Siapa Saja yang Berhak sebagai Penerima Zakat, Simak Yuk!

  • Whatsapp
penerima zakat

Zakat adalah salah satu hal yang memang sangat penting dilakukan oleh umat Islam. Itulah mengapa Anda harus memahami siapa saja orang yang berhak sebagai penerima zakat. Di bawah ini ada 8 golongan orang yang berhak sebagai penerima zakat.

Penerima zakat pada dasarnya memiliki kriteria khusus yang harus dipahami, agar tidak ada kesalahan penerima zakat. Simak beberapa di antaranya di bawah ini :

Dalam riwayat Ibnu Abbas, Nabi Muhammad mengatakan,”Telah mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan jiwa orang yang berpuasa dari perkataan sia-sia dan kotor, juga untuk memberi makan kepada orang-orang miskin. Barang siapa yang menunaikannya sebelum salat Id, maka itu adalah zakat yang diterima, dan barang siapa yang menunaikannya sesudah salat Id, maka itu hanyalah sekadar sedekah.” (H.R. Abu Dawud).

Sementara itu, terkait golongan atau orang yang berhak menerima zakat fitrah difirmankan oleh Allah SWT dalam Surat At-Taubah ayat 60 yang berbunyi:

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’alaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”(QS. At-taubah:60)

Golongan Orang Penerima Zakat

Golongan orang yang berhak sebagai penerima zakat akan di paparkan di bawah ini, bertujuan agar Anda mengerti siapa saja yang memiliki kewajiban untuk menerima zakat. Hikmah zakat sangat banyak. Kamu tidak hanya bisa menyempurnakan keislaman, tetapi juga dapat mempererat tali persaudaraan, serta menjauhkan diri dari siksa neraka. Hikmah tersebut pun bisa kamu dapatkan kalau membayarkan zakat kepada orang yang tepat.

Dalam aturan Islam, terdapat 8 golongan orang yang wajib sebagai penerima zakat, baik zakat fitrah ataupun zakat maal, yaitu:

1. Orang Fakir

Mazhab Syafii menyebutkan kalau orang fakir adalah mereka yang punya harta dan usaha. Namun, kepemilikan tersebut hanya mampu memenuhi setengah kebutuhannya. Doa menerima zakat dari orang fakir bakal membuat hartamu semakin berkah.  Orang fakir menjadi salah satu golongan yang wajib sebagai penerima zakat karena kehidupannya yang tidak sepenuhnya terpenuhi.

Orang yang memiliki pekerjaan halal dan layak, tetapi hasil pekerjaan tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhannya per hari serta pendapatannya kurang dari setengah kebutuhannya per hari, mereka juga termasuk tergolong fakir.

Pengertian fakir yang terakhir, orang yang memiliki harta dan pekerjaan yang halal, tetapi harta yang telah dikalkulasi untuk kebutuhan seumur hidup ditambah dengan hasil pekerjaannya per hari tidak mencapai setengah dari kebutuhan hidup per hari. Mereka juga disebut fakir.

Pengertian fakir lainnya adalah orang yang memiliki harta halal, tetapi hartanya tidak dapat mencukupi kebutuhannya seumur hidup ketika hartanya dibelanjakan.

Ukuran seumur hidup disesuaikan pada umumnya orang-orang hidup, menurut pendapat muktamad adalah 60 tahun. Namun, yang dimaksud adalah kecukupan kebutuhan hidup sisa umur dari 60 tahun. Misalnya, usianya sudah 40 tahun maka yang dihitung adalah 20 tahun sebagai sisa dari usia 60 tahun.

2. Penerima Zakat dari Golongan Orang Miskin

Orang miskin adalah mereka yang hidup dalam kondisi serba kekurangan. Mazhab Syafii menyebutkan kalau orang miskin mempunyai kondisi lebih baik dibanding fakir, tetapi kebutuhannya masih belum tercukupi.

Miskin adalah seseorang yang hanya dapat mencukupi ½ atau lebih dari kebutuhan pokok dirinya dan orang-orang yang menjadi tanggungannya (istri dan anak), namun tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhannya, misalnya seseorang membutuhkan uang Rp 1 juta dalam sebulan, namun yang ia peroleh hanya Rp 500 ribu.

3. Amil juga Berhak sebagai Penerima Zakat

 

Amil zakat itu adalah orang-orang yang diberi tugas dan diberi wewenang oleh penguasa melaksanakan tugas-tugas pengelolaan zakat yang secara garis besarnya mencakup urusan pengadministrasian, mazukki, mustahiq, harta-harta zakat, pelaksanaan pengumpulan, pemeliharaan, dan pendistribusian kepada yang berhak

 

Mereka diangkat oleh pemerintah dan memperoleh izin darinya atau dipilih oleh instansi pemerintah yang berwenang atau oleh masyarakat Islam untuk memungut dan membagikan serta tugas lain yang berhubungan dengan zakat. Amil memiliki jasa yang begitu luar biasa itulah mengapa menjadi salah satu orang yang berhak sebagai penerima zakat.

 

Di dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No. 8 Tahun 2011 tentang Amil Zakat, dijelaskan Amil zakat harus memenuhi syarat sebagai berikut: Beragama Islam Akil balig Jujur Punya ilmu dalam hukum zakat Kuat jiwa dan raga

Amil adalah mereka yang melaksanakan segala kegiatan urusan zakat, di mana Allah menyediakan upah bagi mereka dari zakat sebagai imbalan. Amil zakat dalam Islam bukanlah suatu tugas yang hanya diberikan kepada seseorang (individual), tapi merupakan tugas jamaah bahkan menjadi tugas negara. Amil zakat berhak sebagai penerima zakat karena memang sudah ditetapkan baik dari segi agama maupun hukum

4. Mualaf

Mualaf juga berhak sebagai penerima zakat karena pada dasarnya untuk memberikan semangat dan menguatkan iman. Hal ini bisa dilakukan saat awal mualaf memeluk agama islam. Orang yang baru masuk Islam. Pemberian zakat kepada mualaf bertujuan untuk dukungan penguatan iman dan takwa.

Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

Dalam tafsir Kementerian Agama (Kemenag) RI, disebutkan, sadaqah yang dimaksud dalam ayat ini ialah sadaqah wajib yang dikenal dengan zakat sebagai kewajiban dari Allah terhadap kaum Muslimin yang telah memenuhi syarat-syaratnya untuk mengeluarkan kewajiban zakat, demi untuk memelihara kemaslahatan umat.

Mengenai pensyariatan zakat ini diutarakan dalam firman Allah: Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka. (at-Taubah/9: 103) Dengan demikian jelaslah bahwa zakat disyariatkan untuk membersihkan diri dari harta yang mungkin didapat dengan cara yang kurang wajar, mendorong pemiliknya agar bersyukur kepada Allah atas rezki yang diberikan-Nya. Ada delapan golongan yang berhak menerima zakat dalam ayat ini, yang salah satunya adalah mualaf.

5. Hamba sahaya

Mereka adalah orang-orang yang termasuk dalam kategori budak.  Pada masa Rasulullah SAW, budak atau hamba sahaya sering diperlakukan tidak manusiawi oleh para tuannya. Karena alasan tersebut, hamba sahaya menjadi salah satu golongan orang yang berhak sebagai penerima zakat fitrah.

6. Gharim

Orang yang berhak sebagai penerima zakat selanjutnya adalah gharim atau Orang yang sedang terlilit utang. Hal ini dilakukan agar mempermudah urusannya sehingga orang yang sedang terlilit  hutang bisa sedikit terbantu.

7. Sabilillah

Mereka adalah orang atau lembaga yang berjuang untuk kepentingan Agama Islam.

8. Ibnu Sabil

Orang-orang yang tengah melakukan perjalanan dan kehabisan bekal.

Aturan Islam sangat jelas mengatur tentang zakat, kan?

 

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *