Simak Doa Melihat Angin Besar dan Dzikir Keselamatan Berikut Ini !

  • Whatsapp

Sebagai seorang muslim tentunya kita tahu bahwa kita dianjurkan untuk selalu berdoa kepada Allah dalam keadaan apapun, bahkan ketika ada ada angin besar. Bagaimana bacaan doa melihat angin besar? Simak ulasannya berikut ini.

Membaca doa akan memberikan ketenangan hati bagi setiap muslim. Begitu juga ketika terjadi sesuatu dengan alam. Seperti yang kita tahu bahwa angin kencang kerap terjadi di musim penghujan. Angin juga bisa menjadi sumber bencana alam maupun berdampak pada fasilitas umum yang rusak, seperti listrik yang padam dan rumah tertimpa pohon, dan lain sebagainya. Doa Melihat Angin Besar

Ketika menghadapi angin kencang, setiap muslim dapat mengamalkan doa. Doa melihat angin kencang bertujuan agar kita selamat dari bahaya dan tetap mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.

Doa ini juga bisa dibaca bersamaan ketika hujan turun.  Selain itu kita juga bisa berdzikir kepada Allah agar selalu di lindungi dan mendapatkan keselamatan.

Doa Melihat Angin Besar

Berikut ini adalah doa ketika melihat angin besar

 Allahumma innii as’aluka khairahaa wa a’uudzubika min syarriha

Artinya: Ya Allah, sungguh aku mohon kepadaMu kebaikan angin ini, serta aku berlindung kepadaMu dari keburukannya.

Sebagaimana dengan hadist sahih yakni Hadis Riwayat Abu Dawud nomor 5079 dan Ibnu Majah nomor 3727. Para ulama menyebutkan bahwa angin juga merupakan bentuk rahmat Allah. Namun perlu kita ingat, angin juga kadang berujung kepada azab.

Maka dari itu kita dianjurkan untuk berdoa dan berdzikir kepada Allah. Hal ini juga menumbuhkan prasangka baik atas angin yang diturunkan Tuhan di muka bumi.

Selain doa diatas,ada juga lafal lain yang dapat kita penjatkan. Kita bisa juga membaca doa melihat angin besar di bawah ini.

Allahumma innii as’aluka khairahaa wa khaira maa fiiha wa khaira maa ursilat bihi wa a’uudzubika min syarrihaa wa syarri maa fiiha wa syarri maa ursilat bihi

Artinya: Ya Allah, sungguh aku mohon kepada Mu kebaikan angin ini, kebaikan apa yang ada padanya, dan kebaikan pada tujuan angin ini dihembuskan. Aku berlindung kepadaMu dari keburukan angin ini, keburukan apa yang ada padanya, dan keburukan tujuan angin ini dihembuskan.

Doa ini sesuai dengan hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim nomor 899, at Tarmidzi nomor 3449 dari Aisyah.

Baca juga: Simak Ulasan Doa Terhindar Penyakit ‘Ain Berikut Ini !

Doa Agar Terhindar Dari Bencana

“Allahumma bihaqqil faatihah wasirril faatihah ya faarijal hammi wa yaa kaasyifal ghammi ya man lli ibaadihii yaghfiru wayarham. Yaa daafi’al bala’i yaa Allah wa yaa daafi’al bala’i yaa rahmaan wa yaa daafi’al balaa’i yaa rahiim. Idfa’ annal gholaa’a wal balaa’a wal wabaa’a wal fahsyaa’a wal munkarra was suyuufal mukhtalifata wasy syada ida wal mihana maa dhahara minhaa wamaa bathana min baladinaa hadzaa khash shataw wamibbul daanil muslimiina ‘ aammatan innaka’ alaama tasyaa’u qadiir.”

Artinya:

“Ya Allah, dengan kebenaran fatihah dan dengan rahasia yang terkandung dalam fatihah, ya Allah Tuhan Yang melapangkan kedudukan dan Yang menghilangkan kesedihan, Ya Allah Tuhan Yang Maha kasih sayang kepada hambanya, Ya Allah, Tuhan Yang menghindarkan bala, Ya Allah Tuhan Pengasih Yang menolakkan bala, Ya Allah Tuhan Yang Maha Penyayang Yang menjauhkan bala, tolakanlah dari kami malapetaka, bala, bencana, kekejian dan kemungkaran, sengketa yang beraneka, kekejaman dan peperangan, yang tampak dan yang tersembunyi, dalam negara kami khususnya dan dalam negara kaum muslimin pada umumnya, sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.”

Bacaan Dzikir

Jangan lupa juga untuk selalu berdzikir kepada Allah agar diberikan keselamatan di dunia maupun akhirat. Bacalah dzikir berikut ini.

  1. Astaghfirullah(3x). Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarokta yaa dzal jalaali wal ikrom.

Artinya : “Aku minta ampun kepada Allah,” (3x) Lalu membaca : “Ya Allah, Engkau pemberi keselamatan, dan dari-Mu keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Yang Pemiliki Keagungan dan Kemuliaan” (HR. Muslim no 591)

  1. Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir. Allahuma laa maani’a lima a’thoita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfau dzal jaddi minkal jaddu.

Artinya : “Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya puji dan bagi-Nya kerajaan. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang bisa mencegah apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal sholehnya yang menyelamatkan dari siksaan). Hanya dari-Mu kekayaan dan kemuliaan” (HR. Bukhari no.6615, Muslim no.593)

  1. Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir. Laa hawla wa laa quwwata illa billah. Laa ilaha illallah wa laa na’budu illa iyyah. Lahun ni’mah wa lahul fadhl wa lahuts tsanaaul hasan. Laa ilaha illallah mukhlihiina lahud diin wa law karihal kaafirun.

Artinya : “Tiada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan Pujaan. Dia Maha kuasa atas segala seuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah. Tiada Rabb (yang hak disembah) kecuali Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya. Bagi-Nya nikmat, anugerah dan pujaan yang baik. Tida Rabb (yang hak disembah) kecuali, dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, sekalipun orang-orang kafir sangat benci” (HR. Muslim, no.594).

  1. Subhanallah wal hamdulillah wallahu akbar (33 x) Laa ilaha illallah wahda, laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

Artinya : “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, dan Allah Maha Besar (33x). Tidak ada Rabb (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan. Bagi-Nya pujaan. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu” (HR. Muslim no. 597).

  1. Laa Ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumiit wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.

Artinya : “Tiada Rabb yang berhak disembah kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya Kerajaan, bagi-Nya segala puja. Dia-lah yang menghidupkan (orang yang sudah mati atau memberi roh janin yang akan dilahirkan) dan yang mematikan. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.” Dibaca sebanyak 10 kali setiap sesudah sholat Maghrib dan Shubuh).

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *