Kisah Nabi Yakub dan Anak-Anaknya yang Diabadikan dalam Al-Quran

  • Whatsapp

Setiap dari kita pasti menginginkan anak kita akan tumbuh dengan baik dan kemudian menjadi anak sholeh dan sholehah. Karena anak juga merupakan penyejuk mata bagi kita orang tuanya. Lalu bagaimana cara mendidik yang baik agar anak kita bisa menjadi sholeh dan sholehah?Kisah Nabi Yakub

Kisah Nabi Yakub

Al-Quran telah mengisahkan tentang pendidikan anak yang dicontohkan oleh Nabi Yakub AS kepada anaknya, Nabi Yusuf AS. Kisah Nabi Yakub

Dala Al-Quran Allah berfirman,

أَمۡ كُنتُمۡ شُهَدَآءَ إِذۡ حَضَرَ يَعۡقُوبَ ٱلۡمَوۡتُ إِذۡ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعۡبُدُونَ مِنۢ بَعۡدِيۖ قَالُواْ نَعۡبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ ءَابَآئِكَ إِبۡرَٰهِـۧمَ وَإِسۡمَٰعِيلَ وَإِسۡحَٰقَ إِلَٰهٗا وَٰحِدٗا وَنَحۡنُ لَهُۥ مُسۡلِمُونَ

Artinya: “Apakah kamu menjadi saksi saat maut akan menjemput Yakub, ketika dia berkata kepada anak-anaknya, “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yaitu Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami (hanya) berserah diri kepada-Nya.” [Al-Baqarah : 133]

Dari ayat tersebut terdapat beberapa hikmah yang dapat kita ambil, seperti berikut ini:

  1. Menghadirkan hubungan yang hangat antara ayah dan anak.

Kehadiran ayah sosok ayah merupakan salah satu kunci dalam proses mendidik anak.

Dikisahkan di dalam Al-Quran tentang bagaimana Nabi Yusuf AS pada suatu ketika ‘curhat’ kepada ayahnya yaitu Nabi Yakub, tentang mimpi yang dialaminya hal ini terjadi karena ada hubungan yang hangat di antara keduanya.

Sebagaimana firman Allah dalam Al Quran berikt ini:

إِذۡ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَٰٓأَبَتِ إِنِّي رَأَيۡتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوۡكَبٗا وَٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَ رَأَيۡتُهُمۡ لِي سَٰجِدِينَ

Artinya: “(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, “Wahai ayahku! Sungguh, aku (bermimpi) melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.” “(Yusuf : 4).

Dalam ayat tersebut dapat kita lihat bahwa Nabi Yusuf dengan sang ayah sangatlah dekat sehingga beliau terbiasa untuk menceritakan apapun yang dialaminya. Dalam hal ini termasuk juga bercerita mengenai mimpi apa yang baru saja dialaminya.

  1. Kemudian terdapat juga ayat yang mengisahkan bagaimana Nabi Yakub memberi nasehat tentang bahaya syaitan.Karena setan akan selalu menjadi musuh bagi orang-orang yang beriman, ia akan selalu datang untuk menyesatkan manusia.

Firman Allah,

قَالَ يَٰبُنَيَّ لَا تَقۡصُصۡ رُءۡيَاكَ عَلَىٰٓ إِخۡوَتِكَ فَيَكِيدُواْ لَكَ كَيۡدًاۖ إِنَّ ٱلشَّيۡطَٰنَ لِلۡإِنسَٰنِ عَدُوّٞ مُّبِينٞ

Artinya: “Dia (ayahnya) berkata, “Wahai anakku! Janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, mereka akan membuat tipu daya (untuk membinasakan)mu. Sungguh, setan itu musuh yang jelas bagi manusia.”” (Yusuf : 5).

Saat itu Nabi Yakub, meminta Nabi Yusuf untuk tidak menceritakan mimpi tersebut kepada para saudara-saudaranya. Karena bisa saja setan akan membuat tipu daya yang akan mencelakakan Nabi Yusuf.

  1. Kemudian dalam ayat lain juga dijelaskan bagaimana Nabi Yakub memberikan arahan tentang masa depan anak, apa yang harus mereka lakukan agar sukses di masa yang akan datang, membekali mereka bekal ilmu ilmu agama dan ilmu dunia.

Sebagaimana firman Allah berikut ini,

وَكَذَٰلِكَ يَجۡتَبِيكَ رَبُّكَ وَيُعَلِّمُكَ مِن تَأۡوِيلِ ٱلۡأَحَادِيثِ وَيُتِمُّ نِعۡمَتَهُۥ عَلَيۡكَ وَعَلَىٰٓ ءَالِ يَعۡقُوبَ كَمَآ أَتَمَّهَا عَلَىٰٓ أَبَوَيۡكَ مِن قَبۡلُ إِبۡرَٰهِيمَ وَإِسۡحَٰقَۚ إِنَّ رَبَّكَ عَلِيمٌ حَكِيمٞ

Artinya: “Dan demikianlah, Tuhan memilih engkau (untuk menjadi Nabi) dan mengajarkan kepadamu sebagian dari takwil mimpi dan menyempurnakan (nikmat-Nya) kepadamu dan kepada keluarga Yakub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada kedua orang kakekmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sungguh, Tuhanmu Maha Mengetahui, Mahabijak-sana”. (Yusuf : 6)

  1. Adil kepada anak-anak.

Tidak dapat kita pungkiri bahwa terkadang kita sebagai orang tua mempunyai kecenderungan cinta terhadap salah seorang anak. Sebenarnya hal itu tidaklah terlarang, karena cinta memang tidak bisa memilih, tetapi hal tersebut akan menjadi salah apabila kecenderungan itu kita tampakkan sehingga memberikan porsi lebih pada anak yang satu sedangkan anak yang lain tidak diberi. Maka dari itu sebagai orang tua hendaklah kita berlaku adil dalam berbagai hal.

Sebagaimana firman Allah berikut ini,

(إِذۡ قَالُوا۟ لَیُوسُفُ وَأَخُوهُ أَحَبُّ إِلَىٰۤ أَبِینَا مِنَّا وَنَحۡنُ عُصۡبَةٌ إِنَّ أَبَانَا لَفِی ضَلَـٰلمُّبِینٍ * ٱقۡتُلُوا۟ یُوسُفَ أَوِ ٱطۡرَحُوهُ أَرۡضا یَخۡلُ لَكُمۡ وَجۡهُ أَبِیكُمۡ وَتَكُونُوا۟ مِنۢ بَعۡدِهِۦ قَوۡما صَـٰلِحِینَ)

Artinya: “Ketika mereka berkata, “Sesungguhnya Yusuf dan saudaranya (Bunyamin) lebih dicintai ayah daripada kita, padahal kita adalah satu golongan (yang kuat). Sungguh, ayah kita dalam kekeliruan yang nyata. Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu tempat agar perhatian ayah tertumpah kepadamu, dan setelah itu kamu menjadi orang yang baik.” (Surat Yusuf 8 – 9).

Dalam ayat tersebut diceritakan tentang bagaimana setan mempengaruhi pikiran saudara-saudara Nabi Yusuf dengan segala tipu daya yangmereka buat. Disini setan mempengaruhi saudara Nabi Yusuf agar membuang atau membunuh Nabi Yusuf agar kasih sayang sang ayah tidak hanya tercurah pada Nabi Yusuf.

  1. Memberi waktu anak-anak untuk bermain.

Bermain bagi anak – anak merupakan suatu kebutuhan yang mendasar, karena ia bisa menjadi pendidikan yang berharga, dengan bermain bisa meyehatkan dan membuat fungsi otak menjadi baik, maka hendaknya oran tua memilihkan permainan yang bermanfaat bagi kesehat. Oleh karena itu sebagai orang tua sebaiknya kita memilihkan permainan yang baik untuk mengembangkan potensi anak kita.

Sebagaimana firman Allah berikut ini,

(قَالُوا۟ یَـٰۤأَبَانَا مَا لَكَ لَا تَأۡمَ۬نَّا عَلَىٰ یُوسُفَ وَإِنَّا لَهُۥ لَنَـٰصِحُونَ * أَرۡسِلۡهُ مَعَنَا غَدا یَرۡتَعۡ وَیَلۡعَبۡ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَـٰفِظُونَ)

Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia bersenang-senang dan bermain-main, dan kami pasti menjaganya. Mereka berkata, “Wahai ayah kami! Mengapa engkau tidak mempercayai kami terhadap Yusuf, padahal sesungguhnya kami semua menginginkan kebaikan baginya. (Yusuf : 11 – 12).

 

Baca juga: Doa Tadarus Al-Quran dan Berbagai Keutamaanya yang Akan Kita Dapat

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *