Doa Takbiran Beserta Arti, Lengkap dengan Dasar Hukumnya

  • Whatsapp

Di penghujung Ramadhan pasti ada hal yang kita rindukan. Yaitu lantunan merdu dan gema takbir di setiap masjid. Takbir yang selalu kita kumandangkan sebelum Idul Fitri tersebut adalah sebuah bentuk rasa syukur dan gembira kita karena Hari Kemenangan akhirnya tiba. Doa Takbiran

Semua umat muslim tentunya hanyt dalam kebahagiaan di dalamnya. Setalah kita menjalani ibadah puasa sebulan penuh, akhirnya tiba di penghujung Ramadhan. Sebenarnya ada rasa sedih juga karena kita berarti segera meninggalkan bulan yang penuh berkah tersebut.

Dalam artikel ini, Naisha akan membahas tentang doa ketika takbiran atau malam idul fitri. Meskipun seperti yang kita tahu bahwa dunia sedang berduka karena adanya pandemi virus Covid-19. Namun hal ini tidak lantas menjadi penghalang kita untuk menjalankan ibadah Ramadhan dan bersuka cita dalam hari yang fitri.

Doa Takbiran

Masa-masa menantikan 1 Syawal tiba pastinya juga di rasakan oleh umat muslim di seluruh penjuru dunia. Makanya ketika Lebaran tiba, semuanya berbahagia dan menyambutnya dengan suka cita dan membuat suasananya hidup dan menyenangkan. Seperti yang tercantum dalam hadist yang tertera di bawah ini:

ب لُ ُمْوت القُ تَ بَھُ یَ ْومَ ْحیَا اللهُ قَلْ ِعید، أَ من ْ أحیَا لَیلَةَ

Artinya : “Barang siapa yang menghidupkan malam hari raya, Allah akan menghidupkan hatinya di saat hati-hati orang sedang mengalami kematian”. (Lihat Ibrahim Al Bajuri, Hasyiyah al-Bajuri halaman 227).

Sehingga dari adanya dasar keterangan yang melandaskan tentang janji dan pahala bagi orang yang menghidupkan di malam idul fitri ini, tentu hal ini bukan hanya tentang kita membacakan kalimat takbir saja akan tetapi mampu meewujudkannya sebagai tanda syukur atas di berikan nikmat yang tiada terukur terutama di pertemukan kembali dengan bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.

Jadi apabila Naisha mate mengumandangkan atau melantunkan takbir tadi, maka akan hadir dalam diri kita semacam kenikmatan atas rasa syukur pada setiap momen dan waktu yang sudah Allah berikan pada kita selama sebulan penuh melakukan ibadah puasa. Oleh karenanya takbir juga dimaknai dengan ungkapan suka cita karena kita telah berhasil melawan hawa nafsu kita dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah. Doa Takbiran

Bacaan Lafadz Takbiran Arab dan Terjemahannya

اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ، لا إِلهَ إِلاَّ اللهُ واللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ وَِللهِ الحَمْدُ

“Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar Allaahu akbar walillaahil hamd”

Artinya:

“Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar. Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar Allah maha besar dan segala puji bagi Allah”.

Bacaan Lafadz Takbiran Lengkap

اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَر اَللَّهُ اَكْبَرْ ـ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ ـ اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ
اَللَّهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً ـ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَلاَنَعْبُدُ اَلاَّ اِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْـدَهُ وَنَصَرَعَبِدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ . اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ

Bacaan takbiran latin

Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar..
Laa – ilaaha – illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil – hamd.

Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar…..
Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa,…
wasubhaanallaahi bukrataw – wa ashillaa.

Laa – ilaaha illallallahu walaa na’budu illaa iyyaahu
Mukhlishiina lahuddiin
Walau karihal – kaafiruun
Walau karihal munafiqun
Walau karihal musyriku

Laa – ilaaha – illallaahu wahdah, shadaqa wa’dah, wanashara ‘abdah, – wa – a’azza – jundah, wahazamal – ahzaaba wahdah.

Laa – ilaaha illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil – hamd.

Arti Bacaan Takbiran:

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.
Tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah dan Allah Maha Besar.
Allah Mahabesar dan segala puji hanya bagi Allah

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
Allah maha besar dengan segala kebesaran,
Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya,
Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore.

Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam meskipun orang kafir, munafik dan musyrik membencinya.

Tiada Tuhan selain Allah dengan keEsaan-Nya. Dia menepati janji, menolong hamba dan memuliakan bala tentara-Nya serta melarikan musuh dengan ke Esaan-Nya. Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar. Allah maha besar dan segala puji bagi Allah”.

Hukum Takbiran

Naisha mate, kita perlu mengetahui juga bahwa takbiran itu memiliki hukumnya tersendiri. Takbir yang dikumandangkan memiliki makna keagamaan khusus untuk umat Islam saat mengagungkan nama besar Allah SWT dalam kalimat-kalimat takbir.

Takbiran sendiri dapat kita  maknai sebagai cara kita untuk menyambuy atau perayaan yang dilakukan pada saat menjelang hari raya atau lebih akrab juga dengan lebaran.

Pemahaman Takbir ini kemudian terbagi menjadi dua bagian yaitu takbir mursal dan takbir muqayyad. Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya:

  1. Takbir Mursal

Takbir Mursal adalah takbir yang waktunya tidak mengacu pada waktu sholat, atau tidak harus dibaca oleh seorang muslim setiap usai menjalankan ibadah sholat, baik itu sholat fardu maupun sunnah. Takbir mursal ini hukumnya sunnah dan dapat dilakukan setiap waktu, di mana saja dan kapan saja. Baik lelaki maupun perempuan, sama-sama dianjurkan untuk melantunkan takbir kepada Allah. Baik itu ketika berada di rumah, berbelanja, berjalan-jalan atau di manapun kita berada. Waktu yang baik untuk melakukan takbir mursal ini dilakukan mulai dari terbenamnya matahari malam ‘id hingga imam melakukan takbiratul ihram shalat ‘id, meliputi ‘idul tri maupun ‘idul adha.

  1. Takbir Muqayyad

Kemudian yang kedua adalah takbir Muqayyad. Yaitu takbir yang pelaksanaannya memiliki waktu khusus. Yaitu takbir yang dilakukan saat mengiringi shalat, dibaca setelah melaksanakan shalat, baik sholat fardhu maupun sunnah. Waktu pembacaannya adalah setelah melaksanakan sholat shubuh hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga ashar akhir hari Tasyriq (13 Dzulhijjah). hal ini sebagaimana yang telah di jelaskan oleh Syekh Abu Abdillah Muhammad ibn Qasim as-Sya’I dalam Fathul Qarib al-Mujib.

Hukum Membaca Takbiran

“Disunahkan takbir bagi laki-laki dan perempuan, musar dan mukim, baik yang sedang di rumah, jalan, masjid, ataupun pasar. Dimulai dari terbenam matahari pada malam hari raya berlanjut sampai shalat Idul Fitri. Tidak disunahkan takbir setelah shalat Idul Fitri atau pada malamnya, akan tetapi menurut An-Nawawi di dalam Al-Azkar hal ini tetap disunahkan.”

Baca juga: Yuk Kita Simak Doa Hari Pertama Puasa sampai dengan Hari Kesepuluh

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *