allah SWT. Betapa merugi ketika setiap hari sholat menjalankan Perintah-Nya justru doa tidak akan diterima dan dikabulkan Allah SWT.

2. Disiksa di Dalam Api Neraka

Neraka adalah tempat peristirahatan terburuk yang pernah ada. Ia akan disiksa oleh para Malaikat Allah SWT yang selalu patuh terhadap Perintah-Nya. Terkecuali ketika telah bertaubat dan memohon ampun kepada Allah SWT. Dan sesungguhnya Dia adalah Dzat Yang Maha Pengampun. Allah SWT Berfirman; “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah SWT supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Ali Imran: 130)

3. Sedekah, Infaq dan Zakat dari Harta Riba Tidak Diterima

Tidak akan diterima di Sisi Allah SWT harta yang disedekahkan yang didapatkan dari hasil riba. Nabi kita Muhammad SAW bersabda; “Wahai manusia, sesungguhnya Allah itu Maha Baik dan tidak akan menerima sesuatu kecuali yang baik.” (HR. Muslim II/703 nomor 1015, dari Abu Hurairah Radliallahu’anhu). Hadist tersebut menjelaskan bahwa kita disuruh untuk bersedekah dengan harta yang kita dapat dari jalan yang baik dan diridhoi Allah SWT.

Berikut alasan mengapa riba diharamkan dalam Islam:

1. Dosa Riba Termasuk Tujuh Dosa Besar

Riba disebut menjadi salah satu dari tujuh dosa besar yang telah ditetapkan oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits:

Dari Abi Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jauhilah dari kalian tujuh hal yang mencelakakan”. Para sahabat bertanya,”Apa saja ya Rasulullah?”. “Syirik kepada Allah, sihir, membunuh nyawa yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, makan riba, makan harta anak yatin, lari dari peperangan dan menuduh zina.” (HR. Muttafaq alaihi).

2. Dosa Riba Diperangi Allah SWT

Doa harta riba telah diperingatkan dalam al-qur’an. Dalam surat Al-Baqarah ayat 278-279 disebutkan bahwa dosa riba sangat berat. Allah SWT berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَذَرُوا۟ مَا بَقِىَ مِنَ ٱلرِّبَوٰٓا۟ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

فَإِن لَّمْ تَفْعَلُوا۟ فَأْذَنُوا۟ بِحَرْبٍ مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ۖ وَإِن تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَٰلِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan, maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat, maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak dianiaya.” (Qs. Al-Baqarah: 278-279).

3. Mendapat Laknat dari Rasulullah SAW

Allah SWT telah memberikan perumpamaan kepada orang-orang semacam ini dengan perumpamaan yang mengerikan. Siapa saja yang memakan riba seperti orang yang kerasukan setan yang terkena penyakit gila. Allah SWT berfirman,

ٱلَّذِينَ يَأْكُلُونَ ٱلرِّبَوٰا۟ لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ ٱلَّذِى يَتَخَبَّطُهُ ٱلشَّيْطَٰنُ مِنَ ٱلْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْبَيْعُ مِثْلُ ٱلرِّبَوٰا۟ ۗ وَأَحَلَّ ٱللَّهُ ٱلْبَيْعَ وَحَرَّمَ ٱلرِّبَوٰا۟ ۚ فَمَن جَآءَهُۥ مَوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّهِۦ فَٱنتَهَىٰ فَلَهُۥ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُۥٓ إِلَى ٱللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

Artinya: “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba) , maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”. (QS. Al-Baqarah [2]: 275).

Kita Hindari Dosa Riba Yuk!

Dari utasan di atas memang sudah semestinya kita menghindari dosa riba. Dalam praktiknya kita harus sadar apa yang kita lakukan adakah riba di dalamnya? Kita harus menjadi muslim yang selektif dan paham akan ketentuan jual beli maupun hal yang lainnya.

Menjadi orang yang  selektif memang tak ada salahnya, karena hal inilah yang akan membuat diri sendiri menjadi semakin terasa nyaman karena terhindar dari salah satu dosa terbesar. Selagi ada iman yang kuat di dalam diri kita maka kita akan mendapatkan jalan yang lapang dan terhindar dari zina.

 

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *