Doa Pemohon Kenikmatan dan Doa Mensyukuri Nikmat

  • Whatsapp

Doa agar diberi kenikmatan berkesinambungan adalah salah satu bentuk ikhtiar kita agar terhindar dari kesenangan sesaat. Segala yang kita terima di dunia ini datang dari Allah SWT, semua adalah pemberianNya. Doa Pemohon Kenikmatan

Kita dianjurkan untuk tidak sombong hingga lupa berdoa dan melalaikan segala bentuk ibadah saat dalam keadaan senang. Saat kita di beri kebahagiaan, dianjurkan untuk bersyukur dan berdoa, agar nikmat kebajikan yang diberikan Allah SWT senantiasa mengiringi kehidupan kita. Salah satunya dengan membaca doa pemohon kenikmatan.  Sebagaimana dalam Firman Allah SWT dalam Al-Quran agar kita senantiasa bersyukur:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim: 7)

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اُنْظُرُوْا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلاَ تَنْظُرُوْا إِلَى مَنْ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوْا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ

“Lihatlah kepada orang-orang yang lebih rendah daripada kalian, dan janganlah kalian melihat kepada orang-orang yang berada di atas kalian, karena yang demikian itu lebih patut bagi kalian, supaya kalian tidak meremehkan nikmat Allâh yang telah dianugerahkan kepada kalian.” (Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi & Ibnu Majah)

Doa Pemohon Kenikmatan

Doa Pertama

Nikmat yang paling agung adalah mendapatkan petunjukagama islam dari Allah, sebagaimana hadits Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah berdo’a:

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي وَاجْعَلْ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلْ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ

Allahumma ashlih li dinil-ladzi huwa ‘ishmatu amri, wa ashlih li dunyaya al-lati fiiha ma’asyi, wa ashlih li akhiratiyal-lati fiiha ma’adi, waj’alil-hayata ziyaadatan-li fai kulli khair, waj’alil-mauta raahatal-li min kulli syarr.

“Ya Allah, perbaikilah bagiku agamaku penjaga segala urusanku dan perbaikilah bagiku duniaku yang di dalamnya terdapat kehidupanku dan perbaikilah bagiku akhiratku yang merupakan tempat kembaliku, dan jadikanlah kehidupan ini bagiku tempat bertambahnya setiap kebaikan, dan jadikanlah kematian itu istirahatku dari setiap kejelekan.” (HR. Muslim).

Doa Kedua

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

Allahumma innii a’uudzu bika min za waali ni’matik, wa tahawwuli ‘aafiyatik, wa fujuu’ati niqmatik wa jamii’I sakhotok

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Mu dan hilangnya nikmat-Mu dan berubahnya keselamatan, dan azab yang tiba-tiba datang, dan seluruh kemurkaan-Mu.” (HR. Muslim).

Doa Ketiga

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Rabii auzi’nii an asykuro ni’matakal-latii an’amta ‘alayya wa ‘alaa waalidayya wa an a’mala shaalihan thardhaahu, wa adkhilni bi rahmatika fii Ibaadikas Sholihiin.

“Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (QS. Al-Naml: 19)

Doa di atas merupakan doa yang diucapkan oleh Nabi Sulaiman AS pasda saat mensyukuri segala kekayaan yang diberikan oleh Allah SWT kepadanya. Doa ini juga ditujukan bagi orang yang ingin senantiasa konsisten dalam menjalankan amalan baik.

Doa Keempat

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Rabii auzi’nii an asykuro ni’matakal-latii an’amta ‘alayya wa ‘alaa waalidayya wa an a’mala shaalihan thardhaahu, wa ashlih lii fii dzurriyatii, inni tubtu ilaika wa innii minal muslimiin. 

“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri” (QS. Al-Ahqâf. 15)

Menurut beberapa ahli tafsir bahwa doa di atas merupakan Doa Abu Bakar As-Shiddiq yang diucapkan sewaktu kedua orang tuanya menyatakan masuk ke dalam agama Islam. Doa ini juga dianjurkan dibaca ketika kita menginginkan keturunan yang shaleh.

Baca juga: Yuk Kita Simak 10 Doa Cepat Diberi Anak lengkap dengan Artinya

Doa Mensyukuri Nikmat

Namun, selain doa singkat dan ringkas di atas, ada juga doa-doa lain yang dapat kita amalkan untuk mensyukuri nikmat Allah. Misalnya saja beberapa doa berikut ini, sebagaimana yang terkandung di dalam Al-Quran.

Surat An-Naml ayat 19

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيْنَ

Fa tabassama daahikam ming qaulihaa wa qaala rabbi auzi’nii an asykura ni’matakallatii an’amta ‘alayya wa ‘alaa waalidayya wa an a’mala saalihan tardaahu wa adkhilnii birahmatika fii ‘ibaadikas-saalihiin

Artinya: “Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Surat Al-Ahqaf ayat 15

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ اِحْسَانًا ۗحَمَلَتْهُ اُمُّهٗ كُرْهًا وَّوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۗوَحَمْلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰثُوْنَ شَهْرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا بَلَغَ اَشُدَّهٗ وَبَلَغَ اَرْبَعِيْنَ سَنَةًۙ قَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَصْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْۗ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Wa wassainal-insaana biwaalidaihi ihsaanaa, hamalat-hu ummuhu kurhaw wa wada’at-hu kurhaa, wa hamluhu wa fisaaluhu salaasuna syahraa, hattaa izaa balaga asyuddahu wa balaga arba’iina sanatang qaala rabbi auzi’nii an asykura ni’matakallatii an’amta ‘alayya wa ‘alaa waalidayya wa an a’mala saalihan tardaahu wa aslih lii fii zurriyyatii, innii tubtu ilaika wa innii minal-muslimiin

Artinya: “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *