Simak Doa Anti Malas Lengkap dengan Mitos dan Faktanya Berikut Ini!

  • Whatsapp

Sebagai seorang manusia tentunya kita pasti pernah mengalami rasa malas. Tidak dapat dipungkiri bahwa memang kadang terasa menyenangkan jika kita bisa menghindar dari tugas-tugas kita. Apalagi kalau kemalasan kita disandingkan dengan drama dan minuman favorit. Untuk itu kali ini Naisha akan membahas tentang Mitos fakta seputar malas dan juga doa anti malas.

Mitos dan Fakta tentang Malas

Read More

Malas merupakan suatu kondisi di mana seseorang berperilaku menghindari pekerjaan yang seharusnya biasa ia kerjalan dengan potensi dan energi yang dimiliki. Secara psikologis malas juga dapat dikaitkan dengan dua perilaku, yaitu prokrastinasi (menunda-nunda) dan idleness (berdiam diri). mereka yang melakukan prokrastinasi  biasanya cenderung akan menunda atau memilih untuk mengerjakan tugas yang lebih mudah dibanding tugas utama. Sementara idleness merupakan suatu bentuk perilaku yang nirfaedah dan bisa sampai meninggalkan tugas yang seharusnya dilakukan. Perilaku malas merupakan perilaku yang dianggap sangat tidak produktif. Namun, sebenarnya rasa malas bisa dilihat dari beberapa sisi. Dan berikut ini adalah ulasan mengenai mitos dan fakta malas.

Apakah malas ada hubungannya dengan gen?

Apabila dilihat dari sisi psikologis, otak dan tubuh kita terbiasa terbiasa merespon positif terhadap sesuatu yang dianggap menyenangkan. Misalnya ketika melakukan hobi, makan, berolahraga atau kegiatan lainnya. Rasa senang tersebut beasal dari dopamin yang merupakan pemicu utama terhadap sistem hadiah (reward system). semakin banyak dopamin yang dikeluarkan, maka perasan senang itu juga akan semakin kuat muncul dan kita akan cenderung mengulang perilaku untuk membuat senang ini.

Dalam sebuah penelitisn yang dilakukan di Universitas Missouri menunjukan bahwa terdapat kemungkinan adanya perubahan genetik yang berkaitan dengan aktivitas fisik dan kemalasan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dua kelompok tikus, yaitu tikus yang aktif berlari dan yang kurang aktif berlari di roda mainan. Setelah dilihat selama sepuluh generasi, keturunan dari kelompok tikus yang aktif berlari secara umum memiliki kemampuan berlari 7 mil per hari. Sdan untuk kelompok tikus yang kurang senang berlari, hanya dapat berlari 4 mil per hari. Dalam penelitian ini memunculkan kemungkinan bahwa adanya “couch-potato gane” yang dapat diturunkan. Dengan adanya couch-potato gene ini, memungkinkan jika dopamin akan kurang banyak dikeluarkan. sehingga orang akan cenderung lebih malas untuk melakukan sesuatu karena tidak adanya unsur kesenangan. Gen inilah yang kemungkinan membuat seseorang enggan untuk melakukan aktivitas. Meskipun hasil penelitian ini masih belum bisa digeneralisir pada seluruh manusia, namun penelitian ini bisa menjadi salah satu insight bahwa adanya kemungkinan pengaruh gen dalam rasa malas. Dan penelitian ini juga perlu untuk dikembangkan.

BACA JUGA :   Simak Doa Berbicara di Depan Umum dan Pembuka Acara Berikut Ini!

Sebuah bentuk selfsabotage

Di luar sana perilaku malas masih menjadi banyak perbincangan. Namun, sebenarnya perilaku malas juga merupakan bentuk selfsabitage. Perilaku ini bisa saja terjadi dikarenakan oleh self-esteem yang rendah dan perasaan takut pada kegagalan. Sebagian orang memilih untuk menghindar dibandingkan melangkah den menghadapi kenyataan. Perilaku ini terkesan seeperti meminimalisir rasa bersalah dengan berpikir bahwa ia bukanlah orang yang gagal, namun mereka hanya belum mencoba saja. Perilaku malas inilah yang kemudian membuat seseorang tidak bisa mencapai tujuan hidupnya.

Apakah Depresi dan Malas itu Sama?

Apabila seseorang mengalami depresi bisa saja mereka juga sedang kehilangan motivasi untuk melakukan kegiatan. Hal ini juga dapat mengakibatkan menumpuknya tugas-tugas yang seharusnya dikerjakan. Terkadang orang yang sedang depresi dianggap sebagai pemalas. Namun sebenarnya malas dan depresi merupakan dua hal yang sangat berbeda. Orang dengan depresi bisa saja ingin menyelesaikan tugasnya, namun ia tidak mampu untuk melakukan itu. Sementara itu, orang yang malas memilih untuk menghindari tugas dan justru memilih hal lain yang dirasa lebih menyenangkan.

Benarkah Malas Dapat Menular?

Dalam masyarakat terdapat stereotip apabila kita berteman dengan orang malas maka kita akan tertular kemalsannya. Sebenarnya disini bukanlah rasa malasnya yang menular. Dan hal ini dapat dijelaskan dengan teori konformitas. Manusia cenderung mengamati dan mengimitasi apa yang terjadi didalam kelompoknya. Sebagai contoh, kita mendapatkan tugas kuliah dan diberikan waktu untuk mengerjakan selama satu minggu. Jika teman-teman kita bersantai dan menunda mengerjakannya maka kita juka akan cenderung melakukan hal yang sama.

Apakah Malas Itu Selalu Negatif?

Walaupun rasa malas sangat sering dikaitkan dengan kegagalan, namun belum tentu malas merupakan hal yang negatif. Ada juga seseorang yang tidak ingin melakukan suatu pekerjaan meski memiliki energi untuk melakukannya. Hal ini bisa saja terjadi ketika kegiatanya monoton dan menimbulkan rasa bosan. Malas bisa menjadi sesuatu yang ppositif dan efisien jika tujuan yang ingin dicapai tetap terselesaikan dengan baik.

BACA JUGA :   Kumpulan Dzikir dan Doa Ketika dalam Perjalanan Jauh

Walaupun rasa malas wajar dimiliki setiap orang, namun jangan sampai menganggu berbagai kegiatan dan tujuan hidup kita. Apabila kita dapat menyadari bahwa sedang berada di fase malas, maka kita bisa segera bangkit dan mencari jalan keluarnya. Ada banyak life hack yang dilakukan untuk mengatasi rasa malas yang melanda. Malas memang sesuatu yang tidak baik jika kita berlama-lama dengannya, namun kita sebenarnya bisa merubahnya menjadi output yang positif. Kita juga bisa berdoa untuk dihindarkan dengan rasa malas.

Doa Anti malas

Sebagai seorang muslim, tentunya kita juga disarankan untuk senantiasa berdoa dan melibatkan Allah dalam hidup kita. Berikut salah satu doa anti malas yang dapat kita baca:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَرَمِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبُخْل

Allahumma inni a‘udzubika minal kasali wa a‘udzubika minal jubni wa a‘udzubika minal harami wa a’udzubika minal bukhli.

Artinya: “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa malas, dan aku berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut, dan aku aku berlindung kepada-Mu dari pikun, dan aku berlindung kepadaMu dari sifat pelit.”

 

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *