Sebelum Berbelanja, Yuk Kita Baca Doa Mau Belanja Terlebih Dahulu

  • Whatsapp

Berbelanja sudah jadi bagian dari kebutuhan setiap manusia. Tetapi, ada perbedaan cukup signifikan antara cara belanja di zaman dulu dan sekarang. Jika dulu, orang mencari kebutuhannya dengan datang ke pedagang-pedagang. Sekarang seiring berkembangnya zaman, muncullah pusat-pusat perbelanjaan dan juga plat form perbelanjaan. Doa Mau Belanja

Tentu saja yang namanya belanja, tentu kita berharap barang yang dibeli bisa bermanfaat. Sayangnya, terkadang kita tergoda dengan banyaknya barang yang muncul di hada[pan kita. Akhirnya, kita belanja terlalu  banyak. Padahal, belum tentu kita benar-benar memerlukan barang-barang yang kita beli itu. Doa Mau Belanja

Doa Mau Belanja

Ya hayyu ya qayyumu ya daimu ya raufu ya rohimu. As aluka bi ‘izzatika wa qudratika wa ma ahatho bihi ‘ilmuka an tuqsima li minat tijaaratil yawma a’dhamaha rizqan wa awsa’aha fadllan wa khoiraha ‘aqibatan fa innahu la khaira fima la ‘aqibata lahu.

Artinya:

” Wahai Dzat Yang Maha Hidup, wahai Dzat Yang Berdiri Sendiri, wahai Dzat Yang Abadi, wahai Dzat Yang Maha Lembut, wahai Dzat Yang Penyayang, aku memohon kepada-Mu dengan kemulian-Mu dan kekuasaaan-Mu dan semua apa yang meliputi ilmu-Mu padanya, agar Engkau membagikan padaku hari ini dari dagangan yang paling banyak membawa rizki, dan lebih luas membawa anugerah, dan paling baik membawa akibat baik, sesungguhnya tidak ada kebaikan pada apa yang tidak ada akibat yang baik padanya.”

Dan ketika kita masuk ke pasar atau pusat perbelanjaanpun sebaiknya kita berdoa terlebih dahulu. Agar ketika kita berbelanja tidak menuruti hawa nafsu dan hasutan setan semata.

Dari Umar bin Khatab Radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda:

مَنْ دَخَلَ سُوقاً مِنَ الأَسْوَاقِ، فَقَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ، وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ

Artinya: “Barang siapa masuk pasar, kemudian dia membaca: Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu, wa huwa ‘ala kulli syai’in qodiir (Tiada sembahan yang benar kecuali Allah semata dan tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah segala kerajaan/kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian, Dialah yang menghidupkan dan mematikan, Dialah yang maha hidup dan tidak pernah mati, di tangan-Nyalah segala kebaikan, dan Dia maha mampu atas segala sesuatu) Siapa yang membaca doa di atas ketika masuk pasar, Allah akan mencatat untuknya satu juta kebaikan, dan menghapuskan darinya satu juta keburukan.”

Selain itu, juga telah diriwayatkan dalam hadits Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

أَحَبُّ الْبِلَادِ إِلَى اللهِ مَسَاجِدُهَا، وَأَبْغَضُ الْبِلَادِ إِلَى اللهِ أَسْوَاقُهَا

Artinya: “Tempat yang paling disukai Allah adalah masjid-masjidnya, sedangkan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar-pasarnya.”

Maka dari itu, berikut ini adalah bacaan doa masuk pasar dan pusat perbelanjaan lengkap dengan artinya agar senantiasa dilindungi Allah SWT.

Doa Masuk Pasar dan Mall dengan Artinya

 

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Laa Ilaaha Illallaahu wahdahu Laa Syariikalahu, Lahul Mulku Walahul Hamdu, Yuhyii, Wayumiitu, Wahuwa Hayyun Laa Yamuutu, Biyadihil Khairu, Wahuwa ‘alaa Kulli Syai-in Qadiir

 

Artinya: “Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan, bagi-Nya segala pujian. Dia-lah Yang Menghidupkan dan Yang Mematikan. Dia-lah Yang Hidup, tidak akan mati. Di tangan-Nya kebaikan. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

Nah, selain itu kita juga perlu mempelajari adab jual beli ketika sedang berbelanja. Berikut ini akan Naisha rangkumkan. Yuk kita simak bersama.

  1. Jujur, terbuka dan transparan dalam melakukan jual beli

Dalam berjual beli kita juga harus mengedepankan kejujuram keadilan. Sebagai mana firman Allah berikut ini:

“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang –orang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku adilah, karena adil itu lebih dekat dengan takwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-Maidah: 8).

  1. Menjual dan membeli barang-barang yang halal

Sebagai seorang muslim kita dilarang untuk melakukan akad jual beli dengan syarat dan ketentuan tertentu, salah satunya menjual barang-barang yang halal. Allah juga telah menjelaskan apa yang halal dan haram dalam Al-Qur’an hingga hadist sebagai pelengkapnya. Allah SWT berfirman: “Dan Allah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan Riba” (QS. Al-Baqarah: 257)

Maka sangat dianjurkan untuk para penjual agar tidak melakukan riba, atau memakan harta yang bukan haknya, atau mengambil harta orang lain secara disengaja.

  1. Menjual barang dengan kualitas yang baik

Sebagaimana pengusaha, penjual, pedagang harus memberikan fasilitas yang baik untuk pembeli. Kualitas barang pun juga harus diutamakan agar tidak ada kekecewaan konsumen. Maka, ketika terjadi transaksi penjual jangan hanya memberi informasi yang bagus tentang barang yang ia jual, namun penjual juga harus menjelaskan kekurangan barang tersebut, agar konsumen tidak merasa terdzolimi. Allah berfirman :

“Dan semua wajah tertunduk di hadapan (Allah) yang maha hidup lagi maha berdiri sendiri. Dan sungguh merugi orang yang berbuat kezaliman” (QS. Thaha: 111).

  1. Tidak menyembunyikan barang yang cacat

Dari Uqbah bin Amir ra., beliau mendengar bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lain, tidak halal bagi seorang muslim untuk menjual barang yang ada cacatnya kepada temannya, kecuali jika dia jelaskan.” (HR. Ibn Majah 2246, Al-Hakim dalam Mustadrak, beliau shahihkan dan disepakati Ad-Dzahabi).

  1. Tidak memberikan janji palsu

Sebagai contoh, misalnya dalam penjualan secara online khasiat sebuah barang dilebih-lebihkan (jual obat-obatan pelangsing badan) atau yang offline, misalnya “Saya jamin barangnya kuat, Neng” tapi pedagang tidak diberi garansi, namun hanya jaaminan lewat lisan saja. Allah berfirman :

“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya…” (QS. An-Nahl: 91)

Dalam ayat lain Allah Juga berfirman :

“Dan penuhilah janji, Sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungjawabannya” (QS. Al-Isra’ : 34)

  1. Bermurah hati pada pelanggan dan bermurah hati pada penjual

Sebagai pedagang kita harus bermurah hati kepada pelanggan kita. Hal ini agar mereka senang berbelanja dagangan kita. Dan apabila kita menjadi pembeli kita juga harus ramah dan tidak menjatuhkan harga dagangannya. Apabila keduanya saling bermurah hati maka transaksi jual beli akan dilakukan secara ikhlas.

  1. Tidak boleh melalaikan sholat

Apabila kita sedang berdagang ataupun berbelanja kita sebaiknya tetap mengutamakan beribadah kepada Allah. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran berikut ini:

“Celakalah orang-orang yang sholat, yaitu orang yang lalai dari sholatnya” (QS. Al-Ma’un: 4-5).

 

Baca juga: Keutamaan Ramadhan dan Bagaimana Cara Meraihnya

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *