Doa untuk Pemimpin Dzolim dan Ciri-Ciri Pemimpin Dzolim

  • Whatsapp

Setiap dari kita selalu memanjatkan doa, termasuk berdoa agar kita terhindar dari pemimpin yang zalim. Maka kali ini kita akan membahas mengenai doa untuk pemimpin dzolim dan agar terhindar dari pemimpin yang dzolim.

Dalam Islam, pemimpin yang baik merupakan sosok pemimpin yang jujur dan tidak zalim kepada rakyatnya. Pemimpin yang bersungguh-sungguh dalam bekerja untuk membawa negerinya menjadi makmur dan sejahtera.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda,

إِنَّ الْمُقْسِطِينَ عِنْدَ اللَّهِ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُورٍ عَنْ يَمِينِ الرَّحْمَنِ عَزَّ وَجَلَّ . . .الَّذِينَ يَعْدِلُونَ فِي حُكْمِهِمْ وَأَهْلِيهِمْ وَمَا وَلُوا

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang berbuat adil, kelak di sisi Allah (mereka berada) di atas mimbar dari cahaya di sebelah kanan Allah Azza wa Jalla. . . . yaitu mereka yang berbuat adil dalam hukum, keluarga, dan apa saja yang mereka pimpin.”

Kemudian terdapat beberapa doa yang bisa kita panjatkan agar dihindarkan dari pemimpin zalim yakni:

Seorang Ulama yang bernama Fudhail bin ‘Iyadh berkata bahwa:

“Seandainya aku memiliki doa yang mustajab, maka akan aku tujukan doa tersebut kepada pemimpin.”

Lalu ada seseorang yang bertanya pada Fudhail, “Mengapa bisa demikian?” Ia kemudian menjawab, “Jika aku tunjukkan doa tersebut pada diriku saja, maka itu hanya bermanfaat untukku. Akan tetapi kalau aku tujukkan untuk pemimpinku, maka rakyat dan negara akan menjadi baik”.

Doa untuk Pemimpin Dzolim

1. Doa untuk Pemimpin Dzolim

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى الْقِيَامِ بِمَهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ

Allahumma ashlih wulaa ta umuurinaa, Allahumma waffiq hum limaa fiihi shalaa huhum wa shalaa hul islaami walmuslimiina, Allahumma a’inhum ‘alalqiyaami bimahaa mihim ka maa amartahum yaa rabbal’aalamiin. Allahumma ab’id ‘anhum bithoonatassuu i wal mufsidiina wa qarrib ilayhim ahlalkhayri wannaashihiina yaa rabbal’aalamiina. Allahumma ashlih wu laata umuuril muslimiina fii kulli makaanin.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah pemimpin kami orang yang baik. Berikanlah taufik kepada mereka untuk melaksanakan perkara terbaik bagi diri mereka, bagi Islam, dan kaum muslimin. Ya Allah, bantulah mereka untuk menunaikan tugasnya, sebagaimana yang Engkau perintahkan, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jauhkanlah mereka dari teman dekat yang jelek dan teman yang merusak. Juga dekatkanlah orang-orang yang baik dan pemberi nasihat yang baik kepada mereka, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jadikanlah pemimpin kaum muslimin sebagai orang yang baik, di mana pun mereka berada.”

2.Doa agar terhindar dari pemimpin dzolim yang kedua

اللهم إني أعوذبك من إمارةِ الصبيان والسفهاء

(Allahumma inni a’udzubika min imratisshibyan was sufaha’)

Artinya: Yaa Allah, sungguh kami berlindung kepada-Mu dari pemimpin yang kekanak-kanakan dan dari pemimpin yang bodoh.”

3. Doa agar terhindar dari pemimpin dzolim yang ketiga

اللَّهُمَّ لَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوْبِنَا مَنْ لَا يَخَافُكَ فِيْنَا وَلَا يَرْحَمُنَا

(Allahumma laa tusallith ‘alainaa bidzunubinaa man laa yakhafuka fiinaa wa laa yarhamunaa)

Artinya: “Yaa Allah dikarenakan dosa-dosa kami janganlah Engkau kuasakan (beri pemimpin) orang-orang yang tidak takut kepada-Mu atas kami dan tidak pula bersikap rahmah kepada kami.”

4. Doa agar terhindar dari pemimpin dzolim yang keempat

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، اَللَّهُمَّ وَفِّقْهُمْ لِمَا فِيْهِ صَلَاحُهُمْ وَصَلَاحُ اْلإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَعِنْهُمْ عَلَى الْقِيَامِ بِمَهَامِهِمْ كَمَا أَمَرْتَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَبْعِدْ عَنْهُمْ بِطَانَةَ السُّوْءِ وَالْمُفْسِدِيْنَ وَقَرِّبْ إِلَيْهِمْ أَهْلَ الْخَيْرِ وَالنَّاصِحِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ كُلِّ مَكَانٍ

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah pemimpin kami orang yang baik. Berikanlah taufik kepada mereka untuk melaksanakan perkara terbaik bagi diri mereka, bagi Islam, dan kaum muslimin. Ya Allah, bantulah mereka untuk menunaikan tugasnya, sebagaimana yang Engkau perintahkan, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jauhkanlah mereka dari teman dekat yang jelek dan teman yang merusak. Juga dekatkanlah orang-orang yang baik dan pemberi nasihat yang baik kepada mereka, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jadikanlah pemimpin kaum muslimin sebagai orang yang baik, di mana pun mereka berada.”

Itulah sebagian dari doa agar terhindar dari pemimpin yang zalim. Tentunya kalimat doanya tak harus persis. Hal yang penting adalah kita berdoa agar mendapatkan pemimpin yang amanah, adil dan jujur.

Rasulullah Saw sabdanya: “Setiap orang di antara kalian adalah pemimpin dan akan dimintai tanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang imam adalah pemimpin dan dimintai tanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang suami adalah pemimpin di tengah keluarganya dan akan dimintai tanggung jawab atas kepemimpinannya. Seorang istri adalah pemimpin dan akan ditanya soal kepemimpinannya. Seorang pelayan/ pegawai juga pemimpin dalam mengurus harta majikannya dan ia dimintai tanggung jawab atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari dan Muslim, shahih).

Ali bin Abi Thalib juga menegaskan, “Kebaikan yang tidak terorganisir akan dapat terkalahkan dengan keburukan yang terorganisir.”

Sahabat Umar bin Khattab, mengatakan ; “Tiada Islam melainkan dengan jamaah, tiada jamaah melainkan dengan kepemimpinan, dan tiada kepemimpinan melainkan dengan ketaatan.”

Krisis terbesar yang kita hadapi saat ini adalah krisis keteladanan dalam kepemimpinan. Krisis ini jauh lebih dahsyat dari krisis-krisis lainya.

Rasulullah SAW telah mengingatkan kepada kita bahwa di akhir zaman ini penuh dengan fitnah, yang bersumber pada kerusakan para pemimpinnya.
Berikut ini merupakan ciri-ciri pemimpin akhir zaman tersebut :

Yang pertama adalah pemimpin jahil yang berfatwa tanpa ilmu
Dari Abdullah bin Amr bin Ash, Rasulullah SAW pernah bersabda: “Sungguh Allah tidak mencabut ilmu sekaligus dari hamba-Nya. Tetapi Allah mencabut ilmu dengan mencabut nyawa para ulama. Sehingga, ketika tidak ada satu ulama pun tersisa, manusia mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Dan pada saat pimpinan yang bodoh tersebut ditanyai, mereka memberikan fatwa tanpa berdasarkan ilmu. Mereka tersesat dan menyesatkan.” (HR. Bukhari)

Yang kedua adalah pemimpin yang jahat dan kejam
Dari Ibnu Umar yang mengatakan, Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Ketahuilah, salah satu tanda hari Kiamat adalah orang-orang jahat dan kejam diangkat menjadi pemimpin. Sedangkan orang-orang pilihan dihinakan. Ketahuilah, termasuk tanda-tanda hari Kiamat adalah banyaknya perkataan (buruk) dan sedikitnya amal (dalam riwayat lain: perkataan yang buruk).” (HR. Ad-Darimi)

Yang ketiga adalah sosok pemimpin yang suka mengulur pelaksanaan shalat dari waktunya
Dari Ibnu Mas‘ud, Rasulullah SAW bersabda: “Pasti suatu saat nanti kalian akan menemukan para pemimpin yang mengakhirkan shalat dari waktu yang telah ditetapkan seolah-olah mereka itu dalam detik-detik akhir menjelang kematiannya. Apabila kalian melihat mereka melakukan hal itu, shalatlah kalian tepat pada waktunya. Sedangkan untuk mereka jadikanlah shalatmu itu sebagai shalat sunnah.” (HR. Muslim)

Yang keempat adalah sosok pemimpin yang menjadikan penjahat dan para preman sebagai orang kepercayaan
dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda: “Benar-benar akan datang kepada kalian suatu zaman yang para penguasanya menjadikan orang-orang jahat sebagai orang-orang kepercayaan. Mereka menunda pelaksanaan shalat dari awal waktunya. Barangsiapa mendapati masa mereka, janganlah sekali-kali ia menjadi seorang penasehat, polisi, penarik pajak, atau bendahara bagi mereka.” (HR. Ibnu Hibban, Silsilah al-Ahadits al-Shahihah no. 360)

Yang kelima adalah sosok pemimpin jahat berhati setan
Rasulullah SAW juga pernah bersabda: “Sepeninggalku kelak akan muncul para pemimpin yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak meniti jejak sunnahku. Di antara mereka akan ada orang-orang yang mempunyai hati setan, namun fisik mereka adalah fisik manusia.” (HR. Muslim)

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *