Doa Agar Terhindar dari Wabah Mematikan dan Cara Menghindarinya

  • Whatsapp

Seperti yang kita ketahui bahwa dunia sedang tidak baik-baik saja. Hal ini karena tengah dilanda wabah virus Covid-19, dan sudah banyak menelan korban jiwa. Disaat seperti ini sudah seharusnya kita menjaga diri kita dan orang di sekitar kita. Kali ini Naisha akan mengulas tentang doa agar terhindar dari wabah mematikan.

Telah diwayatkan oleh Anas bin Malik dalam hadits Imam At Tirmidzi, bahwa Rasulullah pernah bersabda:

الدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَةِ

“Doa adalah intinya (otak) ibadah.”

Kemudian dari Syekh Nawawi Al-Bantani juga menjelaskan dalam Kitab Maraqi Al-‘Ubudiyyah , doa merupakan wujud bahwa seorang hamba benar-benar menjalankan perintah Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Quran surat Al Mukmin ayat 60.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدْعُونِىٓ أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِى سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Dan Rabbmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.”

Selain itu doa menurut Syekh Nawawi Al-Bantani juga merupakan wujud bahwa manusia hanya meminta kepada Allah SWT dan bukan pada yang lainnya. Telah dijelaskan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Doa itu mendatangkan manfaat atas sesuatu yang sudah atau yang belum diturunkan Allah. Tak ada yang dapat menolak qadha (ketetapan Ilahi), kecuali doa yang mustajab (terkabul).”

Berikut ini adalah doa-doa yang dapat kita panjatkan ketika sedang menghadapi suatu wabah mematikan, termasuk wabah virus covid-19.

Doa Terhindar dari Wabah Mematikan

  1. Doa terhindar dari wabah mematikan

اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ، والجُنُونِ، والجُذَامِ، وَسَيِّئِ الأسْقَامِ

Allāhumma innī a’ūdzu bika minal barashi, wal junūni, wal judzāmi, wa min sayyi’il asqāmi.

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, lepra, dan dari keburukan segala segala macam penyakit.” (HR Abu Daud nomor 1554 dan Ahmad).

  1. Doa Ruqyah

Doa ruqyah juga bisa kita panjatkan untuk menghindari suatu wabah dan penyakit. Rasulullah SAW ketika meruqyah sahabatnya pernah membacakan doa berikut ini agar terhindar dari penyakit.

امْسَحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِك الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إلَّا أَنْتَ

Imsahil ba’sa rabban nasi. Bi yadikas syifa’u. Lā kasyifa lahu illa anta.

Artinya: “Tuhan manusia, sapu lah penyakit ini. Di tangan-Mu lah kesembuhan itu. Tidak ada yang dapat mengangkatnya kecuali Kau”.

  1. Doa Ketika Sedang Sakit

Jika ternyata kita terjangkit suatu penyakit maka hendaklah kita memanjatkan doa berikut ini,

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

Allahumma rabban nasi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syafi. Lā syafiya illa anta syifa’an la yughadiru saqaman.

Artinya: Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkan lah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri.

  1. Doa Agar DiberikanKesehatan

Selain itu, sebagai seorang muslim kita juga dapat memanjatkan doa agar selalu dilimpahi kesehatan dan terhindar dari segala macam penyakit. Dari Abdullah bin Umar RA, Rasulullah SAW  bersabda,

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

Allohumma Innii A’uudzu Bika Min Zawaali Ni’matik, Wa Tahawulli ‘Aafiyatik, Wa FuJaa’ati Niqmatik, Wa Jamii’i Sakhothik.

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku ini berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat yang telah Engaku berikan, dari ubahnya kesehatan yang Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, serta dari segala murka-Mu.

  1. Doa Menjenguk Orang Sakit

Ketika menjenguk keluarga atau kerabat yang tengah sakit, sebenarnya sangat dianjurkan. Sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadist dari Muslim, Ahmad, dan Tarmidzi. Rasulullah SAW bersabda mengenai keutamaan menjenguk orang sakit.

“Barangsiapa yang menjenguk orang yang sedang sakit, dia senantiasa berada pada khurfah (kebun) di surga hingga kembali ke rumahnya.”

Kemudian Rasulullah juga membacakan doa ketika menjenguk sahabatnya, Sa’ad bin Abi Waqqash ketika sedang sakit. Adapun doanya

اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا

Allahummasyfi Sa’dan. Allahummasyfi Sa’dan. Allahummasyfi Sa’dan.

Artinya: “Tuhanku, sembuhkan Sa’ad. Tuhanku, sembuhkan Sa’ad. Tuhanku, sembuhkan Sa’ad”.

Kemudian ada juga doa untuk menjenguk orang sakit (demam) dalam riwayat Imam Bukhari. Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda,

لَا بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ

La ba’sa thahurun insya’allahu.

Artinya: “(Semoga) tidak apa-apa (sakit), semoga suci dengan kehendak Allah”

Namun jika sedang pandemi seperti ini, kita cukup mendoakan mereka dari rumah, untuk menghindari semakin luasnya penyebaran virus. Saling mendoakan dang saling menguatkan sangat penting untuk kita lakukan jika berada dalam masa-,asa sulit seperti ini.

Baca juga: Doa Bertemu Orang Asing dan Doa Menghilangkan Rasa Cemas

Doa terhindar dari wabah mematikan; Apa yang harus kita lakukan ketika terjadi wabah mematikan?

Dalam buku berjudul Memetik Hikmah di Tengah Wabah, karangan Ahmad Sarwat ia menjelaskan bahwa ada beberapa sikap yang dapat kita lakukan dalam menghadapi wabah. Berikut ini beberapa diantaranya.

  1. Berprasangka Baik Kepada Allah SWT 

Berpikir positif kepada akan mempengaruhi diri kita, dan dapat menghindarkan diri dari stress. Dalam sebuah hadits Qudsi dijelaskan, “Aku (Allah) sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku, karnanya hendaklah ia berprasangka semaunya kepada-Ku.”

  1. Optimis dan Berkata Baik Terus 

Kita juga harus selalu optimis dengan keadaan sekarang ini. Dan kita harus yakin bahwa semua datangnya dari Allah dan hanya kepadanya kita berlindung. Bahkan ketika kita sakit, hal tersebut datang juga atas izin Allah dan pasti ada alasan dibalik semua itu.

Hal ini sejalan dengan hadist dari Anas bin Malik RA, bahwa Rasulullah bersabda. “Tidaklah penyakit menular tanpa izin Allah dan tidak ada pengaruh dikarenakan seekor burung, tetapi yang mengagumkanku ialah al-Fa’lu (optimisme), yaitu kalimah hasanah atau kalimat thayyibah (kata-kata yang baik),” HR. Bukhari Muslim).

Begitu juga bagi siapapun yang tengah terpapar virus covid-19 sangat penting untuk berpikir positif agar dapat mempercepat proses recovery. Sebagaimana yang diajarkan Rasulullah bahwa kita untuk selalu berkata yang baik.

Bahkan di saat kita tidak bisa melakukannya maka dianjurkan kita untuk diam agar tidak menciptakan keburukan. Sebagaimana sabda Rasulullah dalam hadist berikut ini, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (HR. Bukhari Muslim)

  1. Kewajiban Menghindari Wabah 

Sebaiknya kita menghindari segala macam wabah agar tidak turut terjangkit. Anjuran ini juga diungkapkan Rasulullah dalam sebuah hadist, “Dan larilah dari penyakit lepra sebagaimana engkau lari dari kejaran singa.” (HR. Bukhari). di sisi lain Usamah bin Zaid RA juga meriwayatkan sabda Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa datangnya suatu wabah adalah sebagai peringatan Allah SWT untuk menguji kita semua.

Kemudian dalam riwayat yang sama, Rasulullah SAW juga memerintahkan agar umatnya menjauhi suatu negeri yang terdampak wabah, dan begitu juga sebaliknya. Rasulullah bersabda, “Tha’un (penyakit menular/wabah kolera) adalah suatu peringatan dari Allah SWT untuk menguji hamba-Nya dari kalangan manusia. Maka apabila kamu mendengar penyakit itu menjangkit suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari daripadanya.” (HR. Bukhari Muslim)

  1. Tidak Membahayakan Orang Lain 

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Abu Said al-Khudri RA, “Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan orang lain.” (HR. Malik, Daruquthni, Hakim dan Baihaqi)

Untuk itu di saat seperti ini sangat penting bagi kita untuk mematuhi protokol kesehatan. Hal ini agar kita dapat saling menjaga dan tidak menularkan atau tertular penyakit.

  1. Wajib Mengupayakan Pengobatan Syariah 

Rasulullah SAW bersabda, “Setiap penyakit ada obatnya. Apabila ditemukan obat yang tepat untuk suatu penyakit, maka akan sembuhlah penyakit itu dengan izin Allah SWT.” (HR. Muslim)

Jadi sebenarnya semua penyakit ada obatnya dan sebagai orang yang beriman maka kita juga harus menyadari bahwa hanya kepada Allahlah kita memohon kesembuhan. Karena segala sesuatu dapat terjadi atas izin dan kuasa Allah SWT.

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *