Yuk Simak Ulasan Berikut Ini Tentang Doa Niat Shalat Qiyamul Lail !

  • Whatsapp

Usaha kita dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Salah satunya adalah dengan melakukan ibadah sesuai. Misalnya dengan menjalnkan shalat lail. Dalam artikel ini tentunya juga akan kita bahas mengenai doa shalat lail.

Ibadah tersebut juga dikenal dengan istilah ibadah qiyamul lail. Ibadah qiyamul lail sebenarnya beragam,  namun secara keseluruhan mengarah pada penyembahan dan penghambaan kepada Allah SWT.

Beberapa ibadah qiyamul lail yang umum dilakukan oleh umat muslim adalah dengan menjalankanshalat tahajud, shalat hajat, shalat witir, membaca selawat, dan juga berzikir.

Berikut adalah penjelasan selengkapnya mengenai shalat tahajud sebagai salah satu ibadah shalat lail beserta niat shalat lail tahajud dan tata caranya yang wajib kita ketahui.

Mengenal shalat Qiyamul Lail

Shalat Qiyamul lail adalah dsalah satu shalat sunah malam yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah. Sebagai umat muslim tentunya kita berusaha untuk menjalankan ibadah sunnah ini.

Perlu kita ketahui bahwa khusus untuk Rasulullah SAW, qiyamul lail hukumnya wajib dan bagi kaum muslimin hukumnya sunah. Allah juga telah menegaskan dalam Al-Quran QS. al-Isra ayat 9, QS. al-Muzzammil ayat 1-4, dan hadis nabi yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, at-Turmudzi, dan lain-lain mengenai shalat qiyamul lail ini.

Shalat lail ini disebut juga dengan ibadah atau shalat malam, salah satu jenisnya adalah shalat tahajud. Tahukah Naisha mate bahwa melakukan sholat lail merupakan sifat Ibadurrahman (Hamba-hamba Allah Yang Maha Penyayang)? Allah mensifati mereka dalam firmanNya; ”Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Rabb mereka.” (QS. Al-Furqan: 64).

Dari Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’dit mengatakan dalam kitabnya Taisirul Karimir Rahman fi Tafsir Kalamil Mannan; “Mereka memperbanyak shalat malam dengan mengikhlaskannya kepada Rabb mereka, (sebagai bentuk) perendahan diri mereka kepadaNya.

Selain itu menjalankan shalat lail juga merupakan kebiasaan orang-orang shalih dahulu, karena shalat Lail adalah sarana bagi seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta merupakan pencegah dan penghapus dosa-dosa. Dari Bilal, sesungguhnya Rasulullah SAW pernah bersabda;

Hendaklah kalian (biasa) mengerjakan Shalat Malam, karena sesungguhnya ia merupakan kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian. Sesungguhnya qiyamul lail (merupakan sarana) untuk mendekatkan diri kepada Allah, pencegah dari perbuatan dosa, dan penghapus dosa-dosa.” (HR. Tirmidzi Juz 5: 3549).

Tahajud Sebagai shalat Qiyamul Lail

Perlu kita ketahui bahwa tahajud berasal dari kata tahajjada yang artinya seperti istaiqazha, yang berarti terjaga, sengaja bangun, atau sengaja tidak tidur. Oleh karena itu tentu saja dilakukan pada waktu malam, sehingga dinamakan “shalatullail atau qiyamullail” yang diterjemahkan menjadi shalat malam yang dikutip dari Sudirman Abbas dalam buku The Power of Tahajud.

Shalat tahajud adalah sebuah kewajiban atas Nabi Muhammad SAW. Shalat tahajud tentunya juga memiliki keistimewaan tersendiri jika di bandingkan dengan shalat sunnah yang lain, karena syaratnya juga lebih berat, terutama mengenai waktu pelaksanaannya.

Qiyamul lail dalam hal ini shalat tahajud, merupakan salah satu sarana komunikasi langsung kita dengan Sang Pencipta. Di malam sedang sepi, seorang muslim yang shalih berdiri tegak menghadap Allah kemudian bermunajat, beristighfar dan melakukan pujian-pujian di dalam shalatnya.

Shalat ini juga merupakan sarana meraih keridhaan Allah, suatu amalan yang dicintai para malaikat dan para nabi, ibadah ini dapat memancarkan cahaya pengetahuan, memperkuat dasar keimanan dan menyehatkan tubuh.

Waktu untuk Melaksanakan shalat Tahajud

Seorang hamba sebenarnya kita dapat memilih waktu sesuai dengan kemampuannya sehingga tidak ada lagi alasan baginya untuk tidak melaksanakan shalat malam. Waktu shalat sunah tahajud/lail dan witir ini adalah sejak dari selesainya shalat Isya’ hingga shalat Subuh.

Sebenarnya ibadah di waktu malam adalah ibadah yang tepat untuk membangun kekuatan mental manusia. Allah berfirman dalam Qs. Al-Muzzamil ayat 1-4:

Artinya: “Wahai orang yang berselimut (Muhammad) (1), Bangunlah (untuk shalat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil (2), (yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu (3), atatu lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan”.

Berikut pembagian waktu pengerjaan shalat tahajud:

  • Yang pertama adalah waktu sepertiga malam pertama yaitu (setelah isya’ hingga pukul 22.00). Ini adalah waktu yang baikjika kiranya kesulitan untuk bangun malam.
  • Kemudiansepertiga malam kedua (pukul 22.00-01.00).
  • Dan waktu sepertiga malam terakhir (pukul 01.00-04.00 atau menjelang subuh). Ini adalah waktu yang utama, karena pada waktu inimayoritas orang banyak yang sudah tidur.

Doa shalat lail

Sebelum mengerjakan shalat tahajud, berikut ini adalah bacaan doa niat shalat lail yang dapat kita baca:

Ushallii sunnatat-tahajjudi rak’ataini (mustaqbilal qiblati) lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat shalat sunnah tahajud dua rakaat (dengan menghadap kiblat) karena Allah Taala.”

Setelah membaca niat shalat qiyamul lail ini, kemudian kita melakukan shalat sebanyak 2 rakaat dengan 2 kali sujud dan 1 kali salam. Mengenai bacaan shalat tahajud, tidak ada kewajiban membaca doa tertentu.

Tata Cara shalat Qiyamul Lail Tahajud

Dalam tata cara shalat lail/tahajud, biasanya shalat sunnah ini dikerjakan 2 rakaat, 2 rakaat dengan jumlah rakaat tak terbatas kemudian ditutup dengan shalat witir sebanyak 3 rakaat.

Meskipun begitu, menurut hadits HR Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW tidak pernah mengerjakan shalat tahajud lebih dari 11 atau 13 rakaat (jumlah rakaat dengan witir). Jadi tak ada salahnya jika Naisha mate mengikuti kebiasaan Rasulullah SAW.

Secara umum sebenarnya sama halnya ketika kita melakukan shalat fardhu. Yang membedakan ialah bacaan niat, doa setelah shalat tahajud, serta jumlah rakaatnya. Berikut ini merupakan tata cara untuk melaksanakan shalat lail/tahajud agar dapat dikerjakan dengan sempurna:

  1. Membaca Niat
  2. Melakukan takbiratul ihram dan doa iftitah
  3. Membaca Surat Al-Fatihah
  4. Membaca surat pendek
  5. Rukuk dengan tumakninah
  6. I’tidal
  7. Sujud
  8. Duduk di antara dua sujud
  9. Sujud
  10. Mengulang gerakan seperti rakaat pertama
  11. Takhiyat akhir
  12. Salam
Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *