Simak Bebeberapa Doa Ruqyah untuk Orang Lain Berikut ini!

  • Whatsapp

Pada kesempatan kali ini Naisha akan membahas mengenai doa ruqyah untuk orang lain. Mari kita simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Doa Ruqyah untuk Orang Lain

1. Mulailah dengan membacakan doa ruqyah untuk orang lain dengan membaca doa perlindungan di bawah ini:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ.

A’udzu bikalimaatillahit taammah, min kulli syaithanin wa haammatin, wa min kulli ‘ainin laammah

Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari godaan setan, binatang yang berbisa, dan dari pengaruh ‘ain yang buruk”.

2. Yang kedua adalah membacakan dua surat benteng diri (Al Falaq dan An Naas). Selanjutnya boleh juga ditambahkan surat Al Ikhlash.

3. Sebagaimana dua poin di atas kita membaca surat Al Ikhlash, Al Falaq, dan An Naas. Kemudian lanjutkan dengan sedikit ludah pada telapak tangan kita. Kemudian kita usapkan keseluruh tubuh (lakukan sesuai syariat) yang bisa dijangkau mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Beberapa hal di atas telah Naisha rangkum dari penjelasan yang didapat pada situs Islamqa. Ketika di laman tersebut ada yang bertanya tentang cara yang benar dalam meruqyah anak kecil yang selengkapnya ana terjemahkan di bawah berikut ini:

الحمد لله
الطريقة الصحيحة لرقية الطفل الصغير لحفظه وتحصينه هي ما كان النبي صلى الله عليه وسلم يفعله بابنيه الحسن والحسين رضي الله عنهما. فقد روى البخاري (3371) عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَوِّذُ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ وَيَقُولُ: إِنَّ أَبَاكُمَا كَانَ يُعَوِّذُ بِهَا إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ:

Artinya: “Segala puji bagi Allah. Cara yang benar untuk meruqyah anak kecil dalam rangka menjaga dan melindunginya adalah sebagaimana yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kedua cucunya Hasan dan Husain radhiallahu ‘anhuma. Bukhari no.3371 telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma  berkata: “Biasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca (doa perlindungan) untuk Hasan dan Husain dan bersabda: “Sungguh ayah kalian berdua membaca (doa perlindungan) untuk Isma’il dan Ishaq dengan doa berikut:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ

A’udzu bikalimaatillahit taammah min kulli syaithanin wa haammatin, wa min kulli ‘ainin laammah

Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari godaan setan, binatang yang berbisa, dan dari pengaruh ‘ain yang buruk”.

قال ابن حجر في “فتح الباري” (6/410): قوله: “وهامّة”: واحدة الهوام ذوات السموم . قوله: “ومن كل عين لامة”: قال الخطابي: المراد به كل داء وآفة تلم بالإنسان من جنون وخبل ” انتهى باختصار

Ibnu Hajar rahimahullah berkata di dalam Fathul Baari VI:410: “Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Al Haammah adalah bentuk tunggal dari hawam yang artinya binatang yang berbisa, sementara sabda beliau: “Wa min kulli ‘ainin laammah”, maka Al Khithabi rahimahullah berkata: “Maksudnya adalah setiap penyakit dan bencana yang menimpa manusia yang berupa kegilaan maupun kerusakan akalnya“.

ويستحب كذلك في رقية الأولاد قراءة المعوذتين عليهما ، ومسح أجسامهم أثناء القراءة ، أو قراءتهما بين الكفين ثم النفث فيهما بريق خفيف لتمسح أبدانهم بما تصل إليه اليد ، أو قراءتهما في الماء ومسحهم أو تغسيلهم به ، فقد كان النبي صلى الله عليه وسلم يُعَوِّذُ نفسه وغيره بهما.

Selain itu juga telah disunnahkan juga untuk meruqyah anak-anak dengan membacakan dua surat-surat perlindungan (Al Falaq dan An Naas) dan mengusap tubuh mereka pada saat membacakannya, atau dengan membaca dua surat tersebut, yang posisi kedua telapak tangan kita terbuka (saat membaca ayat tersebut), kemduian ditiupkan pada keduanya dengan sedikit ludah untuk mengusapkannya kepada anak yang bisa dijangkau oleh tangan. Doa Ruqyah Orang Lain dengan membaca surat benteng diri itu (Al Falaq dan An Naas) pada air, kemudian mengusapkannya kepada mereka atau memandikan mereka dengannya, karena Rasulullah SAW telah membiasakan diri baik untuk dirinya maupun orang lain. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadist berikut ini.

فعن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال : ( كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَعَوَّذُ مِنَ الجَانِّ وَعَيْنِ الإِنْسَانِ حَتَّى نَزَلَتِ الْمُعَوِّذَتَانِ ، فَلَمَّا نَزَلَتَا أَخَذَ بِهِمَا وَتَرَكَ مَا سِوَاهُمَا ) رواه الترمذي ( 2058 ) ، وصححه

Dari Abu Sa’id al Khudri radhiallahu ‘anhu berkata: “Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung (dari gangguan) jin dan ‘ain manusia sampai turun dua surat perlindungan. Pada saat keduanya diturunkan, maka beliau mengamalkannya dengan kedua surat tersebut dan meninggalkan yang lainnya”. [HR. Tirmidzi no.2058 dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam Shahih Tirmidzi]

والنفث بالريق مع المعوذتين مأخوذ من هدي النبي صلى الله عليه وسلم قبيل النوم ، فقد كان يقرأ بهما في كفيه وينفث ثم يمسح جسده الطاهر بهما ، فلما مرض كانت عائشة تفعل ذلك له ، مما يدل على أن الصغير يمكن أن تنفث له أمه بالمعوذتين وتمسح بهما عنه .

Artinya: ”Meniupkan dengan diikuti sedikit ludah diambil dari petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum tidurnya, bahwa beliau membaca kedua (surat tersebut) pada kedua telapak tangannya lalu meniupkannya pada keduanya lalu beliau mengusapkannya pada seluruh tubuhnya yang suci. Pada saat beliau sakit maka ‘Aisyah radhiallahu ‘anha melakukan hal yang sama kepada beliau. Ini menunjukkan bahwa untuk anak kecil bisa dilakukan oleh ibunya (atau ayahnya -pent) dengan meniupkan bacaan kedua surat perlindungan dan mengusapkannya kepadanya”.

فعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ : ( كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ نَفَثَ فِي كَفَّيْهِ بِـ ” قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ” وَبِالْمُعَوِّذَتَيْنِ جَمِيعاً ، ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا وَجْهَهُ وَمَا بَلَغَتْ يَدَاهُ مِنْ جَسَدِهِ . قَالَتْ عَائِشَةُ : فَلَمَّا اشْتَكَى كَانَ يَأْمُرُنِي أَنْ أَفْعَلَ ذَلِكَ بِهِ ) رواه البخاري (5748) .

Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha berkata: “Kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada saat pergi menuju tempat tidurnya, beliau meniupkan pada kedua telapak tangannya dengan bacaan “Qul huwallahu ahad” dan kedua surat perlindungan (Al Falaq dan An Naas) semuanya. Kemudian beliau mengusapkan keduanya pada wajah dan semua yang dijangkau oleh tangan”. ‘Aisyah radhiallahu ‘anha berkata: “Pada saat beliau mengeluhkan sakit, maka beliau meminta saya yang melakukan hal seperti itu”. [HSR. Bukhari no.5748]

أما أذكار الصباح والمساء ، فلم يرد ـ فيما نعلم ـ أنها تقرأ على الآخرين بقصد الرقية ، فلا ننصحك بالاستمرار بها ، واقتصر على ما ثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم ففيه الكفاية ، وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم . والله أعلم

Adapun penjelasan mengenai dzikir pagi dan petang, maka sepanjang pengetahuan kami, tidak ada petunjuk bahwa ‘Aisyah radhiallahu ‘anha membaca dzikir pagi dan petang tersebut dengan niatan untuk meruqyah.

Untuk itu Naisha tidak merekomendasikan untuk melanjutkan hal itu (membaca dzikir pagi dan petang sebagai ruqyah yang dibacakan pada anak-anak kecil), dan hendaklah mencukupkan diri dengan apa yang telah diterapkan oleh Rasulullah SAW dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk dari Rasulullah SAW. Wallahu A’lam.

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *