Simak Doa Ketika Turun Hujan dan Doa Musibah Banjir Berikut Ini!

  • Whatsapp

Ketika musim hujan tiba tidak jarang hujan turun berhari-hari. Hujan yang tadinya disambut dengan suka cita, bisa berubah menjadi duka. Tidak jarang mengakibatkan banjir. Kali ini akan Naisha ulas tentang doa musibah banjir serta doa turun hujan.

Hujan dan banjir sangatlah berkaitan. Seperti yang kita ketahui bahwa di beberapa kawasan Indonesia terdapat daerang yang cukup sering terkena musibah banjir. Meskipun kanal-kanal hujan telah dibuat.

Terkadang ada juga banjir kiriman yang datang dari daerah lain. Artinya irigasi yang ada kurang baik sehingga mengakibatkan banjir diwilayah lainnya. Tentunya kita tidak ingin hal ini terjadi.

Kita semua pasti mengaharapkan datangnya hujan yang berkah dan membawa kebaikan. Bukan membawa bencana ataupun duka. Berikut ini adalah doa yang dapat kita panjatkan ketika turun hujan.

Doa ketika turun hujan

Hujan sebenarnya adalah fenomena alam yang patut untuk kita syukuri. Karena hujan merupakan sebuah perantara bagi setiap makhluk di bumi bisa mendapatkan air dan agar tetap dapat melangsungkan kehidupan.

Allah SWT telah berfirman dalam Al-Quran surah Al Waqi’ah Ayat 68-69 yang artinya,

“Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya atau Kami kah yang menurunkannya?”

Oleh karenanya, Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam seperti diriwayatkan dalam sejumlah hadits menganjurkan umatnya untuk berdoa ketika turun hujan, berikut ini adalah doa-doanya.

Doa Ketika Turun Hujan

Telah diiriwayatkan dalam sebuah hadits Bukhari nomor 1032, dari Ummul Mukminin, Aisyah radhiyallahu’anha mengatakan:

Latin: Allahumma shoyyiban nafi’an.

Yang artinya: Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang bermanfaat.

Doa ini dapat kita panjatkan agar hujan yang turun adalah hujan yang bermanfaat. Selain itu juga agar hujan yang turun tidak menimbulkan bencana alam.

Doa Ketika Turun Hujan Lebat

Telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari, berikut ini adalah doa yang dapat kita panjatkan ketika turun hujan lebat yang pernah dibaca Rasulullah SAW:

Latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

Yang artinya: Ya Allah, turunkan lah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan.

Doa ketika turun hujan disertai angin kencang

Imam Muslim dalam salah satu haditsnya juga meriwayatkan bahwa saat hujan disertai dengan angin kencang Rasulullah SAW pernah membaca sebuah doa angin kencang berikut ini:

Latin: Alloohumma innii as-aluka khoirohaa wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih. Wa-a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih.

Yang artinya: Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirim bersamanya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan yang Engkau kirim bersamanya.

Doa ketika hujan petir

Kemudian diriwayatkan di dalam hadits Imam Malik, Rasulullah SAW juga pernah membaca doa ketika hujan diawali atau disertai petir seperti berikut ini:

Latin : Subhaanalladzii yusabbihur ro’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatih.

Yang artinya: Mahasuci Allah yang dengan memuji-Nya bertasbih lah halilintar dan juga para malaikat karena takut kepada-Nya.

Doa agar hujan berhenti

Lalu doa seperti apa yang dapat kita panjatkan jika hujan tidak kunjung berhenti? Seperti yang kita tahu bahwa hujan deras yang turun selama beberapa hari dapat menyebabkan bencana alam.

Misalnya saja musibah banjir dan tanah longsor. Dikisahkan bahwa di zaman Rasulullah SAW juga pernah terjadi hujan deras selama beberapa hari, dan akibatnya banyak akses jalan menjadi terputus, stok makanan pun kemudian membusuk dan aktivitas umat pun menjadi terhambat.

Rasulullah kemudian berdoa kepada Allah SWT untuk menolong umatnya, dengan membaca doa berikut ini:

Latin: Allahumma haawalaina wa laa ‘alaina. Allahumma ‘alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.

Yang artinya: Ya Allah, turunkan lah hujan di sekitar kami, bukan yang untuk merusak kami. Ya Allah, turunkan lah hujan ke dataran tinggi, sebagian anak bukit, perut lembah, dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan (HR Bukhari).

Baca juga: Baca Doa Dzun Nuun Berikut Ini Ketika dalam Kesusahan

Doa Musibah Banjir

Berikut doa yang dapat kita panjatkan apabila terkena musibah banjir:

Wa qila ya arubla’i ma’aki wa ya sama`u aqli’i wa gidal-ma`u wa quiyal-amru wastawat ‘alal-jdiyyi wa qila bu’dal lil-qaumi-zalimin.

Artinya:

“Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah, dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim.”

Kemudian dapat juga dilanjutkan dengan membaca doa hujan lebat serta angin kencang lekas pergi

Alloohumma innii as-aluka khoirohaa wa khoiro maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih. Wa-a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa khoiro maa ursilat bih.

Artinya: “Ya Allah, saya memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang Engkau kirim bersamanya. Dan saya berlindung kepada-Mu dari kejahatan angin ini, kejahatan yang ada di dalamnya, dan kejahatan yang Engkau kirim bersamanya.”

Dan terakhir kita dapat berdoa supaya musibah banjir berganti dengan berkah

Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji’un. Allâhumma ajirnî fî mushîbatî wa akhlif lî khairan minhâ

Artinya: “Kami berasal dari Allah SWT dan kepadaNyalah kita kembali. Ya Allah, limpahkanlah pahala dalam musibah yang terjadi padaku dan berikanlah ganti yang lebih baik daripada sebelumnya.

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *