Kisah Perjuangan Dakwah Nabi Nuh dan Mukjizat yang Dimilikinya

  • Whatsapp

Kisah Perjuangan Dakwah dan Mukjizat Nabi Nuh AS.

Nabi Nuh AS mendapatkan beberapa petunjuk dari Allah agar meluruskan keimanan kaumnya. Tidak seperti zaman sekarang, pada masa itu umur manusia sangatlah panjang. Nabi Nuh sedniri diangkat oleh Allah menjadi nabi dan rasul pada usianya yang ke 480 tahun. Dalam AlQur’an juga telah disebutkan bahwa usia Nabi Nuh adalah 950 tahun. Kisah Nabi Nuh.

Read More

Kisah Nabi Nuh

Sepanjang usianya Nabi Nuh berusaha untuk berdakwah kepada umat. Dakwah ini beliau lakukan mulai dari keluarga, orang sekitar dan para umatnya. Tetapi sayangnya semua tidak berjalan dengan mulus selama dakwah yang beliau lakukan. Nabi Nuh kala itu hanya memiliki sedikit pengikut, yaitu hanya sekitar 70 sampai 80 orang.

Pengikut Nabi Nuh AS hanya terdiri dari orang-orang biasa, dan bukan dari kalangan terpandang. Sedangkan kaum Nabi Nuh yang kafir itu tidak suka bila berdekatan dan bersama-sama dengan pengikut Nabi Nuh. Mereka beranggapan derajat mereka lebih tinggi ketimbang pengikut Nabi Nuh AS.

Penolakan atas ajakan Nabi Nuh tidak hanya berasal dari kaumnya saja tetapi juga dari kalangan keluarga bahkan istri dan anaknya. Bagi kaum yang durhaka itu, Nabi Nuh dianggap sebagai manusia biasa yang tidak memiliki mukjizat apapun.

Pemimpin-pemimpin kaum yang kafir itu mengatakan akan rela menjadi pengikutnya apabila, Nabi Nuhmenginggalkan pengikutnya yang dianggap hina tersebut. Dan Nabi Nuh menolaknya.

Para pemimpin kesal dan menantang Nabi Nuh. Jika memang kedurhakaan mereka kepada Allah dapat mendatangkan azab yang besar, maka mereka meminta Nabi Nuh untuk menyegerakan azab tersebut datang.

BACA JUGA :   Kisah Kesabaran Dakwah Nabi Hud Menghadapi Kaum 'Aad

Setelah itu, beliau kemudian mendapat petunjuk dari Allah SWT, sekaligus merupakan mukjizat. Nabi Nuh AS diperintahkan oleh Allah untuk membangun bahtera yang besar. Bahtera tersebut terbuat dari kayu jati. Nabi Nuh dan pengikutnya pun kemudian membuat bahtera tersebut.

Pembuatan bahtera tersebut memakan waktu seama 40 tahun. Selama itu pula beliau  diuji kesabarannya. Kaumnya yang kafir menganggap beliau sedang melakukan hal gila karena membuat bahtera diatas bukit.

Menurut Ibnu Abbas, bahtera tersebut memiliki ukuran panjang 1.200 hasta, lebar 600 hasta. Bahtera itu dibuat dalam tiga tingkatan yaitu tingkat pertama, digunakan untuk hewan, tingkat kedua untuk manusia pengikut nabi Nuh dan tingkat ketiga untuk bangsa burung. Bagian atas bahtera juga tentunya juga ditutup dengan kayu penutup.

Nabi Nuh AS berdoa kepada Allah SWT. Beliau memohon agar Allah jangan membiarkan seorang pun dari kaum kafir tersebut lenyap dari muka bumi. Karena apabila mereka dibiarkan hidup, nantinya mereka akan menyebabkan kesesatan dan kemaksiatan.

Setelah selesai membuat bahtera di atas bukit  yang berada di tengah gurun pasir selama kurun waktu empat puluh tahun. Maka Allah kemudian memerintahkan Nabi Nuh untuk bersiap siap. Pertanda yang diberikan Allah adalah akan muncul air dari dalam tannur di dapur rumah Nabi Nuh AS.

Para ahli tafsir berpandangan bahwa tafsiran dari at-Tannur adalah oven (alat untuk memanggang roti) di rumah Nabi Nuh. Apabila air muncul keluar dari tannur maka tandanya Nabi Nuh harus segera bertindak.

Maka pada suatu hari mulai muncul pertanda dari tannur tersebut. Mengetahui hal itu, Nabi Nuh pun segera membuka bahteranya dan mengajak orang-orang mukmin untuk segera menaiki bahtera tersebut. Malaikat Jibril kala itu turut turun ke bumi. Nabi Nuh membawa dan memasukkan burung, binatang buas, binatang yang berpasang-pasangan, sapi, gajah, semut, dan lain-lain.

BACA JUGA :   Yuk Kita Simak Kisah Nabi Musa yang dapat Membelah Lautan!

Kemudian malaikat Jibril menggiring setiap dua binatang yang berpasangan agar setiap spesies binatang tidak punah dari muka bumi. Menurut beberapa riwayat, hewan yang pertama kali naik adalah burung kakak tua, sedangkan hewan terakhir yang menaiki bahtera adalah keledai, diceritakan bahwa iblis pun ikut bergelantung dipundak keledai.

Baca juga: Kisah Teladan Perjuangan Berdakwah Nabi Ibrahim AS untuk Kaumnya

Kisah Nabi Nuh ini Allah telah dikisahkan di dalam Al Qur’an Surat Hud ayat 40, yang artinya :

“Hingga apabila perintah Kami datang dan tannur telah memancarkan air, Kami berfirman: ‘Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkanlah pula) orang-orang yang beriman.’ Dan tidak beriman bersama Nuh itu kecuali sedikit. “ (QS. Hud : 40)

Istri Nabi Nuh yang tidak beriman dan salah satu anaknya yaitu Kan’an juga tidak ikut menaiki bahtera. Diriwayatkan bahwa hanya ada 80 orang mukmin yang masuk ke dalam bahtera. Tatanannya sesuai dengan yang sudah dijelaskan sebelumnya. Kemudian agar Hewan buas tidak memangsa hewan jinak, maka Allah memberikan mereka demam kepada hewan hewan buas tersebut.

Setelah dirasa semua makhluk yang Allah takdirkan selamat memasuki bahtera dan pintu bahtera pun ditutup maka dengan kekuasaan-Nya, Allah kemudian mengeluarkan air dari langit dan air dari bumi. Air kemudian terlihat mulai meninggi yang keluar dari celah-celah bumi.

Allah juga mulai menurunkan air hujan yang sangat deras yang belum pernah dan tidak akan pernah terjadi lagi. Lautanpun semakin bergolak dan ombak memporak-porandakan bumi.

Isi perut bumi pun juga ikut bergolak dan bergerak dengan gerakan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Semua ini memang tidak wajar sehingga mengakibatkan bola bumi tenggelam dalam air untuk pertama kalinya dan menjadikan bumi seperti bola air.

BACA JUGA :   Kisah Lengkap Nabi Saleh dan Azab Bagi Kaum Tsamud

Kisah Nabi Nuh tersebut juga Allah SWT gambarkan dalam Al-Quran yang artinya :

“Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air maka bertemulah air-air itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetapkan. Dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku.” (QS. Al-Qamar: 11-13)

Air pun dikisahkan terus naik tinggi hingga di atas kepala manusia, bahkan hingga melampaui ketinggian pohon, dan puncak gunung. Pada akhirnya air menyelimuti seluruh permukaan bumi. Inilah banjir terdahsyat yang pernah ada di muka bumi. Tidak akan ada banjir sebesar ini lagi hingga sampai tiba hari kiamat nanti.

 

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *