Doa Niat Puasa Nazar dan Landasan Hukum untuk Membayarnya

  • Whatsapp

Perlu Naisha mate ketahui bahwa sebenarnya nazar itu tidak terbatas hanya tentang puasa saja, namun dapat lebih luas. Nazar hanya diperbolehkan untuk perbuatan baik saja. Karena tentunya perbuatan jelek akan sangat dilarang oleh Allah dan akan mengundang murka Allah SWT. Niat Puasa Nazar

Nazar dapat diartikan sebagai janji seseorang untuk melakukan sesuatu apa bila hajatn atau keinginannya tercapai. Sedangkan jika kita lihat secara istilah nazar adalah suatu penetapan yang mewajibkan untuk melakukan sesuatu. Karena hal ini akan berkaitan dengan janji atau ikrar yang dilakukan, baik yang lakukan untuk dirinya sendiri atau untuk orang lain. Oleh karena itu hukumnya menjadi wajib hukumnya untuk melaksanakan janji tersebut.

Lalu apa itu puasa nazar?

Puasa Nazar merupakan puasa yang wajib dilakukan oleh siapapun yang berikrar atau berjanji untuk melakukannya. Jadi apabila janji, nazar atau hajatnya terpenuhi maka orang tersebut akan menjadi wajib hukumnya untuk ia berpuasa. Akan tetapi jika janji, hajat atau nazarnya tidak terpenuhi maka dia tidak diwajibkan untuk berpuasa. Sebagai contoh, ketika seseorang sedang terjangkit suatu penyakit kemudian bernadzar akan puasa 3 hari ketika sembuh. Maka apabila orang tersebut diberikan kesembuhan oleh Allah maka ia diwajibkan untuk menepati ikrarnya yaitu puasa selama 3 hari.

Atau sebagai contoh yang lainnya adalah ketika si fulan sedang mencari kerja kemudian ia menemui kesulitan mendapatkan pekerjaan. Kemudian ia berikrar bahwa nanti jika ia diterima bekerja maka ia akan berpuasa selama 2 hari. Dan ternyata dia di terima kerja, maka ia diwajibkan untuk berpuasa selama dua hari.
Hal tersebut sesuai dengan hadist berikut ini:

وَعَنْ عُمَرَرَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قُلْتُ يَارَسُوْلَ اللهِ اِنِّى نَذَرْتُ فِى الْجَاهِلِيَّةِ اَنْ اِعْتَكَفَ لَيْلَةً فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ، قَالَ: فَاَوْفِ بِنَذَرْكَ

Artinya: Dari Umar ra, ia berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya saya bernazar pada masa jahiliyah akan beriktikaf semalam di Masjidil haram.” Beliau bersabda, “Penuhilah nazarmu”. (H.R Muttafaq ‘Alaih).

Berikut ini adalah beberapa riwayat dan dalil mengenai nazar.

Telah diriwayatkan dari Uqbah bin Amir dari Rasulullah saw bersabda: “Kaffarat nazar itu kaffarat sumpah”.” (HR. Muslim). Diriwayatkan dari Aisyah ra dari Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa bernazar untuk menaati Allah maka hendaklah ia menaatiNya, dan barangsiapa bernadzar untuk mendurhakai-Nya maka janganlah ia mendurhakai-Nya”.” (HR al-Bukhari dan Muslim)

ثُمَّ لْيَقْضُوا۟ تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا۟ نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا۟ بِٱلْبَيْتِ ٱلْعَتِيقِ

Artinya: “Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).” (Q. S. Hajj: 29)

وَمَآ أَنفَقْتُم مِّن نَّفَقَةٍ أَوْ نَذَرْتُم مِّن نَّذْرٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُهُۥ ۗ وَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

Artinya: “Apa saja yang kamu nafkahkan atau apa saja yang kamu nazarkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Orang-orang yang berbuat zalim tidak ada seorang penolongpun baginya.” (QS. Al-Baqarah: 270)

Allah SWT memuji orang-orang yang menunaikan nazarnya,

إِنَّ الأبْرَارَ يَشْرَبُونَ مِنْ كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا (٥)عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا عِبَادُ اللَّهِ يُفَجِّرُونَهَا تَفْجِيرًا (٦)يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيرًا (٧

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur, (yaitu) mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.” (QS. Al Insan: 5-7)

Niat Puasa Nazar

Melakukan puasa nazar sebenarnya sama saja seperti saat kita melakukan puasa-puasa lainnya, baik itu adalah puasa wajib maupun puasa sunnah.Yang membedakan di sini adalah tentang niatnya yaitu untuk membayar nazar yang telah kita ikrarkan. Puasa nazar ini kita kerjakan dengan cara berniat untuk menjalankan puasa sebagai pelaksanaan kewajiban dari sesuatu yang dijanjikan atau di nazarkan sebelumnya. Berikut ini adalah lafadz niat puasa nazar lengkap dengan latin dan artinya:

نَوَيْتُ صَوْمَ النَّذَرِ لِلّٰهِ تَعَالىَ

Nawaitu shauman nadzari lillaahi ta’aalaa

Artinya : “Aku niat puasa nazar alasannya yaitu Tuhan Ta’ala”

Itulah bacaan nat puasa nazar yang dapat kita amalkan. Puasa nazar seperti yang telah dijelaskan bahwa biasanya dilakukan ketika seseorang telah berhasil dan sampai pada sesuatu yang menjadi keinginan, cita-cita, atau sebab yang telah diwujudkan. Kemudian puasa nazar ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada kita.

Prinsip Puasa Nazar

Dalam Kamus Ilmu Al Quran, Nazar memiliki beberapa prinsip yang harus dipenuih yakni :

  1. Nazar merupakan keinginan dari diri sendiri dan bukan dari orang lain
  2. Diniatkan dengan dilafadz kan, bukan hanya dalam hati saja
  3. Nazar semata-mata dilakukan karena Allah Lillahita’ala
  4. Kemudian tidak diperbolehkan bernazar untuk sesuatu perbuatan yang dilarang oleh syariat Islam
  5. Kemudian apabila orang yang bernazar meninggal dunia sebelum melaksanakan nazarnya maka keluarga yang ditinggalkan yang membayar Nazar.

Pelaksanaan Puasa Nazar

Puasa Nazar dilakukan apabila kita telah berjanji pada Allah Subhanahu Wata’ala untuk berpuasa setelah hajat kita terkabul. Namun perlu kita ketahui bahwa apabila seseorang mengingkari janjinya maka harus membayarkan denda sebagai berikut:

  1. Memberi makan kepada 10 orang miskin. Atau,
  2. Memerdekakan seorang  budak. Atau,
  3. Memberi sebuah pakaian kepada 10 orang miskin. Atau,
  4. kemudan apabila ia tidak mampu melakukan salah satu perkara di atas, hendaklah seseorang itu berpuasa selama 3 hari.

Sebagaimana firman Allah SWT ;

 

لاَ يُؤَاخِذُكُمُ اللّهُ بِاللَّغْوِ فِي أَيْمَانِكُمْ وَلَكِن يُؤَاخِذُكُم بِمَا عَقَّدتُّمُ الأَيْمَانَ فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ ذَلِكَ كَفَّارَةُ أَيْمَانِكُمْ إِذَا حَلَفْتُمْ وَاحْفَظُواْ أَيْمَانَكُمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

 

Artinya: Barangsiapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kafaratnya puasa selama tiga hari. yang demikian itu adalah kafarat Sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (Dan Kamu melanggar). dan, jagalah sumpahmu. demikian Allah menerangkan kepadamu hukum-hukumnya agar kamu bersyukur (kepadanya). (QS. al-maidah [5]:89)

Tata cara  puasa nazar sama seperti puasa-puasa yang lainnya. Kemudian waktu pelaksanaannya pun dapat dilakukan kapan pun, selama hajat orang tersebut telah ditunaikan. Apabila seseorang tersebut telah mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapannya, lebih baik untuk segera membayarnya. Hal tersebut dilakukan agar kita terhindar dari sifat lupa yang melekat pada diri seseorang, dan tidak ada yang bisa menjamin pula bahwa orang tersebut memiliki kesempatan untuk melaksanakan nazarnya tersebut. Sehingga menyebabkan kita lupa untuk membayarnya.

Baca juga: Doa Setelah Tahajud dan Witir Lengkap dengan Artinya

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *