Doa Nabi Luth Ketika Menghadapi Kaum Sodom dan Sepenggal Kisahnya

  • Whatsapp

Nabi Luth AS adalah Nabi dan Rasul ketujuh dari 25 utusan Allah yang patut kita teladani. Nabi Luth adalah keponakan dari Nabi Ibrahim AS. Nabi Luth banyak belajar dari Nabi Ibrahim, termasuk tentang berdakwah, karena sang paman telah terlebih dahulu berdakwah. Doa Nabi Luth

Beliau diangkat menjadi Rasul oleh Allah SWT ketika Nabi Ibrahim masih hidup. Keduanya pernah bersyiar bersama mengenai agama di Mesir kala itu. Kemudian pada suatu hari, Allah SWT meminta beliau untuk berpindah dari wilayah mesir ke wilayah Sodom, yang saat ini letaknya berada di sepanjang timur laut, Laut Mati.

Pada masa itu kaum Sodom memiliki kebiasaan dan perilaku yang menyimpang dan menyalahi kodrat. Kemudian Nabi Luth mendapat tugas berat yaitu beliau bertugas untuk menyadarkan kaum Sodom yang menyimpang itu. Namun beliau sangat terkejut ketika pertama kali menginjakkan kaki di Negeri Sodom tersebut. Beliau melihat begitu tercelanya perilaku kaum Sodom saat itu.

Negeri itu benar-benar tidak karuan, mulai dari pencurian yang merajalela hingga banyak homoseksual atau penyuka sesama jenis di negeri itu. Seperti yang kita ketahui bahwa kaum Sodom merupakan kaum pertama dalam sejarah yang homoseksual.

Meskipun Beliau menyadari ini merupakan tugas yang berat, namun Nabi Luth terus berusaha menyebarkan dan mengajak kaum Sodom agar mereka dapat memeluk agama Islam. Berikut ini adalah doa Nabi Luth memohon keselamatan kepada Allah SWT dan sepenggal kisah Nabi Luth saat berdakwah kepada kaum Sodom.

Doa Nabi Luth

Beliau berdakwah secara perlahan-lahan, mulanya Nabi Luth mulai memberitahu kaum Sodom bahwa perilaku mereka sesat dan tercela. Namun hal ini tidak berjalan mulus, karena beliau malah justru mendapat penolakan keras, diancam bahkan di usir oleh Kaum Sodom.

Dengan segenap kesabaran dan keberanian yang beliau miliki, akhirnya beliau tetap menyerukan kebenaran. Nabi Luth percaya, bahwa Allah SWT akan memberikan perlindungan dan jalan bagi niat baiknya tersebut.

Namun Kaum Sodom tetap tidak mau menerima kebenaran dan tidak mau briman kepada Allah, maka suatu hari Allah menurunkan azabnya kepada kaum Sodom. Allah menghilangkan penglihatan mereka dan kemudian Allah mendatangkan gempa bumi yang disertai angin kencang juga hujan batu yang menghancurkan Kota Sodom tersebut.

Karena takut kepada azab Allah, Nabi Luth kemudian memohon untuk diselamatkan oleh Allah SWT. Berikut ini adalah doanya:

رَبِّ نَجِّنِى وَأَهْلِى مِمَّا يَعْمَلُونَ

Rabbi najjinī wa ahlī mimmā ya’malụn

Artinya: “Ya Tuhanku selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan.” (Qs.Asy Syu’ara: 169)

Ada juga doa lainnya yaitu:

قَالَ رَبِّ ٱنصُرْنِى عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْمُفْسِدِينَ

Qāla rabbinṣurnī ‘alal-qaumil-mufsidīn

Artinya: Luth berdoa, “Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu.” (Qs.Al-A’raf: 30)

Kisah Nabi Luth dalam Al-Quran

Kisah Nabi Luth dan Kaum Sodom ini telah diabadikan di dalam Al-Qur’an. Dikisahkan bahwa Nabi Luth selalu berusaha dengan kesabaran dan keberaniannya untuk berdakwah kepada kaum Sodom. Nabi Luth senantiasa mencoba untuk memberitahu kaum Sodom kebaikan dan keburukan dalam hidup, kemudian beliau juga berusaha untuk mengajak mereka untuk beriman kepada Allah SWT.

Namun misi ini tidak berjalan dengan mulus, kesabaran dan kebaikan Nabi Luth justru dibalas dengan ancaman hingga pengusiran dari Kota Sodom. Hingga suatu ketika, kaum Sodom meminta bukti akan kebenaran dari azab Allah SWT.

“Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar,” tantang kaum Sodom. Kemudian beliau pun berdoa kepada Allah untuk diselamatkan dari azab-Nya.

Tak lama dari itun, Allah menurunkan azabnya dengan mendatangkan gempa yang mengguncang bumi disertai hujan batu, hingga menghancurkan kaum Sodom.

Berikut ini adalaj kisah Nabi Luth dalam kitab suci Al-Quran:

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦٓ إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ ٱلْفَٰحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِّنَ ٱلْعَٰلَمِينَ

Wa lụṭan iż qāla liqaumihī innakum lata`tụnal-fāḥisyata mā sabaqakum bihā min aḥadim minal-‘ālamīn

Artinya: Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya: “Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kamu”. (Qs.Al-Ankabut: 28)

أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ ٱلرِّجَالَ وَتَقْطَعُونَ ٱلسَّبِيلَ وَتَأْتُونَ فِى نَادِيكُمُ ٱلْمُنكَرَ ۖ فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُوا۟ ٱئْتِنَا بِعَذَابِ ٱللَّهِ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ

A innakum lata`tụnar-rijāla wa taqṭa’ụnas-sabīla wa ta`tụna fī nādīkumul-mungkar, fa mā kāna jawāba qaumihī illā ang qālu`tinā bi’ażābillāhi ing kunta minaṣ-ṣādiqīn

Artinya: Apakah sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki, menyamun, dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu? Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.” (Qs.Al-Ankabut: 29)
قَالَ رَبِّ ٱنصُرْنِى عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْمُفْسِدِينَ

Qāla rabbinṣurnī ‘alal-qaumil-mufsidīn

Artinya: Luth berdoa, “Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu.” (Qs. Al-Ankabut: 30)

Kunci Doa Dikabulkan 

Di dalam setiap doa yang kita panjatkan, kita diperbolehkan untuk memohon kepada Allah SWT apa yang kamu hajatkan atau inginkan dengan menggunakan bahasa sendiri dengan menggunakan kalimat yang baik dan dengan kelembutan. Tanamkan keyakinan dalam diri kita bahwa Allah SWT akan mendengar dan mengabulkan segala doa baik yang kita pinta.

Jangan lupa juga untuk meperhatikan adab ketika berdoa, pertama mulailah dengan membaca bismillahirrahmanirrahim dan bersalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Kemudian serahkan segala urusan kepada Allah SWT dan mintalah kepada Allah agar kita diberikan jalan yang terbaik.

Tapi perlu kita ingat bahwa kita jangan hanya berdoa. Tetapi juga melakukan ikhtiar atau upaya semaksimal mungkin agar hajat kita cepat dikabulkan oleh Allah SWT.

Kalimat ini harus selalu kita tanamkan dalam diri kita “Hasbiyallāhu wa ni’mal wakīl” (cukuplah Allah menjadi penolong bagiku). akan sangat baik apa bila seseorang mengerahkan upaya maksimal sebelum kenyataan tiba. Karena doa tanpa upaya adalah sesuatu yang sia-sia. Untuk itu mari kita berdoa kepada Allah dengan disertai dengan upaya dan kesungguhan.

 

Baca juga: Doa Takbiran Beserta Arti, Lengkap dengan Dasar Hukumnya

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *