Jangan Terburu-Buru, Bacalah Doa Subuh Berikut Ini Setelah Sholat!

  • Whatsapp

Setelah kita melaksankan sholat subuh lebih baik kita duduk dulu. Berdzikir dan berdoa kepada Allah. Sempatkan sejenak sebelum memulai hari atau sebelum bersiap dengan segala urusan duniawi. Doa Subuh ini sangat baik untuk kita amalkan.

Tahukah Naisha mate bahwa kita disarankan untuk membaca doa dan zikir setelah melaksanakan sholat Subuh? Sebenarnya hal ini dikarenakan pahala yang didapat banyak seperti akan diampuni kesalahannya meski dosanya bak sebesar buih di lautan.

Doa Subuh

Berikut ini akan Naisha ulas mengenai doa dan dzikir yang dapat kita amalkan selepas menjalankan sholat subuh. Sebagaimana yang dilansir dari Buku ‘Kumpulan Doa dari Al Quran dan As Sunnah yang Shahih’ karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas:

Doa Subuh Pertama adalah dengan membaca doa setelah sholat Subuh

Allahumma innii asaluka ‘ilmaanaafi’aa. Wa rizqontoyyibaa wa amalammutaqobbalaa

Artinya: Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amal yang diterima.” (HR Ahmad, Ibnu Majah).

Kedua, dilanjutkan dengan membaca dzikir setelah sholat subuh

Bacalah dzikir berikut ini setelah salam.

Astaghfirullah 3x

Kemudian lanjutkan dengan membaca:

Allahumma Antassalaam wa minkassalaam. Tabaa rokta yaa dzaljalaali wal ikroom.

Artinya:

“Aku memohon ampun kepada Allah (3x). Ya Allah, Engkau Mahasejahtera, dan dari-Mu kesejahteraan, Maha Suci Egkau wahai Rabb pemilik keagungan dan kemuliaan.” (HR Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah.)

Kemudian membaca: Laa ilaaha illallahu wahdahuu laa syariikalahu. Lahul mulku walahul hamdu wa huwa alaa kulli syaiin qodiir. Allahumma laa maa ni’a limaa a’thoita. Wa laa mu’thiya limaa mana’ta. Wa laayanfa’u dzaljaddi minkaljaddu.

Artinya:

“Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya pula segala pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mencegah apa yang Engkau beri dan tidak ada yang memberi apa yang Engkau cegah. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan bagi pemiliknya dari (siksa)-Mu.” (HR Al Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud).

Lalu membaca: Laa ilaaha illallahu wahdahuu laa syariikalahu. Lahul mulku walahul hamdu wa huwa alaa kulli syaiin qodiir. Laa haula walaaquwwata illaabillaah. Laa ilaaha illallah walaa na’budu illaa iyyaahu lahunni’matu walahulfadhlu. Walahutstsanaaulhasanu. Laailaaha illallahu mukhlishiina lahuddiini walau karihal kaafiruuna.

“Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya pula segala pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali (dengan pertolongan) Allah semata. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah. Kami tidak beribadah kecuali kepada-Nya. Bagi-Nya nikmat, anugerah, dan pujian yang baik. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah, dengan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya. (HR Muslim, Abu Dawud, Ahmad).

Dilanjutkan dengan: Laa ilaaha illallahu wahdahuu laa syariikalahu. Lahul mulku walahul hamdu, yuhyii wayumiitu. Wahuwa ‘alaa kulli syai inqodiir.

“Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya pula segala pujian. Dialah yang menghidupkan (orang yang sudah mati atau memberi ruh janin yang akan dilahirkan) dan yang mematikan. Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.” (HR Ahmad, At Tirmidzi). (Dibaca 10 kali usai sholat Shubuh.)

Membaca: Allaahumma a’innii ‘alaa dzikrika. Wasyukrika wahusni ‘ibaadatika.

Artinya:

“Ya Allah, tolong aku agar selalu berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, serta beribadah dengan baik kepada-Mu.” (HR Abu Dawud, Ahmad).

Lalu membcaa tasbih, hamdalah dan takbir : Subhaanallaah (33x), Alhamdulillah (33x), Allaahu akbar (33x)

Kemudian dilalnjutkan dengan membaca: Laa ilaaha illallahu wahdahuu laa syariikalahu. Lahul mulku walahul hamdu, wahuwa ‘alaa kulli syai inqodiir.

Artinya:

“Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya pula segala pujian.” (HR Abu Dawud)

Kemudian kita lanjutkan lagi membaca surat Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Naas, serta ayat kursi.

Surat Al-Ikhlas

Perlu kita ketahui bahwa isi kandungan dalam surat ini adalah menyampaikan kepada umat manusia untuk selalu menyembah Allah SWT. Allah menyuruh manusia untuk senantiasa mengingat dan tidak mensekutukan Allah.

Berikut ini bacaan surat Al-Ikhlas.

qul huwallāhu aḥad

allāhuṣ-ṣamad

lam yalid wa lam yụlad

wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad

Artinya:

Katakanlah (Muhammad), ‘Dialah Allah, Yang Maha Esa’.

Allah tempat meminta segala sesuatu.

(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.

Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.

Bacaan surat Al-Falaq

qul a’uzu birabbil-falaq
min syarri ma khalaq
wa min syarri gasiqin iza waqab
wa min syarrin-naffasati fil-‘uqad
wa min syarri asidin iza asad

Artinya: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,
dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),
dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.”

Dilanjutkan surat An Naas

qul a’ụżu birabbin-nās

malikin-nās

ilāhin-nās

min syarril-waswāsil-khannās

allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās

minal-jinnati wan-nās

Artinya: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, Raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.”

Dan terakhir membaca Ayat Kursi

“Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā bi`iżnih, ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min ‘ilmihī illā bimā syā`, wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm.”

Artinya: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al Baqoroh: 255)

 

 

 

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *