Simak Ulasan Doa Terhindar Penyakit ‘Ain Berikut Ini !

  • Whatsapp

Dalam ajaran agama Islam dikenal berbagai kekuatan supranatural yang dimiliki oleh sebagian orang. Salah satu di antaranya adalah wujudnya ‘ain. Kali ini akan kita ulas mengenai doa terhindar dari penyakit ‘ain.

Saifudin Hakim & Siti Aisyah Ismail dalam bukunya yang berjudul’Thibbun Nabawi’ menyebutkan bahwa penyakit ain adalah penyakit yang disebabkan oleh pandangan mata orang yang memiliki hasad (dengki) atau rassa kagum (takjub) kepada anak-anak.

kemudian tentang nyatanya wujud ‘ain ini, ditegaskan juga oleh Rasulullah dalam salah satu haditsnya:

الْعَيْنُ حَقٌّ وَلَوْ كَانَ شَىْءٌ سَابَقَ الْقَدَرَ سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ

“Ain itu nyata (Haq), kalau saja ada sesuatu yang mendahului takdir, niscaya ‘ain akan mendahuluinya” (HR Muslim).

Orang yang terkena penyakit ‘ain akan mengalami gangguan bahkan bisa juga mengarah ke kematian. Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Al Lajnah Ad Daimah dalam fatwanya sebagai berikut:

“Ain dari kata ‘aana – ya’iinu yang artinya: terkena sesuatu hal dari mata. Asalnya dari kekaguman orang yang melihat sesuatu, lalu diikuti oleh respons jiwa yang negatif, lalu jiwa tersebut menggunakan media pandangan mata untuk menyalurkan racunnya kepada yang dipandang tersebut. (Fatwa Al Lajnah Ad Daimah, 1/271).

Syekh Ibnu Hajar al-‘Asqalany, dalam Fath al-Bari, juga mengatakan bahwa ’ain adalah pandangan kagum atau takjub disertai dengan rasa iri dengki dari seseorang yang memiliki tabiat buruk yang mengakibatkan adanya bahaya pada orang yang dilihatnya” (, juz 10, h. 200).

Sedangkan menurut Al-Munawi dalam Kitab Faid al-Qadir mengartikan “’ain adalah pandangan pada sesuatu dalam keadaan lalai dengan rasa kagum kepadanya atau rasa dengki tanpa disertai dengan berdzikir kepada Allah”

Dilansir dari laman resmi Nahdlatul Ulama yang berjudul “Penyakit ‘Ain: Penyebab, Bahaya, dan Doa Terhindar darinya”, Ustaz M Ali Zainal Abidin menyimpulkan dari dua pengertian tersebut setidaknya bisa ditarik kesimpulan bahwa ‘ain ada dua macam.

Baca juga : Yuk Kita Simak Doa Melihat Setan dan Cara Agar Tidak Diganggu

Yang pertama adalah pandangan dari orang yang memiliki tabiat buruk yang dalam hatinya terdapat rasa hasad, dengki, dan ingin mencelakai pada orang yang dilihatnya.

Yang ke dua adalah pandangan kekaguman atau ketakjuban dari orang yang tidak sedang merasa dengki pada yang dipandang. Namun rasa kekaguman tersebut tidak disertai dengan berdzikir pada Allah.

Adanya ‘ain juga secara tersirat telah disebutkan dalam Al-Qur’an dalam ayat berikut:

وَإِن يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُواْ لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُواْ الذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ

“Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengarkan Al-Qur’an dan mereka berkata: ‘Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila’,” (QS al-Qalam: 51).

Dalam pandangannya Imam Ibu Katsir mengarahkan maksud dari kata “pandangan” dalam ayat tersebut pada pandangan yang disertai dengan kekuatan ‘ain.

Kemudian adapun efek dari terkena pandangan ‘ain ini bermacam-macam. Ada yang bisa membuat orang yang dipandang terkena penyakit, celaka, atau bahkan yang lebih parah dapat sampai menyebabkan kematian.

Seperti kejadian di zaman Rasulullah SAW, yaitu pada saat sahabat Amir bin Rabiah mandi bersama Sahabat Sahl bin Hanif. Amir bin Rabiah terkagum-kagum saat melihat badan Sahl bin Hanif yang putih dan bersih, seketika itu juga Sahl bin Hanif pingsan, para sahabat yang lain kemudian memanggil Rasulullah SAW.

Setelah Rasulullah meruqyah Sahl bin Hanif, beliau bersabda:

إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ نَفْسِهِ أَوْ مَالِهِ أَوْ أَخِيهِ مَا يُعْجِبُهُ فَلْيَدْعُ بِالْبَرَكَةِ فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ

“Ketika salah satu di antara kalian kagum saat melihat dirinya sendiri, barang miliknya atau saat melihat saudaranya, maka doakanlah dia dengan keberkahan, karena ‘ain itu nyata” (HR Nasa’i dan Hakim).

Doa Terhindar Penyakit ‘Ain

Tidak heran apabila Rasulullah menjadikan ‘ain ini sebagai bagian dari sesuatu yang dianggap berbahaya dan seharusnya diwaspadai.

Hal ini salah satunya dapat kita lihat dari salah satu isi doa yang dipanjatkan Rasulullah yang berisi tentang bentuk permohonan perlindungan Allah atas penyakit ‘ain seperti dalam doa berikut:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua setan, binatang yang beracun dan ‘ain yang menyakitkan” (HR al-Bukhari).

doa tersebut adalah salah satu bentuk ikhtiar yang dapat kita lakukan agar terhindar dari penyakit ‘ain.

Allah SWT juga telah menjelaskan penyakit ain lewat firman-Nya dalam QS-Al Falaq. Meskipun sebenarnya dalam surat tersebut tidak mendefinisikan secara gamblang arti dari ‘ain, namun Allah memberikan pemahaman dan cara menghindari penyakit dengki tersebut.

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلْفَلَقِ (1) مِن شَرِّ مَا خَلَقَ (2) وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ (3) وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّٰثَٰتِ فِى ٱلْعُقَدِ (4)وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ (5)

Artinya: “Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang mengembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.” ( QS. Al-Falaq 1-5).

kemudian apakah semua pandangan seseorang yang disertai rasa kagum atau dengki dapat menyebabkan penyakit ‘ain? Tentu tidak.

Perlu kita ketahui juga bahwa pandangan berkekuatan ‘ain tidak secara pasti wujud pada setiap orang yang memandang orang lain dengan rasa kagum atau rasa dengki.

Karena sebab ‘ain sebenarnya hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu dengan adanya kriteria-kriteria tertentu. Misalnya saja dapat kita lihat dari berbagai kisah-kisah yang terjadi berkaitan dengan penyakit ‘ain. Sebagai contoh seperti yang diceritakan oleh Imam Asmu’i dalam kitab Tafsir al-Qurtubi berikut:

“Imam Asmu’i berkata, ‘Aku pernah melihat orang yang memiliki kemampuan ‘ain mendengar bahwa ada seekor sapi yang diperah susunya. Lantas ia kagum pada air susu yang keluar dari sapi tersebut.

Lalu ia berkata, ‘Adakah sapi-sapi lain yang seperti ini?’ Orang di sekitarnya menjawab, ‘Si fulan menyembunyikan sapi lain (yang air susunya seperti sapi awal) yang disembunyikan dari sapi awal’.

Tak lama kemudian dua sapi yang dimaksud tersebut mati, baik yang disembunyikan ataupun yang tidak disembunyikan”

“Imam Asmu’i berkata, ‘Aku mendengar orang tersebut berkata, ‘Saat aku melihat sesuatu yang mengagumkanku maka aku merasakan rasa panas yang keluar dari mataku’,” (Syamsuddin al-Qurthubi, al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, juz 9, h. 227).

 

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *