Yuk Kita Simak Doa Meminta Hujan Berikut Ini dengan Artinya

  • Whatsapp

Dalam beberapa kurun waktu terakhir kebakaran hutan dan lahan (karhutla) banyak terjadi di Indonesia. Terkadang kebakaran bukannya berkurang, tetapi justru menyambar ke daerah lain. Seperti yang kita tahu bahwa kota Jambi sempat menjadi korbat tangan-tangan tak bertanggung jawab sehingga terjadi kebakaran hutan lahan. Kemudian untuk dapat memadamkan api kita perlu berikhtiar dan berdoa agar segera diberi hujan agar dapat membantu proses pemadaman. Doa Meminta Hujan

Naisha mate, hujan adalah media yang paling efektif untuk penanggulangan kebakaran lahan. Kita sebagai makhluk yang lemah, sudah sewajarnya kita berdoa memohon kepada Allah SWT Sang Pemilik Hujan untuk menurunkan air penuh berkah tersebut dari langit.

Rasulullah SAW juga pernah memberikan kita teladan bagaimana cara meminta hujan.  Beliau meminta kepada Allah agar menurunkan hujan dengan cara duduk bersimpuh di masjid. Rasulullah SAW kemudian mengangkat kedua tangannya dan berdoa kepada Allah SWT.  Diantara doa yang beliau panjatkan disebutkan dalam hadist : “Ya Allah, turunkanlah hujan yang merata, menyuburkan, menyeluruh, langsung, dan sesegera mung kin tanpa mengotori dan memberi kemanfaatan, tanpa mendatangkan mara bahaya dan kemudharatan.”

Doa meminta hujan juga pernah Rasulullah SAW panjatkan di sisi-sisi pohon zaitun yang berdekatan dengan az-Zaura. Yang letaknya berada di luar pintu masjid yang dinamai dengan Babus Salam. Dan letaknya berada di sekitar fondasi batu pada sisi sebelah kanan luar masjid.

Kemudian Rasulullah SAW juga meminta hujan di sebagian peperangan yang saat itu tengah terjadi. Dikisahkan bahwa pada saat itu kaum musyrikin mendahului pasukan Muslimin dalam menempati sumber mata air. Kaum Muslimin pun kemudian mengalami kehausan. Mereka kemudian mengadu kepada Rasulullah SAW. Kemudian beberapa orang munafik mencercanya, “Jikalau dia benar-benar seorang Nabi, niscaya ia akan memintakan hujan untuk kaum nya sebagaimana yang dilakukan Nabi Musa untuk kaumnya.”

Cercaan tersebut kemudian sampai kepada Rasulullah kala itu. Lalu beliau bersabda, “Apakah mereka memang benar-benar telah mengatakan demikian? Semoga Tuhan kalian menurunkan hujan kepada kalian.”

 Doa Meminta Hujan

Rasulullah SAW pun akhirnya mencoba membentangkan kedua tangannya dan berdoa. Belum sampai beliau mengembalikan kedua tangannya pada posisi semula dan mengakhiri doanya, awan pun kemudian menghitam. Kemudian penuhlah lembah teraliri dengan air hujan yang seketika turun. Pada akhirnya para sahabat pun meminum air hujan itu hingga hilang rasa dahaga mereka. Doa Meminta Hujan

Doa Rasulullah SAW dalam  meminta hujan kerap mendapatkan jawaban dari Allah SWT. Hujan akan selalu diturun saat beliau memintanya. Rasulullah SAW bahkan ikut keluar dari rumah kemudian turut menikmati air hujan pemberian dari Allah SWT. Seperti yang diriwayatkan Imam as-Syafi’i Rahimahullah tentang sebuah hadist yang berasal dari Yazid bin al-Had.

Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda ketika terjadi luberan air mengalir: “Keluarlah kalian bersama kami (ini adalah air) yang Allah jadi kan sebagai sarana bersuci.” “Maka kami bersuci dengan air itu dan kami memuji Allah Ta’ala dengan karunia tersebut.”

Pembacaan doa istisqa atau doa minta hujan ini dianjurkan untuk dibaca sebanyak mungkin ketika datang musim paceklik. Tetapi ada baiknya doa istisqa diawali dengan doa kurab, yaitu doa yang Rasulullah panjatkan ketika menghadapi kesusahan secara umum sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim berikut ini. Doa Meminta Hujan

 

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ العَظِيمُ الحَلِيمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ العَرْشِ العَظِيمِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الأَرْضِ وَرَبُّ العَرْشِ الكَرِيمِ

 

Lā ilāha illallāhul ‘azhīmul halīmu, lā ilāha illallāhu rabbul ‘arsyil ‘azhīmi, lā ilāha illallāhu rabus samāwāti wa rabbul ardhi wa rabbul ‘arsyil karīmi.

Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah yang agung dan santun. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan Arasy yang megah. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan langit, bumi, dan Arasy yang mulia.

Kemudian ada doa yang juga dianjurkan untuk dibaca pada saat kemarau panjang adalah lafal permohonan turun air hujan sebagai berikut ini

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ

Yā hayyu, ya qayyūmu, bi rahmatika astaghītsu.

Artinya: “Wahai Zat yang maha hidup dan maha tegak, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan,” (Lihat Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin, Busyral Karim, Beirut, Darul Fikr, 1433-1434 H/2012 M, juz II, halaman 366).

Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin pun juga menganjurkan kaum mukmin untuk memperbanyak doa sebagaimana yang tercantum dalam Surat Al-Baqarah ayat 201.

اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

 

Allāhumma, rabbanā, ātinā fid dunyā hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā ‘adzāban nāri.

Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami. Berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Selamatkanlah kami dari siksa neraka.” Sementara berikut ini adalah doa shalat istisqa yang diriwayatkan oleh sejumlah perawi seperti Imam As-Syafi’i, Abu Dawud, dan perawi lainnya.

Kemudoan berikut ini adalah doa istisqa yang dikutip dari Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin, Busyral Karim, Beirut, Darul Fikr, 1433-1434 H/2012 M, juz II, halaman 366.

 

اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا هَنِيئًا مَرِيعًا غَدَقًا مُجَلَّلًا عَامَّا طَبَقًا سَحًّا دَائِمًا اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ اللَّهُمَّ إِنَّ بِالْعِبَادِ وَالْبِلَادِ وَالْبَهَائِمِ وَالْخَلْقِ مِنَ الْبَلَاءِ وَالْجَهْدِ وَالضَّنْكِ مَا لَا نَشْكُو إِلَّا إِلَيْكَ اللَّهُمَّ أَنْبِتْ لَنَا الزَّرْعَ وَأَدِرَّ لَنَا الضَّرْعَ وَاسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْسَمَاءِ وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ اللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الْجَهْدَ وَالْجُوعَ وَالْعُرْيَ وَاكْشِفْ عَنَّا الْبَلَاءَ مَا لَا يَكْشِفُهُ غَيْرُكَ اللَّهُمَّ إِنَا نَسْتَغْفِرُكَ إِنَّكَ كُنْتَ غَفَّارًا فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرَارًا

 

Allāhummasqinā ghaitsan mughītsan hanī’an marī‘an (lan riwayat murī‘an) ghadaqan mujallalan thabaqan sahhan dā’iman.

Artinya: “Ya Allah, turunkan kepada kami air hujan yang menolong, mudah, menyuburkan, yang lebat, banyak, merata, menyeluruh, dan bermanfaat abadi.”

Allāhummasqināl ghaitsa, wa lā taj‘alnā minal qānithīn.

Artinya: “Ya Allah, turunkan kepada kami air hujan. Jangan jadikan kami termasuk orang yang berputus harapan .

Allāhumma inna bil ‘ibādi wal bilādi wal bahā’imi wal khalqi minal balā’i wal juhdi wad dhanki mā lā nasykū illā ilaika.

Artinya: “Ya Allah, sungguh banyak hamba, negeri, dan jenis hewan, dan segenap makhluk lainnya mengalami bencana, paceklik, dan kesempitan di mana kami tidak mengadu selain kepada-Mu .

Allāhumma anbit lanaz zar‘a, wa adirra lanad dhar‘a, wasqinā min barakātis samā’i, wa anbit lanā min barakātil ardhi.

Artinya: “Ya Allah, tumbuhkan tanaman kami, deraskan air susu ternak kami, turunkan pada kami air hujan karena berkah langit-Mu, dan tumbuhkan tanaman kami dari berkah bumi-Mu.

Allāhummarfa‘ ‘annal jahda wal jū‘a wal ‘urā, waksyif ‘annal balā’a mā lā yaksyifuhū ghairuka.

Artinya: “Ya Allah, angkat dari bahu kami kesusahan paceklik, kelaparan, ketandusan. Hilangkan dari kami bencana yang hanya dapat diatasi oleh-Mu.

Allāhumma innā nastaghfiruka, innaka kunta ghaffārā, fa arsilis samā’a ‘alainā midrārā.

Artinya: “Ya Allah, sungguh kami memohon ampun kepada-Mu, karena Kau adalah maha pengampun. Maka turunkan pada kami hujan deras dari langit-Mu.” Doa Rasulullah SAW ini diriwayatkan oleh banyak perawi. Wallahu a‘lam.

Itulah doa untuk meminta hujan. Semoga bermanfaat bagi kita semua

Baca juga: 4 Amalan Pembuka Pintu Rezeki, Perhatikan Nomor 4 Yuk!

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *