Doa dan Tata Cara untuk Melakukan Ruqyah Mandiri

  • Whatsapp

Cara melakukan ruqyah mandiri menurut Islam akan dapat dilakukan dengan berbagai ketentuan. Melakukan ruqyah untuk diri sendiri sebenarnya bukanlah suatu pengobatan alternatif seperti anggapan orang-orang selama ini. Ruqyah adalah membaca ayat Al-Quran atau doa-doa dari hadist, dengan niat untuk melindungi dari penyakit. Doa Ruqyah Mandiri

Biasanya, orang melakukan ruqyah utnuk diri sendiri dan orang lain dari gangguan jin dan penyakit. Misalnya saja sat ada orang yang kerasukan, demam, terluka atau penyakit lainnya. Masalah gangguan jin, sebenarnya tidak selalu seperti orang kesurupan, berteriak-teriak atau menjadi tidak terkendali.

Melakukan ruqyah mandiri menurut Islam bisa dilakukan di rumah. Caranya adalah dengan membacakan ayat-ayat Al-Quran dan beberapa doa yang telah diajarkan Rasulullah SAW. Tentunya dengan mengikuti ketentuan dan cara-caranya, diharapkan bisa terbebas dari penyakit atau terbebas dari gangguan jin.

Baca juga: Doa Bayi Baru Lahir

Adab-adab sebelum melakukan ruqyah mandiri

Cara ruqyah mandiri menurut Islam perlu memperhatikan adab-adabnya terlebih dahulu. Karena pada dasarnya ruqyah berisi ayat ayat suci Al-Quran atau doa doa dari hadist Rasulullah. Seperti yang kita ketahui bawha ruqyah boleh dilakukan secara pribadi untuk diri sendiri atau terhadap orang lain.

Ketika kita melakukan ruqyah baik untuk diri sendiri maupun orang lain harus dengan harapan berlindung kepada Allah SWT untuk menyembuhkan penyakit atau gangguan jin. Kondisi hati juga sangat menentukan hasil akhir meruqyah diri sendiri dan orang lain ini. Karena itu, dalam hati kita harus ditanamkan rasa tawakkal kepada Allah SWT dalam hati.

Berikut ini adalah beberapa adab yang perlu dilakukan sebelum cara meruqyah diri sendiri menurut islam:

  1. Kita harus suci dari hadas besar atau kecil, serta yakin kesembuhan hanya datang dari Allah.
  2. Kemudian berwudhu terlebih dahulu, karena ketika membaca kalimat thayibah dianjurkan dalam keadaan suci.

Tentunya hal ini juga berlaku jika kamu ingin meruqyah orang lain.

Cara Ruqyah Mandiri Menurut Islam

Cara ruqyah mandiri menurut Islam yang tentunya perlu diketahui setiap umat muslim agar tidak menyimpang dari syariat agama islam. Dan hal ini juga akan berlaku jika Naisha mate akan melakukan ruqyah pada orang lain.

Berikut adalah tata cara meruqyah diri sendiri menurut Islam:

  1. Diawali dengan melakukan sholattaubat atau salat hajat, masing-masing 2 rakaat.
  2. Dilanjutkan dengan membaca ayat Al-Quran dengan niat meruqyah diri sendiri ataupun orang lain dari penyakit atau dari gangguan jin.
  3. Terdapat beberapa ayat suci Alquran yang sering dibaca untuk doa ruqyah mandiri ataupun untuk orang lain dari gangguan jin. Di antaranya adalah Surat al-Fatihah, Ayat Kursi (Surat al-Baqarah 255), Surat al-Ikhlas, Surat al-Falaq, dan Surat an-Naas.
  4. Kemudian mengusapkan tangan ke seluruh tubuh setelah ditiupkan ayat Al-Quran di atas.
  5. Dilanjutkan dengan meminum atau meminumkan air yang sudah ditiupkan ayat Alquran di atas.
  6. Menanamkan sikap tawakkal dengan menjauhi larangan Allah dan menjalankan segala perintah-Nya dengan sungguh-sungguh.

Cara dan Doa Ruqyah Mandiri Sebelum Tidur

Cara untuk melakukan ruqyah pada anggota tubuh yang sakit adalah dengan meletakkan tangan di atas anggota tubuh yang sakit, lalu baca ‘Bismillah’ sebanyak tiga kali.

Kemudian dilanjutkan dengan membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW berikut sebanyak tujuh kali:
A’uudzu bi ‘izzatillahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru

Artinya: “Aku berlindung dengan keperkasaan Allah dan kekuasaan-Nya, dari kejelekan yang aku rasakan dan yang aku khawatirkan.”

Cara meruqyah diri sendiri menurut islam ini juga didasari oleh hadist dari Imam “Muslim dan Ibnu Hibban yang berbunyi:
Dari Utsman bin Abil Ash radhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau mengadukan rasa sakit di badannya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.. Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruhnya, “ Letakkanlah tanganmu di atas tempat yang sakit dari tubuhmu,” lalu beliau ajarkan doa di atas”.” (HR. Muslim 5867 dan Ibnu Hibban 2964)

Cara Melakukan Ruqyah Mandiri Sebelum Tidur

Cara untuk melakukan ruqyah mandiri selanjutnya akan dapat dilakukan saat akan bergegas tidur. Caranya adalah dengan menggabungkan kedua telapak tangan, lalu dibacakan surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Naas, kemudian tiupkan udara dari mulut  ke kedua telapak tangan.

Kemudian usapkan juga kedua telapak tangan itu ke seluruh tubuh yang bisa dijangkau. Mulai dari kepala, wajah dan tubuh bagian depan, diulang sebanyak tiga kali.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, yang menceritakan kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum tidur. (HR. Bukhari 5017 dan Muslim 2192).

Cara Melakukan Ruqyah Mandiri Saat Terluka

Cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara mengambil ludah di ujung jari, kemudian letakkan di tanah, selanjutnya letakkan campuran ludah dan tanah yang telah di ambil ke bagian yang luka, sembari membaca doa berikut:

Bismillah, turbatu ardhinaa bi riiqati ba’dhinaa, yusyfaa saqimuna bi idzni rabbinaa

Artinya: “Dengan nama Allah, debu tanah kami dengan ludah setengah dari kami, semoga disembuhkan orang sakit ini dengan izin Allah.” (HR. Bukhari 5745 & Muslim 5848).

Doa Ruqyah Mandiri

Berikut ini beberapa surat dan penggalan ayat yang digunakan untuk ruqyah mandiri maupun untuk orang lain

Surat Al-Fatihah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

  1. “Bismillāhirraḥmānirraḥīm.”

Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.”

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ

  1. “Alḥamdu lillāhi rabbil’ālamīn.”

Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”

الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ

  1. “Ar raḥmānir raḥīm.”

Artinya: “Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.”

مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ

  1. “Māliki yaumid dīn.”

Artinya: “Pemilik hari pembalasan.”

اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ

  1. “Iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īn.”

Artinya: “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.”

اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ

  1. “Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm.”

Artinya: “Tunjukilah kami jalan yang lurus.”

صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ

  1. “Sirāṭallażīna an’amta ‘alaihim gairil-magḍụbi ‘alaihim wa laḍ ḍāllīn.”

Artinya: “(Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

Ayat Kursi

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ

Latin: “allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa’u ‘indahū illā bi`iżnih, ya’lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min ‘ilmihī illā bimā syā`, wasi’a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm.”

Artinya: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al Baqarah: 255)

Surat Al-Ikhlas

qul huwallāhu aḥad

allāhuṣ-ṣamad

lam yalid wa lam yụlad

wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad

Artinya:

Katakanlah (Muhammad), ‘Dialah Allah, Yang Maha Esa’.

Allah tempat meminta segala sesuatu.

(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.

Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.

Surat Al-Falaq

Qul a’ụżu birabbil-falaq

Artinya: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar),

Min syarri mā khalaq

Artinya: dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,

Wa min syarri gāsiqin iżā waqab

Artinya: dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,

Wa min syarrin-naffāṡāti fil-‘uqad

Artinya: dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),

Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad

Artinya: dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki”.

Surat An-Naas

qul a’ụżu birabbin-nās

Artinya: Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,

malikin-nās

Raja manusia,

ilāhin-nās
Artinya: sembahan manusia,

min syarril-waswāsil-khannās

Artinya: dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi,

allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās

Artinya: yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,

minal-jinnati wan-nās
Artinya: dari (golongan) jin dan manusia.”

 

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *