Doa Nabi Musa Ketika dalam Masa Pelarian dan Artinya

  • Whatsapp

Dari kisah-kisah para Nabi yang pernah kita dengar, dapat dilihat bahwa mereka memiliki ujian dan cobaan masing-masing dalam hidupnya. Salah satunya adalah kisah hidup Nabi Musa. Kisah perjalanan hidup Nabi Musa adalah kisah yang cukup menarik untuk kita pelajari, karena selain itu Nabi Musa juga termasuk salah satu Ulul Azmi. Doa Nabi Musa

Berbagai ujian dan cobaan dilalui oleh Nabi Musa termasuk ketika beliau harus berdakwah kepada Raja Firaun yang dikenal sangat keji pada zaman itu. Maka halangan dan rintangan untuk berdakwahpun beragam.

Read More

Dari berbagai halangan dan rintangan yang telah beliau lalui, Nabi Musa tidak menyerah dan memilih untuk berusaha menghadapinya dan berdoa kepada Allah SWT. Dan doa-doa yang dipanjatkan oleh Nabi Musa kala itu, masih sering kita panjatkan hingga sekarang.

Doa-doa tersebut masih kita panjatkan karena bermanfaat dan masih dapat kita terapkan dalam kehidupan kita. Dimulai dari doa agar dipermudah urusan hingga  agar diberikan petunjuk di setiap masalahadalah beberapa manfaat dari doa tersebut.

Berikut ini akan Naisha rangkumkan beberapa doa Nabi Musa yang dapat kita amalkan. Dan kumpulan doa-doa Nabi Musa ini penuh manfaat untuk kita amalkan.

Doa Nabi Musa

  1. Doa minta dimudahkan urusan dan ucapan

Tentunya kita pasti pernah dihadapkan pada kesulitan dalam hidup kita, maka cobalah untuk berdoa seperti doa Nabi Musa. Doa tersebut dapat kita bacakan ketika selesai menunaikan sholat fardhu maupun sholat sunnah. Kemudian, Naisha mate juga bisa mengamalkan doa tersebut ketika kita hendak berbicara di depan umum, agar kita tidak melkukan kehilafan saat berbicara.
Dikisahkan bahwa Nabi Musa pernah diminta Raja Firaun untuk memakan api, kemudian beliau membaca doa ini. Dikarenakan saat itu Nabi Musa merasa khawatir jika beliau menjadi cadel kemudian menganggu aktivitasnya dalam berdakwah. Namun karena kuasa Allah sangat besar maka Allah melindungi Nabi Musa. Dan kemudian memberikan kemudahan bagi Nabi Musa untuk tetap dapat melakukan tugasnya berdakwah karena Allah kemudian mengutus Nabi Harun untuk membantunya berdakwah menyampaikan ajaran tauhid. Berikut ini doa yang Nabi Musa panjatkan:

BACA JUGA :   Doa Nabi Musa dan Kisahnya Saat dalam Masa Pelarian

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Robbis rohlii shodrii, wa yassirlii amrii, wahlul uqdatam mil lisaani yafqohu qoulii’.

Artinya:

“Ya rabbku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.” (QS. Thoha: 25-28)

  1. Memohon ampunan

Doa berikut ini menjadi salah satu doa jika kita hendak memohon ampun kepada Allah SWT. Sebagai manusia kita pasti pernah melakukan kessalahan dan bperbuatan dosa, untuk itu kita harus senantiasa memohon ampunan kepada Allah SWT.

Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Musa ketiaka beliau tidak sengaja membunuh orang. Kemudian dalam kisahnya Nabi Musa bertemu dengan orang yang tengah bertengkar. Mereka adalah kaum dari bangsa Firaun dengan kaum bani Israil. Kemudian orang dari bani Israil tersebut meminta bantuan dari Nabi Musa. Nabi Musa lalu berusaha menolongnya dengan meninju lelaki kaum Fir’aun tersebut dan membuatnya meninggal. Setelah kejadian itu Nabi musa benar-benar merasa menyesal dan berulangkali memohon ampun kepada Allah SWT dengan membaca doa berikut ini:

رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي فَغَفَرَ لَهُ ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Robbi innii zholamatu nafsii faghfir lii fa ghofaro lah, innahuu huwal-ghofuurur-rohiim.

Artinya: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku. Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang” (QS. Al-Qashash: 16).

  1. Menghindarifitnah

Doa berikut ini dapat kita amalkan untuk menghindarkan diri kita dari fitnah. Selain itu juga agar kita dapat menghadapi segala ujian hidup. Nabi Musa sendiri mengamalkan doa ini agar beliau terhindar dari segala tipu daya Firaun. Berikut doanya:

فَقَالُوا۟ عَلَى ٱللَّهِ تَوَكَّلْنَا رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ

BACA JUGA :   Doa Nabi Musa dan Kisahnya Saat dalam Masa Pelarian

Fa qooluu álallohi tawakkalnaa, robbanaa laa tajálnaa fitnatal lil-qoumizh-zhoolomiin. Wa najjinaa birohmatika minal-qoumil-kaafiriin.

Artinya: “Kepada Allah lah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir” (QS. Yunus: 85-66).

  1. Memohon Kebaikan

Doa ini dapat kita panjatkan untuk memohon kebaikan dan pertolongan dari Allah SWT. Dikisahkan bahwa Nabi Musa mendapatkan manfaat dari doa ini adalah ketika beliau sedang dalam masa pelarian.

Pada waktu itu Nabi Musa bertemu dengan dua orang penggembala wanita yang tengah kesulitan memberi minum kepada ternaknya. Lalu kemudian Nabi musa memberikan pertolongan kepada dua pengembala tersebut.

Kemudian kebaikan yang dilakukan oleh Nabi Musa pun dibalas oleh ayah dari dua orang penggembala tersebut. Mereka bersedia untuk menampung Nabi Musa yang saat itu sedang dalam pelarian. Berikut ini doa yang dipanjatkan Nabi Musa.

رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

Robbi innuu limaaa angzalta ilayya min khoiring faqiir.

Artinya: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku” (QS. Al-Qashash: 24)

  1. Agar diberi petunjuk

Ketika kita sedang dihadapkan dengan situasi yang sulit maka kita dapat membaca doa ini agar diberi petunjuk oleh Allah SWT. Setelah peristiwa pembunuhan tersebut dan dalam masa pelarian, Nabi Musa juga membaca doa ini. Saat itu, Nabi Musa meminta kepada Allah SWT agar diberikan petunjuk bagaimana cara beliau untuk melanjutkan perjalanan.

رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

عَسَىٰ رَبِّي أَنْ يَهْدِيَنِي سَوَاءَ السَّبِيلِ

Robbi najjinii minal-qoumizh-zhoolimin. Asaa robbiii ay yahdiyanii sawaaa as-sabiil.

Artinya: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu. Mudah-mudahan Tuhanku memimpinku ke jalan yang benar” (QS. AL-Qasas: 21-22).

BACA JUGA :   Doa Nabi Musa dan Kisahnya Saat dalam Masa Pelarian

Doa-doa Nabi musa tersebut kemudian diabadikan dalam Al-Quran dan agar kita dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat kita amalkan dengan baik.

 

Baca juga: Doa Qunut Witir dan Arti Lengkap dengan Dasar – Dasar Hadistnya

 

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *