Doa Ketika Turun Hujan dan Doa Reda Hujan beserta Dalilnya

  • Whatsapp

Hujan adalah suatu keberkahan tersendiri yang diberikan kepada makhluk-Nya. Tak terkecuali saat musim hujan dengan intensitas turun hujan yang tinggi. Agar keberkahan dan berujung manfaat, kita dianjurrkan membaca doa setelah hujan reda dan ketika turun hujan. Doa Reda Hujan

Ketika hujan tiba, maka ini adalah waktu yang baik untuk berdoa karena saat hujan, doa akan terkabul. Berdoa ketika turun hujan juga telah dicontohkan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dalam hadis riwayat Sahl bin Sa’ad, beliau bersabda: “Dua doa yang tidak akan ditolak adalah doa ketika azan dan doa ketika turun hujan”. Doa Reda Hujan

Doa Reda Hujan

Doa setalah hujan reda juga dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Doa setelah hujan reda ini diriwayatkan dalam hadis riwayat Al Bukhari nomor 1038 dan Muslim nomor 240, Rasulullah bersabda:

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

Muthirnaa bifadhlillahi wa rahmatihi.

Artinya: Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.

Doa ketika turun hujan

Fenomena alam yang satu ini adalah merupakan hal yang patut untuk kita syukuri. Karena hujan merupakan sebuah perantara bagi setiap makhluk di bumi bisa mendapatkan air sebagai sumber kehidupan.

Allah SWT telah berfirman dalam surah Al Waqi’ah Ayat 68-69 yang artinya,

“Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya?”

Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam seperti diriwayatkan dalam sejumlah hadits menganjurkan kita untuk berdoa ketika turun hujan, berikut ini adalah doa-doanya.

  1. Doa Ketika Turun Hujan

Diriwayatkan dalam sebuah hadits Bukhari nomor 1032, dari Ummul Mukminin, Aisyah radhiyallahu’anha mengatakan:

Latin: Allahumma shoyyiban nafi’an.

Yang artinya: Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang bermanfaat.

  1. Doa Ketika Turun Hujan Lebat

Telah diriwayatkan oleh Bukhari, berikut ini adalah doa ketika turun hujan lebat yang pernah dibaca Rasulullah SAW:

Latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

Yang artinya: Ya Allah, turunkan lah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan.

  1. Doa ketika turun hujan disertaiangin kencang

Imam Muslim dalam salah satu hadits meriwayatkan bahwa saat hujan disertai dengan angin kencang Rasulullah SAW pernah membaca sebuah doa angin kencang berikut ini:

Latin: Alloohumma innii as-aluka khoirohaa wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih. Wa-a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih.

Yang artinya: Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirim bersamanya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan yang Engkau kirim bersamanya.

  1. Doa ketika hujan petir

Diriwayatkan di dalam hadits Imam Malik, Rasulullah SAW pernah membaca doa ketika hujan diawali atau disertai petir seperti berikut ini:

Latin : Subhaanalladzii yusabbihur ro’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatih.

Yang artinya: Mahasuci Allah yang dengan memuji-Nya bertasbih lah halilintar dan juga para malaikat karena takut kepada-Nya.

  1. Doa agar hujan berhenti

Lalu bagaimana jika kita ingin agar hujan dapat berhenti? Hujan deras yang turun selama beberapa hari dapat menyebabkan bencana alam yaitu menyebabkan banjir. Di zaman Rasulullah SAW juga pernah terjadi hujan deras selama beberapa hari, dan akibatnya banyak akses jalan menjadi terputus, stok makanan membusuk dan aktivitas umat pun menjadi terhambat. Rasulullah kemudian memanjatkan doa kepada Allah SWT untuk menolong umatnya:

Latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

Yang artinya: Ya Allah, turunkan lah hujan di sekitar kami, bukan yang untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, sebagian anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan (HR Bukhari).

Perlu kita ketahui bahwa hujan adalah peristiwa hidrologi yang melibatkan proses kondensasi, hingga air bisa turun ke bumi. Dalam buku berjudul Hadits-Hadits Sains, Fakta dan Bukti Ilmiah dalam Sabda Rasulullah SAW dari Abdul Syukur Al-Azizi, hujan disebut 55 kali di dalam Al-Quran.

Adapun salah satu ayat yang menyinggung hujan ada dalam Al Qur’an surat Az-Zukhruf ayat 11.

وَالَّذِي نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ فَأَنْشَرْنَا بِهِ بَلْدَةً مَيْتًا ۚ كَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ

Arab-latin: Wallazī nazzala minas-samā`i mā`am biqadar, fa ansyarnā bihī baldatam maitā, kazālika tukhrajun

Artinya: Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).

kemudian ada juga dalam ayat lain yang menyinggung hujan dapat ditemukan dalam Al-Quran pada surat An-Nahl ayat 10:

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً ۖ لَكُمْ مِنْهُ شَرَابٌ وَمِنْهُ شَجَرٌ فِيهِ تُسِيمُونَ

Arab-latin: Huwallażī anzala minas-samā`i mā`al lakum min-hu syarābuw wa min-hu syajarun fīhi tusīmụn

Artinya: Dialah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu.

Dengan ayat-ayat tersebut, tidak ada keraguan pada muslim untuk mengakui hujan adalah ciptaan Allah SWT. Hujan adalah bukti betapa hebatnya kuasa Allah sebagai penguasa alam semesta.

Peristiwa hujan ini juga sering disinggung dalam berbagai hadist. Sabda Rasulullah SAW menjelaskan bahwa hujan adalah rahmat dan anugerah dari Allah SWT.

Seperti  yang dikisahkan oleh Zaid bin Khalid Al-Juhaini Radhiallahu ‘anhu (RA), ketika itu Rasulullah SAW sedang mengimami sholat subuh di Hudaibiah setelah malamnya turun hujan. Usai sholat, Rasulullah SAW menghadapkan wajahnya kepada pada para jamaah dan bersabda,

“Tahukah kalian apa yang sudah difirmankan oleh Rabb kalian?”

Para jamaah kemudian menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.”

Rasulullah SAW kemudian bersabda, “(Allah berfirman) Pada pagi hari, di antara hambaKu ada yang beriman kepadaKu dan ada yang kafir. Siapa yang mengatakan: (doa di atas), maka dia beriman kepadaku dan kufur terhadap bintang-bintang. Sedangkan yang mengatakan ‘Muthirna binnau kadza wa kadza’ (Kita diberi hujan karena sebab bintang ini dan ini), maka dia kufur kepada-Ku dan beriman pada bintang-bintang.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadist ini menjadi pernyataan tegas bagi siapa saja yang menganggap hujan bukan berasal dari Allah SWT. Hujan adalah karunia dari Tuhan Yang Maha Esa, sehingga yang punya anggapan lain bisa dikatakan kafir.

Hadist lain terkait hujan berasal dari Ibnu Mas’ud RA. Dalam hadist ini, curah hujan disebutkan sama tiap tahunnya.

“Tidak ada tahun yang lebih sedikit curah hujannya daripada tahun yang lain,” (HR. Baihaqi dalam Sunan Al-Kubra).

 

Baca juga: Doa Membayar Zakat Lengkap dengan Tata Cara untuk Membayarnya

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *