Kisah Nabi Adam dan Siti Hawa Diusir Dari Surga dan Diturunkan Ke Bumi

  • Whatsapp

Rasulullah SAW bersabda bahwa Nabi Adam memiliki tinggi hingga 60 hasta dan memiliki rambut yang lebat, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis berikut ini “Sesungguhnya, Allah telah menciptakan Adam dalam bentuk seorang  laki-laki yang tubuhnya sangat tinggi dan rambutnya sangat lebat. Tubuhnya seperti buah kurma yang menjulang sangat tinggi.” (H.R. Bukhari). Berikut ini akan disajikan kisah Nabi adam dan Siti Hawa.

Kisah Nabi Adam

Manuia makhluk Allah yang diciptakan lebih sempurna dari malaikat dan iblis. Begitu pula Nabi Adam, sebagai manusia beliau diberkahi dengan akal, nafsu, ilmu, dan hikmah. Allah SWT juga mengajarkan Nabi Adam berbagai nama benda yang ada di surga.

Read More

Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 31 yang artinya, “Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat, seraya berfirman, “Sebutkan kepada-Ku nama semua (benda) ini, jika kamu yang benar!””

Nabi Adam menjawabnya dengan menyebutkan dengan nama benda tersebut, dan malaikat pun kagum seraya memberi hormat padanya.

Surga sebenarnya adalah tempat tinggal Nabi Adam tempat tersebut ini terasa sangat indah, damai, dan tentunya nyaman untuk di tinggali. Di surga segala keperluan kita terpenuhi dengan baik. Akan tetapi terdapat satu hal yang membuat beliau merasa kurang. Nabi Adam kesepian karena tidak ada yang menemani, sebagaimana makhluk lain yang diciptakan berpasangan.

Allah Menciptakan Siti Hawa untuk Menjadi Teman Hidup Nabi Adam AS

Allah Maha Tahu atas segala sesuatu, termasuk perasaan tentang perasaan makhluknya. Allah SWT pun kemudian memutuskan untuk menciptakan manusia kembali sebagai teman dan pasangan untuk Nabi Adam, yaitu Siti Hawa.

Allah SWT kemudian menciptakan manusia lain berjenis kelamin perempuan bernama Hawa, ketika Nabi Adam sedang dalam tidurnya. Ia diciptakan dari tulang rusuk Nabi Adam. Ketika terbangun, Nabi Adam pun terkejut dan senang karena kehadiran Hawa yang diciptakan untuk menjadi pendamping hidupnya.

BACA JUGA :   Doa Nabi Sulaiman dan Kumpulan Kisahnya dalam Al-Quran

Dalam surat An-Nisa ayat 1, Allah SWT berfirman yang artinya, “Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.”

Kemudian, Allah SWT persilakan Nabi Adam dan Hawa tinggal di surga untuk menikmati semua nikmat-Nya. Tetapi Nabi Adam dilarang untuk mendekati salah satu pohon.

Baca juga: Belajar Makna Sabar dalam Islam yang Bisa Menenangkan Hidup

Kisah Nabi Adam dan Hawa Termakan Bujukan Iblis

Sebagai Sang Maha Tahu atas segala sesuatu, termasuk perasaan dalam hati makhluk-Nya. Allah SWT pun menciptakan manusia kembali sebagai teman dan pasangan untuk Nabi Adam.

Ketika Nabi Adam tertidur, Allah SWT menciptakan manusia lain berjenis kelamin perempuan bernama Hawa, dari tulang rusuk Nabi Adam. Saat terbangun, Nabi Adam pun terkejut akan kehadiran Hawa dan merasa senang ketika mengetahui bahwa Hawa datang sebagai teman hidupnya.

Allah SWT telah berfirman dalam Al-Quran surat An-Nisa ayat 1 yang artinya, “Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.”

Kemudian, Allah SWT persilakan keduanya untuk tinggal di surga untuk menikmati semua nikmat-Nya. Akan tetapi ada larangan mendekati salah satu pohon yang berada disurga. Pohon tersebut adalah pohon khuldi.

Sebenarnya Nabi Adam tidak tergoda dengan bisikan iblis untuk mendekati buah tersebut. Namun, iblis juga menggoda Hawa. Dan Hawapun terbujuk rayuan iblis dan membujuk Nabi adam agar mendekati dan memakan buah khuldi. Karena bujukan dari Hawa akhirnya Nabi Adam melanggar larangan Allah SWT.

BACA JUGA :   Kisah Nabi Yunus yang Ditelan Ikan Paus Namun Tetap Hidup

Nabi Adam, Hawa dan Iblis Diturunkan ke Bumi

Nabi Adam dan Hawa, “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.”

Meski pun mereka telah berusaha memohon ampunan dan Allah SWT telah memaafkan perbuatan mereka serta menerima tobatnya, tetapiAllah tetap mengeluarkannya dari surga. Allah SWT tetap mengusirmereka dari surga yang penuh kenikmatan itu.

Karena hal ini juga sesuai dengan kehendak Allah SWT yang menciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Iblis pun turut kembali terusir dari surga dan harus hidup di bumi walaupun berbeda alam dengan manusia.

Di bumi inilah, manusia hidup, menemui ajalnya, dan dibangkitkan oleh Allah SWT. Selain itu, di bumi juga lah iblis akan terus menggoda keimanan manusia dan menjerumuskannya dalam kesesatan.

Sebagaimana sumpah iblis yang diabadikan dalam Al-Quran surat Al-Araf ayat 16–17 yang artinya, “Iblis menjawab, ‘Karena Engkau telah menghukumku tersesat, maka saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.”

Apabila manusia senantiasa mengikuti petunjuk dari Allah SWT dan dan berada di jalan Allah  maka ia tidak akan terbujuk oleh godaan iblis. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 38–39 yang artinya:

“Kami berfirman, “Turunlah kamu semua dari surga! Kemudian jika benar-benar datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barangsiapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.” Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.”

Nabi Adam dan Hawa Dipertemukan

Dikisahkan bahwa Nabi Adam dan Hawa diturunkan ke muka bumi dalam keadaan terpisah. Keduanya terpencar dan saling mencari dalam waktu yang tidak singkat. Dan gtentunya banyak rintangan yang mereka lalui semasa itu.

BACA JUGA :   Kisah Lengkap Nabi Saleh dan Azab Bagi Kaum Tsamud

Digambarkan bahwa keadaan bumi kala itu tidak seperti sekarang. Bumi terdiri dari gunung-gunung yang menjulang tinggi, kemudian jurang-jurang terjal menganga lebar, pohon-pohon besar yang tumbuh berdesakan, dan berbagai kondisi alam lainnya.

Walaupun diterpa berbagai hambatan dan rintangan, Allah SWT telah menganugrahkan Nabi Adam dan Hawa akal sehat untuk mengatasi permasalahan ketika hidup di dunia. Setelah bertahun-tahun saling mencari, keduanya pun dipertemukan oleh Allah SWT di Jabal Rahmah, sebuah bukit yang kerap disebut gunung. Yang letaknya berada  di dekat Padang Arafah.

Peristiwa Nabi Adam dan Hawa ketika bertemu ini kemudian diperingati setiap tahunya oleh umat Islam seluruh dunia. Dengan cara melakukan ibadah wukuf di Padang Arafah bagi yang menjalankan ibadah haji dan puasa di hari Arafah bagi yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Setelah itu, Nabi Adam bersama Hawa memulai kehidupan baru di muka bumi dan menjalani perannya sebagai khalifah di muka bumi ini. Dikisahkan bahwa mereka hidup di goa yang besar dan lebar yang digunakan sebagai tempat perlindungan.

Adanya akal yang diberikan Allah SWT mempuat mereka dapat beradaptasi dan mengelola apa yang ada di lingkungan mereka. Dan seiring berjalannya waktu, mereka juga dianugrahi keturunan. Setiap  kali Hawa melahirkan, mereka selalu dikaruniai anak kembar, yaitu laki-laki dan perempuan.

Pada persalinannnya yang pertama anak laki-laki tersebut diberi nama Qabil. Sementara sang anak perempuan bernama Iqlima. Setahun kemudian mereka kembali dikaruniai buah hati kembar. Anak tersebut kemudian diberi nama Habil dan Labuda.

Nabi Adan dan Hawa dalam mengasuh dan membesarkan anak selau bekerjasama anak-anak kembarnya. Keduanya nemberikan kasih sayang penuh dan tidak membeda-bedakan anak-anaknya.

Hal ini dilakukan dengan harapan, anak-anaknya kelak dapat memiliki keturunan lain secara luas untuk mengisi dan memakmurkan bumi Allah SWT.

Itulah kisah singkat tentang Nabi Adam dan Siti Hawa. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kisah-kisah tersebut.

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *