Simak Yuk! Keutamaan Puasa Syawal yang Harus Diketahui

  • Whatsapp
keutamaan puasa syawal

Puasa syawal merupakan ibadah puasa sunnah yang dikerjakan pada bulan Syawal. Ibadah puasa sunnah ini dilaksanakan selama enam hari pada bulan Syawal. Umat muslim dianjurkan untuk mengerjakan puasa Syawal karena memiliki berbagai macam keutamaan. Keutamaan puasa syawal memang memiliki berbagai macam keutamaan yang akan memberikan kita banyak pahala.

Hal ini sebagaimana dengan sabda Rasulullah SAW:

“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun” (HR. Muslim)

Keutamaan Puasa Syawal

Keutamaan puasa syawal memang sangatlah beragam. Melakukan puasa syawal selama enam hari juga merupakan upaya mengikuti ajaran Rasulullah SAW. Keutamaan mengikuti ajaran dan sunnah Rasulullah SAW disebutkan dalam hadits berikut,

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ، أَنَّ أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ، كَانَ يَصُومُ أَشْهُرَ الْحُرُمِ ‏.‏ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ ‏ “‏ صُمْ شَوَّالاً ‏”‏ ‏.‏ فَتَرَكَ أَشْهُرَ الْحُرُمِ ثُمَّ لَمْ يَزَلْ يَصُومُ شَوَّالاً حَتَّى مَاتَ

Artinya: Seperti diceritakan dari Muhammad bin Ibrahim, Usamah bin Zaid terbiasa puasa di bulan-bulan suci. Rasulullah SAW kemudian berkata, “Puasalah di Bulan Syawal.” Lalu dia melaksanakan puasa tersebut hingga akhir hayat. (HR Sunan Ibnu Majah)

Hadits juga menyebutkan keutamaan puasa Syawal, yang disebutkan seperti melaksanakan ibadah tersebut terus menerus tanpa henti,

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الأَنْصَارِيِّ، – رضى الله عنه – أَنَّهُ حَدَّثَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ ‏”

Artinya: Abu Ayyub al-Ansari (semoga Allah SWT ridho atasnya) melaporkan Rasulullah SAW berkata, “Dia yang berpuasa selama Ramadhan dan melanjutkannya dengan enam hari puasa saat bulan Syawal akan seperti melakukan puasa terus menerus.” (HR Muslim).

Atas izin Allah SWT kita telah melaksanakan puasa Ramadhan tahun ini. Semoga Allah menerima puasa kita. Semoga pula Allah menerima segala ibadah Ramadhan kita. Amin. Salah satu fungsi puasa adalah sebagai perisai. Rasulullah SAW bersabda, “Maukah aku tunjukkan padamu pintu-pintu kebaikan?” (Lalu beliau bersabda,) “Puasa adalah perisai.” (HR Tirmidzi). Syekh Nashiruddin al-Albani mengatakan hadis ini sahih.

Dalam hadis ini Rasulullah SAW tidak menyebutkan secara spesifik apakah puasa yang dimaksudkannya itu puasa wajib atau puasa sunah. Oleh karena itu, kita dapat menarik kesimpulan bahwa puasa wajib dan puasa sunah dapat difungsikan sebagai perisai.

Pahala Mendapat Setahun Penuh Puasa

Simak beberapa keutamaan puasa syawal di bawah ini yuk! Merujuk pada hadis ini puasa adalah perisai bagi orang Islam yang melaksanakannya, baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia, puasa merupakan perisai dari kemaksiatan, sedangkan di akhirat, ia merupakan perisai dari azab neraka.

Dalam hadis qudsi Rasulullah SAW bersabda, “Dan hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunah sehingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, Aku akan memberi petunjuk pada pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, memberi petunjuk pada penglihatannya yang dia gunakan untuk melihat, memberi petunjuk pada tangannya yang dia gunakan untuk memegang, memberi petunjuk pada kakinya yang dia gunakan untuk melangkah/berjalan. Jika dia memohon sesuatu kepada-Ku, niscaya Aku mengabulkannya. Jika dia memohon perlindungan kepada-Ku, niscaya Aku melindunginya.” (HR Bukhari).

Menurut riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang berpuasa enam hari setelah Idul Fitri, puasanya menjadi sempurna setahun (penuh).” (HR Nasa’i dan Ibnu Majah). Allah berfirman, “Barang siapa mengerjakan kebaikan, baginya balasan 10 kali lipatnya.” (QS al-An’am [6]: 160).

Status hukum puasa syawal yaitu sunnah untuk umat muslim yang tidak memiliki tanggungan puasa wajib, baik itu qadha puasa Ramadan atau puasa nazar. Sehingga bagi umat muslim yang memiliki utang selama bulan Ramadan karena uzur, maka status hukum menjadi makruh.

Lebih Dekat dengan Allah

Keutamaan puasa syawal memang akan membuat kita merasa lebih dekat dengan Allah SWT. Umumnya puasa syawal dikerjakan selama enam hari berturut-turut setelah hari raya Idul Fitri, yaitu tanggal 2 hingga 7 Syawal. Meskipun demikian, puasa Syawal juga dapat dikerjakan tidak berurutan, sehingga tetap mendapat manfaat dan keutamaan.

Lalu apa saja manfaat puasa bulan syawal apabila dilakukan seorang muslim? Simak beberapa keutamaan atau manfaatnya berikut ini.

Pahala 10x Lipat Lebih Banyak

Dijanjikan pahala 10 kali lipat bagi orang yang menjalankan puasa sunnah Syawal. Itulah mengapa puasa syawal ini merupakan salah satu ibadah yang tak ada salahnya kita lakukan.

Hal itu dijelaskan dari hadist yang diriwayatkan oleh Abu Ayyub yang berbunyi, “barangsiapa mengerjakan puasa enam hari bulan Syawal selepas ‘Iedul Fitri berarti ia telah menyempurnakan puasa setahun penuh. Dan setiap kebaikan diganjar sepuluh kali lipat.”

Keutamaan Puasa Syawal Hidup Bersama Nabi Muhammad Di Surga

Hal ini karena orang tersebut telah menghidupkan sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah. Itulah mengapa sebagai umat muslim tak ada salahnya juga kita menjalankan sesuatu yang sunah untuk mendapatkan surga-Nya Allah. Bahkan keutamaan puasa syawal ini sendiri akan memiliki banyak hal yang memang sangat membuat hati tenang.

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan At Tirmidzi menyebutkan bahwa, “siapa yang menghidupkan sunnahku maka sungguh ia mencintaiku, dan siapa yang mencintaiku bersamaku di surga.”

Puasa Syawal bisa dilaksanakan mulai tanggal 2 Syawal atau sehari setelah Idul Fitri, dan dilakukan selama enam hari. Keutamaan puasa syawal tentu saja akan memberikan kita hal yang sudah di jelaskan di atas.

Niat Puasa Syawal

Adapun seseorang yang ingin mengamalkan sunnah puasa Syawal secara mendadak di pagi hari, maka diperbolehkan baginya berniat saat itu juga. Hal ini karena kewajiban niat di malam hari hanya berlaku untuk puasa wajib saja. Sedangkan, untuk puasa sunnah niat boleh dilafalkan di siang hari. Namun, dengan syarat seseorang belum makan, minum serta hal-hal lain yang membatalkan puasa.

Beberapa ulama juga menganjurkan melafalkan niat puasa Syawal di siang hari.

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.

Artinya:
“Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT.”

 

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *