Doa Nabi Ibrahim dan Kisah Semasa Hidupnya yang Mulia

  • Whatsapp

Kita seharusnya berdoa kepada Allah dalam keadaan apapun, baik dalam suka maupun duka. Terdapat banyak sekali doa yang daiajarkan para Nabi dan Rasul yang masih bisa kita amalkan hingga kini. Doa Nabi Ibrahim

Dan dari doa-doa dan kisah hidupnya kita dapat mengambil banyak sekali pelajaran. Salah satu doa yang dapat kita panjatkan adalah doa-doa yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim AS. Di antaranya:

Doa Nabi Ibrahim

Dalam Al-Quran Surat As-Shaffat ayat 100:

 

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

 

Artinya: “Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang saleh.”

 

Al – Quran Surat Ibrahim ayat 35:

 

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ

 

Artinya: “Dan ingatlah ketika Nabi Ibrahim berdoa “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini aman dan jauhkanlah aku dan anak-anakku dari menyembah berhala.”

 

Dalam Surat Ibrahim ayat 40-41:

 

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

 

Artinya: “Ya Tuhanku, jadikanlah aku sebagai orang yang mendirikan shalat dan juga keturunanku. Ya Tuhanku, terimalah doaku. Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku dan orang-orang mukmin di hari perhitungan.”

 

Dalam Surat Al-Baqarah ayat 126:

 

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ

 

Artinya: “Dan ingatlah ketika Nabi Ibrahim berdoa ‘Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman dan berilah penduduknya rezeki dari buah-buahan, yakni orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir di antara mereka’.”

 

Dengan kita mempelajari dan membacakan doa yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim AS, maka kita akan mendapatkan pendidikan luhur dan teladan yang perlu ditiru dalam menjalani kehidupan dan memohon kepada Allah SWT. Berikut ini adalah beberapa teladan yang dapat kita petik.

 

Yang pertama adalah ketika Nabi Ibrahim AS berkeinginan untuk dikaruniai keturunan yang saleh. Secara bahasa kata “saleh” berarti pantas, patut atau layak. Jadi  dimaksud dengan keturunan yang saleh adalah keturunan yang dinilai pantas dalam segala hal.

 

Yaitu seseorang yang memiliki kepribadian yang pantas dengan akhlak yang terpuji, berperilaku baik dan senan tiasa berucap yang baik dan tidak merugikan orang lain, juga layak dalam keilmuan, ekonomi dan lain sebagainya. Anak saleh seperti itulah yang didambakan oleh Allah SWT. Beliau tidak meminta keturunan yang tampan, bergelimang harta atau keturunan yang hanya bertampang rupawan saja.

 

Kedua, setiap kali berdoa Nabi Ibrahim juga menyertakan anak keturunannya. Beliau tidak pernah hanya berdoa untuk dirinya sendiri namun untuk orang banyak.

 

Dari sinilah dapat kita lihat bahwa Nabi Ibrahim bukanlah seorang yang egois. Beliau tidak ingin menikmati fasilitas yang diberikan Allah kepadanya jika tanpa anak keturunannya. Beliau juga selalu berdoa agar anak keturunannya juga mendapatkan apa yang didapatkannya.

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 124:

 

وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي

 

Artinya: “Dan ingatlah ketika Nabi Ibrahim diuji oleh Tuhannya dengan beberapa perintah, maka ia menyempurnakan perintah itu. Tuhannya berfirman, “Sungguh aku menjadikanmu sebagai imam bagi umat manusia.” Ia berkata, “Demikian pula anak keturunanku.”

 

Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa ketika Allah memberikan penghargaan kepada beliau dengan menjadikannya imam bagi umat manusia atas prestasinya yang telah melakukan perintah-perintah-Nya dengan sempurna. Nabi ibrahim juga tidak ingin menikmati apa yang didapatnya senditrian. Beliau juga selalu mendoakan ana-anaknya agar kelak menjadi seorang pemimpin.

 

Dan doa tersebut kemudian diijabah oleh Allah SWT. Tercatat dalam sejarah bahwa para raja dan para nabi yang diutus Allah merupakan dari anak keturunan Nabi Ibrahim AS.

 

Kemudian teladan yang ke tiga adalah beliau juga senantiasa mendoakan negri di mana beliau tinggal. Apabila kita berdoa untuk diri kita sendiri maka yang akan mendapatkan kebaikan hanya diri kita. Namun sebaliknya, apabila kita berdoa juga untuk kebaikan, ketentraman negeri kita tinggal dan siapaun yang hidup di dalamnya maka seluruh umat disana akan turut merasakan kebaikannya.

 

Oleh karena itu umat Nabi Ibrahim dapat menikmati buah dari doa yang beliau panjatkan. Kota Makkah yang didoakan oleh beliau agar menjadi kota yang tentram dan nyaman untuk ditinggali siapa saja.

 

Dan barang siapa yang mengunjungi kota Makkah kebutuhannya akan tercukupi dengan baik. Bahkan Ia bisa memakan berbagai macam buah sebagaimana di negerinya sendiri meskipun di Kota Makkah tidak ditanami buah-buahan tersebut.  Dan bagi mereka yang mendatangi kota Makah maka pasti ingin mengunjunginya lagi.

 

Kemudian yang keempat adalah doa dari Nabi Ibrahim yang diabadikan dalam Surat Ibrahim ayat 41 adalah doa yang sangat luar biasa bagi seluruh kaum mukmin. Dalam doa tersebut Nabi Ibrahim memohonkan ampunan kelak di hari kiamat bagi dirinya, kedua orang tuanya dan juga bagi seluruh kaum mukminin. Alangkah mulianya Nabi Ibrahim semasa hidupya.

 

Bukankah ini juga merupakan kabar gembira bagi kita semua, yaitu doa dari Sang Kholil Nabi Ibrahim. Dan alangkah lebih baiknya jika kita meniru doa yang telah dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim.

 

Apabila kita tidak mengikutsertakan wilayah tempat kita tinggal kita dalam berdoa, maka setidaknya kita juga berdoa untuk anak keturunan kita. Jika semua orang berdoa untuk anak keturunannya dan mampu menciptakan anak keturunan yang saleh, dapat kita bayangkan betapa damainya dunia ini.

 

Lalu untuk skala yang lebih besar kelak mereka juga akan membentuk generasi-generasi bangsa yang lebih baik, diamana kelak mereka akan turut andil dalam mengelola bangsanya. Itulah sebabnya sebagian ulama juga menganjurkan kita untuk berdoa bagi bangsa kita dan anak keturunan kita.

 

Wallahu a’lam.

 

Baca juga: Menjaga Pahala Puasa Selama Ramadhan Yuk, dengan Cara ini

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *