Kumpulan Doa Agar Terhindar dari Santet dan Penyakit ‘Ain

  • Whatsapp

Dalam hal ini, sihir adalah suatu sistem konseptual yang merupakan kemampuan manusia untuk mengendalikan alam melalui perantara-perantara mistik, paranormal, ataupun supranatural. Ulasan kali ini akan membahas mengenai doa terhindar dari santet.

Baca juga: Doa Agar Terhindar dari Wabah Mematikan dan Cara Menghindarinya

Intinya bahwa sihir maupun santet biasanya digunakan untuk merugikan ataupun menyakiti orang lain. Karena kita tidak bisa memastikan, bahwa semua orang menyukai kita. Kita tidak tahu jika ternyata ada orang yang menyimpan iri dengki pada kita.

Sehingga bukan tidak mungkin jika sebagian orang ada yang tidak senang dengan segala capaian diri kita. Dan karena hal itu maka tidak menutup kemungkinan, mereka akan mengirimkan sihir ataupun santet yang dapat menyakiti diri kita (Naudzubillahi mindzalik).

Sebagai upaya untuk menangkal hal semacam itu, tentu kita sebagai orang Islam tempat berlindung dan memohon pertolongan hanyalah kepada Allah SWT.

Dalam sebagian kebudayaan sihir berada di bawah tekanan dari, dan berkompetisi dengan ilmu pengetahuan dan agama. Tradisi di masyarakat Indonesia sendiri masih kental dengan hal hal mistik seperti santet dan guna-guna.

Santet dikenal sebagai salah satu cara yang kejam untuk menyakiti seseorang dengan cara gaib. Lalu, bagiamana agar kita dapat terhindar dari santet? Bacaan doa-doa berikut bisa dipraktikkan untuk menghindari santet dan guna-guna.

Doa Terhindar dari Santet

Membaca ayat-ayat Alquran sebagai berikut:

  1. Membaca surat Al-Fatihah
  2. Membaca tiga surat terakhir dari Alqurann (Surat Al-Ikhlas, Surat Al-Falaq, Surat An-Nas)
  3. Membaca ayat Kursi (Al-Baqarah: 255)

Di samping itu, hafalkan doa-doa di bawah ini, kemudian ucapkanlah tiga kali atau lebih di pagi dan sore hari:

“Bismillahilladzi la yadurru maa ismihi shay’un fil-ardi wa la fis-sama’i wa huwas-samiul-`alim”

Artinya “Dengan nama Allah; yang bersama nama-Nya tidak celaka sesuatupun yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

Perlu diingat juga bahwa doa dan zikir akan membawa manfaat jika itu datang dari hati yang lurus dan yakin kepada Allah SWT.  Oleh sebab itu kita akan menaruh segala pengharapan dan doa kita hanya kepada Allah yang Maha Kuat lagi Maha Berkuasa.

  • Hasbiyallahu la ilaha illa huwa alayhi tawakkaltu wahuwa rabbul-arshil-`azhim (Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung).
  • Allaahumma inni audzu bika min hamazatish-shayatin wa audzu bika rabbi an yahdurun (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan setan dan aku berlindung kepada-Mu dari segala gangguan setan yang mendatangiku).
  • Audzu biizzatillahi wa qudratihi mimma ajidu wa uhadhiru (Aku berlindung dengan kekuatan Allah dan kehendak-Nya dari sakit dan nyeri yang aku alami).

Berikut ini adalah doa lain yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dalam menangkal sihir dan santet, yakni:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ

Audzu bi kalimaatillahit taammati min kulli syaithonin wa haammatin wa min kulli ‘ainin laammatin

Artinya : “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang telah sempurna dari godaan setan, binatang beracung dan dari pengaruh ‘ain yang buruk”. (HR. Bukhari).

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW berkata bahwa dahulu Nabi Ismail dan Nabi Ishak meminta perlindungan kepada Allah dengan mengamalkan doa tersebut.

Kalimat Allah itu adalah kalimat yang sempurna, karena mustahil bagi Allah atau dalam nama Allah terdapat sifat kekurangan dan aib seperti pada kalimat atau kalam manusia atau makhluk. Sebagian ulama juga berpendapat bahwa yang dimaksud dengan sempurna adalah bermanfaat, terjaga dari kekurangan atau mencukupi.

Sementara yang dimaksud hammah pada doa tersebut ialah kita berlindung kepada Allah dari segala sesuatu yang beracun yang dapat mematikan. Sementara meminta perlindungan dari ‘ain yang buruk ialah apabila mengenai seseorang maka akan berdampak buruk pada orang itu.

Doa Agar Terhindar dari Penyakit ‘Ain

Tidak heran jika  Rasulullah menjadikan ‘ain ini sebagai bagian dari sesuatu yang dianggap berbahaya dan seharusnya diwaspadai.

Hal ini salah satunya dapat kita lihat dari salah satu isi doa yang dipanjatkan oleh Rasulullah SAW yang berisi tentang bentuk permohonan perlindungan Allah atas penyakit ‘ain seperti dalam doa berikut:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari semua setan, binatang yang beracun dan ‘ain yang menyakitkan” (HR al-Bukhari).

doa tersebut adalah salah satu bentuk ikhtiar yang dapat kita lakukan agar terhindar dari penyakit ‘ain.

Allah SWT telah menjelaskan di dalam firman-Nya tentang penyakit ain yaitu di QS-Al Falaq. Meskipun sebenarnya dalam surat tersebut tidak mendefinisikan secara gamblang apa itu arti dari ‘ain, namun Allah memberikan pemahaman dan cara menghindari penyakit tersebut.

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلْفَلَقِ (1) مِن شَرِّ مَا خَلَقَ (2) وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ (3) وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّٰثَٰتِ فِى ٱلْعُقَدِ (4)وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ (5)

Artinya: “Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang mengembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.” ( QS. Al-Falaq 1-5).

Kemudian tentunya kita berpikir apakah semua pandangan seseorang yang disertai rasa kagum atau dengki dapat menyebabkan penyakit ‘ain? Tentu tidak.

Pandangan yang berkekuatan ‘ain tidak secara pasti wujud pada setiap orang yang memandang orang lain dengan rasa kagum atau rasa dengki. Sebab ‘ain ini sebenarnya hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu dengan adanya kriteria-kriteria tertentu.

Misalnya saja dapat kita lihat dari berbagai kisah-kisah yang terjadi berkaitan dengan penyakit ‘ain di zaman dahulu. Contohnya seperti yang diceritakan oleh Imam Asmu’i dalam kitab Tafsir al-Qurtubi berikut:

“Imam Asmu’i berkata, ‘Aku pernah melihat orang yang memiliki kemampuan ‘ain mendengar bahwa ada seekor sapi yang diperah susunya. Lantas ia kagum pada air susu yang keluar dari sapi tersebut.

Lalu ia berkata, ‘Adakah sapi-sapi lain yang seperti ini?’ Orang di sekitarnya menjawab, ‘Si fulan menyembunyikan sapi lain (yang air susunya seperti sapi awal) yang disembunyikan dari sapi awal’.

Tak lama kemudian dua sapi yang dimaksud tersebut mati, baik yang disembunyikan ataupun yang tidak disembunyikan”

“Imam Asmu’i berkata, ‘Aku mendengar orang tersebut berkata, ‘Saat aku melihat sesuatu yang mengagumkanku maka aku merasakan rasa panas yang keluar dari mataku’,” (Syamsuddin al-Qurthubi, al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, juz 9, h. 227).

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *