Doa untuk Ibu dan Kedudukan Soerang Ibu dalam Islam

  • Whatsapp

Ibu adalah sosok yang kasih sayangnya tiada tara. Sudah sepantasnya kita selalu berdoa untuk ibu dan selalu berbakti kepadanya. Dalam islam pun sosok ibu memiliki kedudukan yang sangat mulia. Doa untuk ibu

Bahkan di dalam Al-Quran dan hadist telah tertulis jelas perintah untuk bagaimana kita menghormati kedua orang tua kita termasuk ibu.

Di Indonesia ada hari ibu yang tepatnya jatuh pada tanggal 22 Desember. Biasanya kebanyakan orang merasa antusias untuk merayakannya dengan memberi doa dan hadiah kepada ibu mereka.

Sebenarnya untuk melakukanhal semacam itu, tidak perlu untuk menunggu momen hari ibu datang. Kita boleh memberikan hadiah kapan saja kepada ibu kita.

Baca juga: Jangan Terburu-Buru, Bacalah Doa Subuh Berikut Ini Setelah Sholat!

Doa seorang anak untuk ibunya juga merupakan salah satu wujud rasa syukur kita kepada Allah SWT. Sebagaimana yang kita tahu ibu telah mengandung kita selama 9 bulan, mempertaruhkan nyawanya saat melahirkan kita lalu membesarkan dan mendidik kita dengan penuh cinta.

Doa untuk Ibu

Berikut ini adalah beberapa doa  yang dapat kita panjatkan untuk ibu dan kita dapat membacanya setiap waktu.

Doa Agar Ibu Selalu Mendapatkan Kebahagiaan

اللهم أسعد امي كما أسعد تني كبيرا

Allahumma as’ad ummi kamaa as’adatni kabiira.

Artinya: “Ya Allah, gembirakanlah ibuku sebagaimana ibuku sangat-sangat menggembirakan aku.”

 

اللهم أجعل أمي من الذين لا خوف عليهم و لا هم يحزنون وأكرمنا باالفردوس الأعلى من الجنة

Allahummaj’al ummi minalladziina la khaufu a’laihim wa lahum yahzanuun wa akrimnaa bil firdausil a’la minal jannati.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah ibuku dari golongan mereka yang tidak takut dan tidak bersedih hati dan tempatkanlah kami di dalam syurga firdaus yaitu surga yang paling tinggi.”

 

اللهم تقبل من أمي أعما لها صغير ها و كبيرها

Allahumma taqobbal min ummi a’maaluha soghiiraha wa kabiiraha.

Artinya: “Ya Allah, terimalah segala amalan ibuku sekecil-kecilnya dan sebesar-besarnya.”

Doa Agar Orang Tua Kita Disayangi Allah SWT

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى وَلِوَ الِدَىَّ وَارْ حَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَا نِى صَغِيْرًا

Alloohummaghfirlii waliwaalidayya warham humma kamaa rabbayaa nii shaghiiraa.

Artinya: “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orangtuaku (ibu dan bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil.”

Doa untuk Memohon Ampunan Dosa Kedua Orangtua

اللَّهُمَّ اغْفِرْلِى ذُنُوْبِى وَلِوَالِدَىَّ وَارْ حَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيْرَا

Allaahummaghfirlii dzunuubii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiro.

Artinya: “Ya Allah, berikanlah ampunan kepadaku atas dosa-dosaku dan dosa-dosa kedua orangtuaku, dan kasihanilah keduanya sebagaimana beliau berdua merawatku ketika aku masih kecil.”

Doa untuk yang Sudah Meninggal

اللّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِلْمَاءِ وَالشَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْاَبْيَضُ مِنَ الدَّ نَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارً اخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلًا خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَادْخِلْهُ الجَنَّةَ وَاعِذْهُ مِنْ عَدَابِ الْقَبرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

Allahummaghfir Lahu Warhamhu Wa ‘Aafihi Aa’fu ‘anhu Wa Akrim Nuzulahu Wa Wassi’ Madkhalahu, Waghsilhu Bil Maa i Wats-tsalji Walbarodi Wa Naqqihii Minal khathaa Ya Kamaa Yunaqqats-Tsawbul Abyadhu Minad Danas.

Wa Abdilhu Daaran khairan Min Daarihii Wa Ahlan Khairan Min Ahlihii Wa Zawjan Khairan Min Zawjihi, Wa Adkhilhul Jannata Wa A ‘Idzhu Min ‘Adzaabil Qobri Wa Fitnatihi Wa Min ‘Adzaabin Naar.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah, bebaskanlah, lepaskanlah kedua orangtuaku. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, bersihkanlah kedua orangtuaku dengan air yang jernih dan sejuk, dan bersihkanlah kedua orangtuaku dari segala kesalahan seperti baju putih yang bersih dari kotoran.

Dan gantilah tempat tinggalnya dengan tempat tinggal yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkannya juga. Masukkanlah kedua orangtuaku ke surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnahnya, dan siksa api neraka.”

Kedudukan Ibu dalam islam

Sebagai seorang muslim kita diwajibkan berbakti pada kedua orang tua kita terutama kepada ibu kita. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran surat Lukman ayat 14,

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ

Wa waṣṣainal-insāna biwālidaīh, ḥamalat-hu ummuhụ wahnan ‘alā wahniw wa fiṣāluhụ fī ‘āmaini anisykur lī wa liwālidaīk, ilayyal-maṣīr.

Artinya: “Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.”

Kemudian dikutip dari buku Dahsyatnya Doa Ibu oleh ustadz Syamsuddin Noor, penyebutan kata “Al-Wahn” yang artinya adalah kelemahan, kelemahan yang bertambah-tambah. Dalam konteks ini maksudnya adalah tentang membesarkan anak, mulai dari masih dalam kandungan.

Dapat kita bayangkan bahwa tidak mudah bagi seorang ibu mengandung selama sembilan bulan. membawa kita kemana-mana kita yang di dalam perutnya dan ditambah rasa sakit ketika melahirkan.

Sebagaimana yang kita ketahuui bahwa Ibu juga mempertaruhkan nyawanya saat melahirkan kita. Setelah melahirkan tugasnyapun belum pun belum selesai sampai di situ. Ibu juga  menyusui kita dengan ikhlas.

Karenanya, doa kita kepada ibu bisa menjadi salah satu bentuk rasa syukur kita telah dilahirkan ke dunia. Dan juga karena telah dibesarkan penuh dengan kasih sayang.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran surat Al-Ahqaf ayat 15. dalam ayat tersebut telah ditegaskan bahwa seorang anak wajib berbakti dan berbuat baik kepada orang tua, khususnya kepada ibu.

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ اِحْسَانًا ۗحَمَلَتْهُ اُمُّهٗ كُرْهًا وَّوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۗوَحَمْلُهٗ وَفِصٰلُهٗ ثَلٰثُوْنَ شَهْرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا بَلَغَ اَشُدَّهٗ وَبَلَغَ اَرْبَعِيْنَ سَنَةًۙ قَالَ رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَصْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْۗ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Wa waṣṣainal-insāna biwālidaihi iḥsānā, ḥamalat-hu ummuhụ kurhaw wa waḍa’at-hu kurhā, wa ḥamluhụ wa fiṣāluhụ ṡalāṡụna syahrā, ḥattā iżā balaga asyuddahụ wa balaga arba’īna sanatang qāla rabbi auzi’nī an asykura ni’matakallatī an’amta ‘alayya wa ‘alā wālidayya wa an a’mala ṣāliḥan tarḍāhu wa aṣliḥ lī fī żurriyyatī, innī tubtu ilaika wa innī minal-muslimīn.

Artinya : “Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Masa mengandung sampai menyapihnya selama tiga puluh bulan, sehingga apabila dia (anak itu) telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun dia berdoa, “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sungguh, aku termasuk orang Muslim.”

Kemudian diriwayatkan dalam sebuah hadist juga menyebutkan seberapa utamnya menghormati dan mematuhi ibu.

Abu Hurairah berkata, seseorang datang kepada Rasulullah SAW. Dia bertanya, “Ya Rasulullah siapakah orang yang paling berhak aku patuhi?,” Rasulullah menjawab, “Ibumu.” Ia lalu bertanya lagi, “Kemudian siapa lagi?” Rasulullah menjawab, “Ibumu.” Ia bertanya lagi, “Kemudian siapa lagi?”. Rasulullah SAW menjawab, “Ibumu.” Kemudian ia bertanya lagi yang keempat kali, “Kemudian siapa lagi?”, Rasulullah SAW baru menjawab “ayahmu,” (HR Bukhari dan Muslim).

 

 

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *