Mengenal Penyakit ‘Ain Lebih Dekat dan Bagaimana Mencegahnya

  • Whatsapp

Belakangan ini sedang ramai menjadi sebuah perbincangan bahwa penyakit ‘Ain menjadi berbagai macam penyebab seseorang menjadi menderita kesakitan hingga kesusahan.

Tak  perlu di pungkiri, sebenarnya penyakit ‘Ain merupakan salah satu yang sangat ditakuti karena berasal dari mata lalu turun ke hati.  Bahayanya tentu saja akan membuat seseorang merasakan rasa sakit yang berkepanjangan.

Mata memang menjadi salah satu pokok dari penyakit ‘Ain. Itulah mengapa sudah semestinya kita menjaga mata dari penyakit ‘Ain. Simak beberapa penjelasan di bawah ini mengenai ‘Ain  yang mana dalam Islam tentu saja akan sangat berbahaya dampaknya.

Dari Aisyah radhiyallahu’anha, ia berkata:

كانَ رَسولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ يَأْمُرُنِي أَنْ أَسْتَرْقِيَ مِنَ العَيْنِ

“Dahulu Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam memintaku agar aku diruqyah untuk menyembuhkan ‘ain” (HR. Muslim)

Pengertian Penyakit  ‘Ain

Pengertian ‘Ain sendiri, dijelaskan oleh Al Lajnah Ad Daimah, ‘Ain dari kata ‘aana – ya’iinu yang artinya: terkena sesuatu hal dari mata. Asalnya dari kekaguman orang yang melihat sesuatu, lalu diikuti oleh respon jiwa yang negatif, lalu jiwa tersebut menggunakan media pandangan mata untuk menyalurkan racunnya kepada yang dipandang tersebut” (Fatawa Al Lajnah Ad Daimah, 1/271).

Bentuk gangguan dari ‘Ain bisa berupa penyakit, kerusakan atau bahkan kematian. Penyakit ‘Ain ini mudah dideteksi , misalnya anak (bayi) suka menangis, rewel dan tiba-tiba panas demam. Atau seseorang yang mengalami demam, sakit perut, sakit kepala.

Ketika ibu atau ayah memarahi dan memelototi anaknya yang rewel atau bandel, saat itu setan akan datang memasukkan penyakit ‘ain itu kepada anak sehingga menjadi sakit. Penyakit  ‘Ain merupakan penyakit yang dipanas-panasi oleh setan akibat kedengkian manusia kepada manusia yang lain.

Jadi, penyakit ‘Ain ini tidak hanya bisa datang melalui foto saja ya, namun juga bisa datang melalui tatapan langsung. Prosesnya sendiri tentu saja hanya menggunakan pandangan dan hati yang iri dengki kepada seseorang yang di pandangnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَإِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لَا يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلَا يَبْغِ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ

“Sungguh Allah mewahyukan kepadaku agar kalian saling merendah diri agar tidak ada seorang pun yang berbangga diri pada yang lain dan agar tidak seorang pun berlaku zalim pada yang lain” (HR. Muslim no. 2865).

Memuji Berlebihan Penyebab Penyakit ‘Ain

Sering memuji seseorang berlebihan? Yuk kita kendalikan mulai dari sekarang.

Kebiasaan sering memuji yang berlebihan ini tentu saja akan membuat seseorang merasakan adanya pandangan mata yang kemudian di jadikan setan menjadi sebuah penyakit hati. Mulailah dari diri kita sendiri untuk tidak berlebihan memuji seseorang.  Karena  kekaguman yang kita lihat bisa menjadi penyakit bagi seseorang.

Sebisa mungkin hindari menyebut-nyebut kekayaan, kesuksesan usaha, kebahagiaan keluarga, juga memamerkan foto diri, foto istri/suami, foto anak, dan hal-hal lain yang bisa menimbulkan iri-dengki dari orang yang melihatnya.

Atau juga yang bisa menyebabkan kekaguman berlebihan dari orang yang melihatnya. Karena pandangan kagum juga bisa menyebabkan ‘ain, sebagaimana sudah disebutkan.

Kemudian di antara upaya pencegahan penyakit ‘ain adalah dengan menjaga dan memelihara semua kewajiban dan menjauhi segala larangan, taubat dari segala macam kesalahan dan dosa, juga membentengi diri dengan beberapa zikir doa, dan ta’awudz (doa perlindungan) yang disyariatkan. Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

“Dan musibah apa saja yang menimpa kalian, maka disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah mema’afkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (Qs. Asy-Syuura: 30).

Allah Ta’ala juga berfirman:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram” (QS. Ar Ra’du: 28)

 

Yuk Cegah Penyakit ‘Ain  dengan Zkikir Rutin

Rutinkan zikir-zikir pagi dan sore, serta zikir-zikir harian seperti zikir keluar/masuk rumah, rumah, dzikir keluar/masuk kamar mandi, zikir hendak tidur atau bangun tidur, zikir keluar rumah, zikir naik kendaraan, zikir ketika akan makan, zikir setelah shalat, dan lainnya.

Di antara zikir pencegah ‘ain yang bisa dibaca kepada anak-anak agar tidak terkena ‘ain adalah sebagaimana yang ada dalam hadis Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu, bahwa Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam mendoakan Hasan dan Husain dengan doa:

أُعِيذُكما بكلِماتِ اللهِ التَّامَّةِ، مِن كلِّ شيطانٍ وهامَّةٍ، ومِن كلِّ عينٍ لامَّةٍ

/u’iidzukuma bikalimaatillahit taammah, min kulli syaithaanin wa haamah wa min kulli ‘ainin laamah/

“Aku meminta perlindungan untuk kalian dengan kalimat Allah yang sempurna, dari gangguan setan dan racun, dan gangguan ‘ain yang buruk”. Lalu Nabi bersabda: “Dahulu ayah kalian (Nabi Ibrahim) meruqyah Ismail dan Ishaq dengan doa ini” (HR. Abu Daud, Ibnu Hibban dishahihkan Syu’ain Al Arnauth dalam Takhrij Ibnu Hibban).

Cara Mengobati Penyakit  ‘Ain

Ustadz Yulian Purnama menjelaskan, orang yang terlanjur terkena ‘ain maka yang pertama kali harus dilakukan adalah bersabar. Hendaknya ia meyakini bahwa penyakit ‘ain itu terjadi atas izin Allah. Allah Ta’ala berfirman:

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّـهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّـهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّـهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” (QS. At Taghabun: 11).

Kemudian dia hendaknya ia bertawakkal hanya kepada Allah. Ia meyakini bahwa satu-satunya yang bisa menyembuhkan hanyalah Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman:

وَإِن يَمْسَسْكَ اللَّـهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ

“jika Allah menimpakan suatu mudharat kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Allah sendiri” (QS. Al An’am: 17).

Mulai dari Diri Sendiri

Tahukah Anda bahwa penyakit ‘Ain yang paling berbahaya adalah bukan yang tetang kita yang terkena Ain,  namun tetang bagaimana kita yang akan menyebabkan Ain untuk  orang lain. Sudahkah kita menjaga pandangan dari Ain?

Kita bisa mencegah penyakit ‘Ain dan ayat-ayat yang ada di  Al-Quran dan meminta perlindungan langsung pada Allah. Namun sudahkah kita untuk menahan diri agar tidak menyebabkan Ain bagi orang lain?

Sudahkah kita untuk menjaga pandangan mata kita dari Ain? Jangan sampai justru kita yang menyebabkan penyakit itu untuk orang lain. Jangan sampai kita sibuk mencegah diri dari Ain namun kitalah yang akan menyebabkan Ain.

Penyakit ‘Ain yang paling berbahaya adalah yang berawal dari diri sendiri untuk orang lain. Jangan sampai kita justru yang malah menimbulkan penyakit bagi orang lain.

Jadikan diri kita senantiasa selalu menjaga pandangan dan pikiran berlebihan mengenai orang lain. Batasi pandangan yang tidak perlu. Sehingga kita bisa terhindar dari penyakit  ‘Ain.

 

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *