Baca Doa Dzun Nuun Berikut Ini Ketika dalam Kesusahan

  • Whatsapp

Doa merupakan salah satu bentuk ikhtiar kita untuk meminta pertolongan Allah. Doa adalah suatu ritual yang penting untuk dilakukan agar hajat kita terkabul.  Doa Dzun Nuun adalah doa yang dapat kita panjatkan ketika ditimpa musibah.

Sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran surat Surah Al-Mukmin ayat 60 yang artinya:

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.

Perlu kita ketahui bahwa salah satu doa yang dapat kita panjatkan untuk m3emohon pertolongan Allah adalah doa Nabi Yunus. Mari kita simak penjelasannya.

Doa Dzun Nuun

Sebagaimana yang telah dikisakan, bahwa dalam melakukan misi dakwahnya Nabi Yunus juga menerima cobaan dari Allah SWT.  Beliau juga pernah ditelan oleh ikan paus. Tantunya dalam menghadapi situasi yang menakutkan ini hanya Allah lah yang dapat membantunya. Kemudian di saat itulah kemudian Nabi Yunus memanjatkan doa dzun nuun yang berikut ini:

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz dzaalimiin

Artinya: “Ya Allah, Tiada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Allah. Sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri dan aku termasuk golongan orang yang zalim.”

Nabi Yunus tidak henti-hentinya berdoa kepada Allah selama 40 hari berturut-turut. Karena kegigihan Nabi Yunus dalam berdoa maka Allah mengabulkan doa Nabi Yunus dan mengeluarkannya dari perut ikan paus dengan selamat.

Perjuangan Nabi Yunus dikisahkan dalam Al-Quran Surat AlAnbiya

وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ

Wa żan-nụni iż żahaba mugāḍiban fa ẓanna al lan naqdira ‘alaihi fa nādā fiẓ-ẓulumāti al lā ilāha illā anta sub-ḥānaka innī kuntu minaẓ-ẓālimīn.(87)

Fastajabnā lahụ wa najjaināhu minal-gamm, wa każālika nunjil-mu`minīn. (88)

Artinya: Dan (ingatlah kisah) Dzun Nuun (Nabi Yunus), ketika beliau pergi dalam posisi marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Engkau. Maha suci Engkau, sesungguhnya aku adalah Termasuk orang-orang berbuat yang zholim.” Maka Kami telah mengabulkan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al Anbiya’: 87-88).

Baca juga: Doa Agar Banyak Duit dan Mendapatkan Rizki Tak Terduga

Manfaat Doa Dzun Nuun

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari doa tersebut

  1. Dikabulkannya hajat kita oleh  Allah SWT

Rasulullah SAW pernah bersabda bersabda:

“Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: “Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz dzaalimiin”. (Artinya: Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau (ya Allah), Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk di antara orang-orang yang berbuat zalim/aniaya). Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah, melainkan Allah kabulkan baginya.” (H.R. At-Tirmidzi).

  1. Mendapatkan Ampunan Allah SWT
  2. Mendapat Pahala yang Senilah dengan Orang yang Mati Syahid

Sepenggal kisah Nabi Yunus

Setelah beliau melihat azab yang diturunkan Allah pada kaum Ninawa, beliau tetap memilih untuk meninggalkan pemukiman tersebut. Padahal saat itu Allah belum meengizinkannya untuk meninggalkan pemukiman itu. Namun waktu itu Nabi Yunus terlanjur marah kepada mereka.

Beliau memutuskan untuk pergi ke tepi pantai kemudian menaiki sebuah kapal yang akan berlayar. Dalam perjalanannya kemudian kapal tersebut terombang-ambing karena besarnya ombak di lautan. Lalu di dalam kapal tersebut penumpang berinisiatif dan memutuskan untuk mengurangi barang bawaan mereka dan kemudian melemparkannya ke laut.

Ketika mereka membuang barang-barang ke laut, ternyata belum juga dapat mengurangi beban yang ada pada kapal. Sampai pada akhirnya para penumpang juga memutuskan untuk mengurangi jumlah penumpangnya. Yang membuat salah atu dari penumpang kapal tersebut harus rela untuk terjun ke laut.

Kemudian para penumpang berinisiatif untuk membuat undian untuk menentukan siapa yang akan terjun ke laut. Mereka bersepakat bahwa siapapun yang namanya muncul maka dia harus melemparkan diri ke laut. Setelah para penumpang mengundi, maka yang keluar adalah nama Nabi Yunus.

Tetapi mereka tidak enak hati apabila harus Nabi Yunus yang melemparkan diri ke laut. Akhirnya mereka memutuskan untuk pengundian dilakukan lagi. Akan  tetapi nama Nabi Yunus lah yang keluar selama tiga kali berturut-turut.

Dengan segala kepasrahannya kepada Allah, akhirnya Nabi Yunus memutuskan untuk melemparkan tubuhnya ke laut. Lalu tubuh Nabi Yunus pun tenggelam ke dalam lautan. Stelah itu Allah kemudian telah mengirimkan seekor ikan paus dan mengilhamkan kepada ikan tersebut agar menelan Nabi Yunus. Namun tanpa merobek ataupun melukainya. Dan  ikan paus tersebut benar-benar menelan nabi yunus tanpa menyakitinya.

Di dalam perut ikan paus tersebut Nabi Yunus hanya melihat kegelapan dan tanpa ada apapun yang dapat beliau makan. Nabi Yunus pada akhirnya menyadari bahwa semua ini merupakan teguran dari Allah karena buah dari ketidak sabarannya dalam menghadapi kaumnya. Nabi Yunus pun terus berdoa selama 40 hari dan memohon ampun kepada Allah SWT. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran surat AL-Anbiyaa’ ayat 87-88 yang artinya:

“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap, “Bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”–Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al Anbiyaa’: 87-88)

Melihat Nabi Yunus yang terus berdoa kepada-Nya, Allah SWT kemudian memerintahkan ikan paus untuk memuntahkan Nabi Yunus. Nabi Yunus pun dilemparkan di pinggir laut tandus dan dalam keadaan sakit. Kemudian Allah menumbuhkan sebatang pohon dari jenis labu agar dapat dimakan Nabi Yunus. Sebagaimana firman Allah dalam salah satu surah Al-Quran, yang artinya:

“Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit.– Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu.” (QS. Ash-Shaaffaat: 145-146).

Nabi Yunus kemudian diperintahkan Allah SWT untuk kembali menemui kaumnya yang waktu itu ditinggalkannya. Allah mengutus Nabi Yunus untuk memberitahu kaumnya bahwa Allah SWT telah menerima pertaubatan yang dilakukan mereka. Kemudian Allah juga akan memberikan mereka kenikmatan hidup kepada kaum tersebut sampai waktu tertentu. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran:

“Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih.–Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.” (QS. Ash-Shaaffaat: 147-148).

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *