Doa Setelah Membayar Zakat dan Jenis Zakat yang Harus Kita Tunaikan

  • Whatsapp

Berikut ini doa seorang muslim setelah membayar zakat fitrah, dilengkapi niat menunaikannya untuk diri sendiri dan keluarga. Zakat fitrah menjadi ibadah yang diwajibkan oleh Allah. Doa Setelah Membayar Zakat

Zakat asal dari kata zaka- yuzka- zakaan memiliki arrti tumbuh dan berkembang. Kemudian membentuk kata zakat yang memiliki arti pennyuci atau pembersih. Sedangkan kata fitrah merujuk kepada keadaan manusia saat pertama kali diciptakan. Sehingga dengan membayarkan zakat fitrah atas dirinya diharapkan seseorang akan kembali fitrah dengan seizin Allah SWT. Doa Setelah Membayar Zakat

Doa Setelah Membayar zakat

Dalam pelaksanaannya ada doa sunnah yang dibaca setelah memberikan zakat fitrah. Berikut doa seorang muslim setelah memberikan zakat fitrah.

رَبَّنا تَقَبَّلْ مِنَّا إنَّكَ أنْتَ السَّمِيعُ العَلِيمُ

Rabbanaa taqabbal minna innaka antas samii’ul ‘aliim.

Artinya: “Ya Allah terimalah (amal ibadah) kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Demikian doa sunnah seorang muslim setelah membayar zakat fitrah. Kemudian berikut ini adalah beberapa niat yang dapat kita panjatkan ketika membayar zakat fitrah.

1. Niat zakat fitrah untuk diri sendiri

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an nafsi fardhan lillahi ta’ala.

Artinya:
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardhu karena Allah Taala.”

2. Niat zakat fitrah untuk pasangan (istri):

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an zaujati fardhan lillahi ta’ala

Artinya:
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku fardhu karena Allah Taala.”

3. Niat zakat fitrah untuk anak laki-laki:

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an waladi fardhan lillahi ta’ala

Artinya:
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku … (sebutkan nama anak laki-laki pemberi zakat fitrah), fardhu karena Allah Taala.”

4. Niat zakat fitrah untuk anak perempuan:

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an binti fardhan lillahi ta’ala

Artinya:
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku … (sebutkan nama anak perempuan pemberi zakat fitrah), fardhu karena Allah Taala.”

5. Niat zakat fitrah untuk satu keluarga:

Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jami’i ma yalzimuniy nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta’ala

Artinya:
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardhu karena Allah Taala.”

6. Doa membayar zakat fitrah

Allahumma ij’alha maghnaman, wa la taj’alha maghraman.

Artinya:
“Ya Allah, jadikanlah zakat fitrah tersebut sebagai tabungan, jangan jadikannya sebagai utang.”

 

Bacaan Niat Menerima Zakat Fitrah

Setelah zakat diterima oleh amil, kemudian akan disalurkan kepada mereka yang berhak untuk menerimanya. Adapun beberapa golongan yang berhak penerima zakat dijelaskan dalam surah At Taubah, ayat 6, yang artinya berbunyi:

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

Selain zakat fitrah, adapun zakat lain yang harus di tunaikan yaitu zakat maal. Menunaikan zakat maal merupakan ibadah yang dianjurkan karena zakat adalah salah satu dalam rukun islam. Dan sekaligus juga menjadi kegiatan kita untuk bersosial.

Zakat maal bertujuan untuk membersihkan harta yang kita miliki. Hal ini dikarenakan sebagian dari harta yang kita miliki adalah hak orang lain di luar sana, terutama bagi orang yang tidak mampu atau fakir miskin.

Dalam ajaran Islam, kita selalu diajarkan untuk meniatkan segala sesuatu yang baik. Begitu pula kita menunaikan zakat maal. Nah, bagi seorang muslim yang ingin mengeluarkan zakat maal bisa membaca doa niat berikut ini.

Niat Zakat Mal

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكاَةَ اْللَالِ عَنْ نَفْسِيْ فَرْضًالِلهِ تَعَالَى

“Saya niat mengeluarkan zakat maal dari diriku sendiri fardhu karena Allah Ta’ala”

Doa Saat Menerima Zakat

أجَرَكَ اللهُ فِيْمَا أَعْطَيْتَ, وَبَارَكَ لَكَ فِيْمَا أَبْقَيْتَ, وَاجْعَلْهُ لَكَ طَهُوْرًا

“Mudah-mudahan Allah memberi pahala atas apa yang engkau berikan, memberikan berkah atas apa yang masih ada di tanganmu dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.”

Syarat Orang Wajib Menunaikan Zakat Mal

Setelah kita mengetahui bahwa zakat mal dilakukan bagi orang-orang yang mampu, selanjutnya perlu mengetahui apa saja syarat dari orang yang wajib membayarkan zakat maal. Berikut ini adalah beberapa syarat bahwa seseorang dapat dikatakan wajib membayarkan hartanya sebagai zakat mal:

  1. Orang yang Bergama Islam (Muslim).
  2. Seorang yang merdeka, atau terbebas dan utang.
  3. Seorang yang berakal dan sudah baligh.
  4. Telah memenuhi syarat nishab, atau batas minimum.

Syarat Harta untuk Zakat Maal

Selain orang atau pihak yang wajib mengeluarkan zakat,kita juga harus memperhatikan kriteria harta yang perlu untuk kita zakati. Berikut ini adalah beberapa syarat harta yang wajib dibayarkan sebagai zakat mal:

  • Harta milik pribadi secara penuh.
  • Harta semakin bertambah atau berkembang.
  • Harta sudah memenuhi syarat nishab.
  • Harta sudah melebihi kebutuhan pokok.
  • Harta terbebas dari kewajiban utang.
  • Harta sudah dimiliki selama 1 tahun (haul).

Berikut ini nisabnya:

Nisab zakat maal: sebesar 85 gram emas

Kadar zakat maal: sebesar 2,5%

Nisab/cara menghitung zakat maal:

2,5% x Jumlah harta yang tersimpan selama 1 tahun

Berikut ini salah satu contoh perhitungannya:

Misalnya si Fulan selama 1 tahun penuh memiliki harta yang tersimpan (emas/perak/uang) senilai Rp100.000.000,-. Kemudian apabila harga emas saat ini Rp622.000,-/gram, maka nishab zakat senilai Rp52.870.000,-. Sehingga si Fulan sudah wajib zakat. Zakat maal yang perlu Fulan tunaikan sebesar 2,5% x Rp100.000.000,- = Rp2.500.000,-.

Setelah kita mengetahui cara menghitung zakat maal, Naisha mate juga perlu mengetahui golongan orang seperti apa yang berhak menerima zakat. Hal ini sudah diatur dengan jela di dalam QS At Taubah ayat 60. Berikut ini adalah golongan orang yang berhak menerima zakat: Fakir, miskin, amil, hamba sahaya, gharimin, fisabilillah dan ibnu sabil.

  • Fakir : ialahmereka yang tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari.
  • Miskin : ialahmereka yang memiliki harta namun tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup.
  • Amil :ialah mereka yang bertugas mengumpulkan dan membagikan zakat.
  • Muallaf : ialah mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menguatkan tauhid dan syariah.
  • Hamba Sahaya : ialahtermasuk budak yang ingin memerdekakan dirinya.
  • Gharimin : ialah mereka yang mempunyai utang untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam mempertahankan jiwa dan izzahnya.
  • Fisabilillah : ialah mereka yang berjuang di jalan Allah dengan kegiatan dakwah, jihad, dan sebagainya.
  • Ibnu Sabil : ialah mereka yang kehabisan biaya di perjalanan dalam ketaatan kepada Allah.

 

 

 

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *