Kisah Teladan Perjuangan Berdakwah Nabi Ibrahim AS untuk Kaumnya

  • Whatsapp

Kisah Nabi Ibrahim

Dalam kitab Taurat bahwa Ibrahim AS dikenal sebagai Abram di mana memiliki arti yaitu ayah yang luhur. Sebagian lain berpendapat bahwa nama Ibrahim berasal dari ab, rab, dan ham yang berarti ayah, banyak kemudaian sebagian besar. Oleh karena itu, kata Ibrahim dapat doiartikan sebagai “ayah bagi sebagian besar manusia”. Kisah Nabi Ibrahim

Seperti halnya yang disebutkan di dalam Al-Qur’an surat al-Baqarah ayat 124:“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintahdan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya akuakan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrâhîm berkata: “(Dan saya mohonjuga) dari keturunanku”. Allah telah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yangzalim” (QS. al-Baqarah:124).

Read More

Pada artikel ini Naisha akan mengulas tentang beberapa sejarah dalam kisah hidup Nabi Ibrahim AS.

Asal Usul Nabi Ibrahim AS

Nabi Ibrahim AS merupakan seorang putra dari tokoh pemahat patung terkenal di masa kekuasaan raja Namrudz. Ibrahim AS dilahirkan ketika sang ayah berusia tujuh puluh lima tahun. Ibrahim AS dilahirkan oleh seorang ibu yang bernama Umaelah, sebagian orang juga menyebutnya dengan nama Amilah.

Mengenai tempat Nabi Ibrahim AS dilahirkan, ada beberapa pendapat yang menyertainya yaitu: yang pertama, ia dilahirkan di kota bernama Ur. Kemudian yang kedua, menyatakan bahwa ia dilahirkan di daerah Babilonia (banyak yang meyakini). Lalu pendapat lain yang menyatakan bahwa Ibrahim dilahirkan di Ghautah, yaitu sebuah di wilayah Damaskus atau Syiria tepatnya di Barzat. Dan pendapat yang terakhir adalah Ibrahim dilahirkan di Haran dimana ayahnya berasal.

BACA JUGA :   Yuk Kita Simak Kisah Nabi Musa yang dapat Membelah Lautan!

Namusn sebagian besar kisah Nabi Ibrahim AS bermula dari kota Babilonia, kemudian Ia mulai tumbuh menjadi remaja, lalu berhijrah ke daerah Haran dekat dengan Bait al-Maqdis. Yang akhirnya menetap di Bait al-Maqdis hingga sang ayah Tarikh (Azar) meninggal dunia pada usia 250 tahun.

Baca juga: Doa Agar Terhindar dari Wabah Mematikan dan Cara Menghindarinya

 

Kisah Nabi Ibrahim AS dalam Mencari Tuhan yang Sesungguhnya

Hal ini berawal dari pemikiran Nabi Ibrahim ketika beranjak dewasa. Beliau saat itu merasa kehilangan sosok yang sebelumnya memberinya makan serta perlindungan. Terlebih lagi bileiau menyaksikan  pada masa itu banyak orang yang menjadi penyembah berhala. Namun, Nabi Ibrahim tidak percaya bahwa patung adalah dewa atau sesuatu yang pantas disembah. Dari situlah kemudian Nabi Ibrahim berniat untuk mencari Tuhan yang sesungguhnya.

Di dalam Al-Quran beberapa ayat mengisahkan  tentang pencarian Ibrahim siapa sebenarnya Tuhan itu, sebagaimana yang tertuang dalam Al-Quran surat Al-An’am ayat 76 sampai 78:

Ketika malam telah gelap, Dia melihat sebuah bintang (lalu) Dia berkata: “Inilah Tuhanku”, tetapi tatkala bintang itu tenggelam Dia berkata: “Saya tidak suka kepada yang tenggelam.” (QS. Al-An’am:77).

Kemudian tatkala Dia melihat bulan terbit Dia berkata: “Inilah Tuhanku”. Tetapi setelah bulan itu terbenam, Dia berkata: “Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaKu, pastilah aku termasuk orang yang sesat.” (QS. Al-An’am:78).

Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, Dia berkata: “Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar”. Maka ketika matahari itu terbenam, Dia berkata kemudian berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.” (QS. Al-An’am:78)

Ayat tersebut memberikan gambaran yang Allah karuniakan untuk Ibrahim sehingga beliau menolak agama penyembahan langit yang sedang dipercayai oleh kaumnya. Nabi Ibrahim pun kemudian tersadar bahwa Yang Mengendalikan seluruh alam semesta adalah Tuhan yang sebenarnya.

BACA JUGA :   Kisah Kesabaran Dakwah Nabi Hud Menghadapi Kaum 'Aad

Ketika Ibrahim menginjak usia remaja, Ia sering bertanya kepada sang ayah mengenai siapakah Tuhan yang sesungguhnya. Meski begitu, ayahnya tidak menghiraukan pertanyaaan-pertanyaan yang dilontarkan Ibrahim tentang Tuhan. Ibrahim juga mulai  menyadaribahwa tidak ada gunanya kaumnya menyembah berhala dan mencoba menyebarkan dakwah tentang siapakah Tuhan yang sesungguhnya.

Ayah Nabi Ibrahim tetap menyembah berhala, dan hal ini membuat Nabi Ibrahim bersedih. Ibrahim terur berusaha untuk memperingatkan,  namun ayahnya tetap kukuh dalam pendiriannya untuk menyembah berhala yang dibuat oleh tangannya sendiri.

Kisah Nabi Ibrahim AS Memperingatkan Kaumnya

Ketika beliau berada di daerah Bait al-Maqdis, Nabi Ibrahim terus berusaha untuk melaksanakan dakwahnya kaumnya agar menyembah Allah SWT di tengah masyarakat yang saat itu menyembah patung berhala. Padahal berhala tersebut diproduksi sendiri oleh ayahnya  yaitu Azar. Masyarakat di sana saat itu memiliki berbagai macam patung untuk disembah, misalnya saja jenis patung personifikasi rasi bintang-bintang yang ada di langit.

Keadaan seperti inilah yang kemudian menumbuhkan semangat dalam diri Beliay untuk mengajak kaumnya agar bertauhid kepada Allah SWT.  Sayangnya kaumnya tersebut tetap membangkang dan terus menyembah patung-patung berhala yang diciptakan sendiri, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Di dalam Al-Anbiya ayat 52 Allah telah berfirman: “(ingatlah), ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya dan kaumnya: “Patung-patung apakah ini yang kamu tekun beribadat kepadanya?” (QS. Al-Anbiya: 52).

Pada saat Nabi Ibrahim mempertanyakan itu kepada kaumnya, tidak ada satupun yang bisa menjawab. Namun,kaumnya membangkang dan tetap menyembah berhala, sebagaimana yang mereka lakukan turun-temurun. Dalam Al-Quran dikisahkan : “Mereka menjawab: “Kami mendapati bapak-bapak Kami menyembahnya.” (QS. Al-Anbiya: 53).

Sewaktu Beliau telah mendapatkan berbagai risalah Allah, Ibrahim tetap berusaha menyampaikan berbagai dakwah yang menentang tindakan penyembahan berhala yang salah itu. Hingga suatu ketika Ibrahim menyadarkan ayah kandungnya beserta kaumnya, tentang kesesatan penyembahan berhala, kisah ini diabadikan dalam Al-Quran surat Al-An’am ayat 74:

BACA JUGA :   Kisah Ketampanan Nabi Yusuf dan Kemahirannya dalam Tafsir Mimpi

Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Azar; “Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Al-An’am: 74).

Dengan tegas Beliau menganggap bahwa perilaku yang telah dilakukan kaumnya adalah sebuah kesesatan, tidak masuk akal, dan tidak dibenarkan serta tidak sejalan dengan tauhid aqidah yang telah didakwahkan kepada mereka. Pernyataan dan sikap-sikap tegas yang telah dilakukan oleh Nabi Ibrahim ini dianggap sebuah keberanian yang sangat luar biasa.

Kisah Nabi Ibrahim; Burung yang Dihidupkan Kembali

Ketika berjuang memerangi perilaku kesyirikan, Beliau masih memiliki keinginan untuk meneguhkan keimanannya terlebih dahulu. Oleh katrena itu Nabi Ibrahim memohon kepada Allah agar diperlihatkan kepada dirinya tentang bagaiman Allah menghidupkan kembali makhluk yang telah mati. Sebagaimana yang dijelaskan di dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 260:

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.” Allah berfirman: “Belum yakinkah kamu?” Ibrahim menjawab: “Aku telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku) Allah berfirman: “(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah semuanya olehmu. (Allah berfirman): “Lalu letakkan diatas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian- bagian itu, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.” dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. al-Baqarah: 260).

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *