Doa Qunut Nazilah yang Dibacakan Rakyat untuk Palestina

  • Whatsapp

Salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk membantu perjuangan rakyat Palestina atas penjajahan Israel yaitu dengan memanjatkan doa rakyat untuk palestina. Doa ini disebut dengan doa Quntut Nazilah.

pada Kamis (20 Mei 2021) lalu pukul 02.00 waktu setempat Israel memutuskan melakukan gencatan senjata, namun perjuangan rakyat Palestina belum usai sampai di situ. Konflik ini sebenarnya tidak sepenuhnya reda setelah aksi saling serang selama 11 hari. Dalam hitungan jam, polisi Israel dikabarkan telah melakukan penyerbuan ke Kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur pada Jumat, 21 Mei 2021.
Dilansir dari Antara News, stelah tragedi pemboman selama aksi serang 11 hari dikabarkan bahwa setidaknya 232 warga Palestina meninggal yang di dalamnyanya ada 65 anak-anak dan 39 wanita. Terdapat sekitar 1.900 warga terluka dan 10 ribu jiwa terpaksa kehilangan tempat tinggal.

Sementara itu, di Indonesia, berbagai cara dilakukan masyarakat untuk memberikan bantuan bagi rakyat Palestina. Bantuan yang diberikan tidak hanya secara materil. Sebagian masyarakat juga melakukan aksi untuk melakukan doa qunut nazilah.

Dalam catatan sejarah Islam, Doa Qunut Nazilah ini pertama kali dilakukan oleh Rasulullah SAW pasca tragedi Bir Ma’unah di bulan Shafar ke-4 Hijriyah atau Mei 625 H.

Saat kejadian itu terdapat 70 sahabat yang ikut serta, namun hanya ada satu orang yang lolos, yakni Amr bin Umayyah. Dalam riwayat lain disebutkan, Muhammad bin Uqab yang diutus oleh Rasulullah SAW untuk berdakwah ke wilayah Najd.

Lalu ia justru dibantai oleh pasukan Amir bin Thufail di Bir Ma’unah. Di tengah kabar duka tersebut, Rasulullah SAW berdoa dan memohon kepada Allah SWT. Sebagaimana yang dikutip dari buku Tragedi ar-raji dan Bir Ma’unah, Awal Mula Rasulullah SAW mengamalkan ‘Qunut Petaka’.

Dalam waktu yang lainnya, Amir bin Thufail menuju Madinah untuk membunuh Rasulullah SAW. Amir pun singgah, ternyata ia sedang di rumah seorang perempuan yang terkena penyakit menular. Seakan sedang menerima balasan dari Allah SWT, dan juga menjawab doa Rasulullah. Amir pun tertular penyakit tersebut dan kemudian ia ditemukan meninggal di tengah padang pasir.

Hukum Membaca Doa Qunut Nazilah

Dalam mazhab Syafi’i hukum membaca doa Qunut Nazilah adalah sunnah. Saat terjadi malapetaka atau bahaya yang menimpa kaum muslimin maka sebaiknya kita membaca doa tersebut.

Sedangkan waktu utntuk menunaikannya adalah ketika kita berdiri bangun dari ruku’ atau disebut i’tidal, dalam kelima sholat fardhu. Dalilnya dari hadits shahih berikut:

“Sungguh Nabi SAW membaca doa qunut (nazilah) selama sebulan karena (tragedi) terbunuhnya para Qurra’ (ahli al-Qur’an) radhiyallahu ‘anhum.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Selain itu, menurut mazhab Syafi’i tak ada redaksi doa qunut nazilah tertentu. Sehingga bisa dilakukan dengan berbagai macam doa sesuai dengan konteks yang diinginkan. Namun disunnahkan untuk membaca doa qunut subuh.

Doa Rakyat untuk Palestina

Berikut ini adalah bacaan doa Qunut Nazilah versi pendek yang dapat dibaca dalam sholat fardu:

اَللهم اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، إِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، إِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ

Artinya: “Ya Allah, tetapkanlah diriku dalam hidayah bersama orang-orang yang Engkau beri hidayah, berilah diriku afiyat (terhindar dari keburukan) bersama orang-orang yang Engkau beri afiyat, jagalah diriku bersama orang-orang yang Engkau jaga, berkahilah bagiku pada anugerahyang telah Engkau berikan, jagalah diriku dari keburukan yang telah Engkau tentukan. Sungguh Engkau yang memberi keputusan dan tidak ada yang dapat merusak keputusanmu. Sungguh tidak akan hina orang yang Engkau bela. Maha banyak kebaikan-Mu dan maha luhur Engkau dari segala keserupaan.” (An-Nawawi, Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim: V/176).

Selain doa qunut subuh, pada Qunut Nazilah yang dibaca oleh Sayyidina Umar dan Ibnu Umar RA, dengan menambahkan doa berikut seperti dibawah ini:

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنَسْتَهْدِيكَ وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ وَنُثْنِي عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ نَشْكُرَكَ وَلَا نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ اللَّهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَك نُصَلِّي وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُو رَحْمَتَك وَنَخْشَى عَذَابَكَ إنَّ عَذَابَك الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ

Allâhumma innâ nasta’înuka wa nastaghfiruk, wa nastahdîka wa nu’minu bik wa natawakkalu alaik, wa nutsnî alaikal khaira kullahu nasykuruka wa lâ nakfuruk, wa nakhla’u wa natruku man yafjuruk. Allâhumma iyyâka na’budu, wa laka nushallî wa nasjud, wa ilaika nas’â wa nahfid, narjû rahmataka wa nakhsyâ adzâbak, inna adzâbakal jidda bil kuffâri mulhaq.

Artinya: “Tuhan kami, kami memohon bantuan-Mu, meminta ampunan-Mu, mengharap petunjuk-Mu, beriman kepada-Mu, bertawakkal kepada-Mu, memuji-Mu, bersyukur dan tidak mengingkari atas semua kebaikan-Mu, dan kami menarik diri serta meninggalkan mereka yang mendurhakai-Mu. Tuhan kami, hanya Kau yang kami sembah, hanya kepada-Mu kami hadapkan sholat ini dan bersujud, hanya kepada-Mu kami berjalan dan berlari. Kami mengaharapkan rahmat-Mu. Kami takut pada siksa-Mu karena siksa-Mu yang keras itu akan menimpa orang-orang kafir.”

اللَّهُمَّ عَذِّبْ الْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِينَ أَعْدَاءَ الدِّينِ الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِك وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَك وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَاءَك اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إنَّك قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ اللَّهُمَّ أَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَاجْعَلْ فِي قُلُوبِهِمْ الْإِيمَانَ وَالْحِكْمَةَ وَثَبِّتْهُمْ عَلَى مِلَّةِ نَبِيِّك وَرَسُولِك وَأَوْزِعْهُمْ أَنْ يُوفُوا بِعَهْدِك الَّذِي عَاهَدْتهمْ عَلَيْهِ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّهِمْ وَعَدُوِّك إلَهَ الْحَقِّ وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Allâhumma adzzibil kafarata wal musyrikîn, a’dâ’ad dînilladzîna yashuddûna ‘an sabîlik, wa yukadzzibûna rusulaka wa yuqâtilûna auliyâ’ak. Allâhummaghfir lil mu’minîna wal mu’minât, wal muslimîna wal muslimât, al-ahyâ’i minhum wal amwât, innaka qarîbun mujîbud da’awât. Allâhumma ashlih dzâta bainihim, wa allif baina qulûbihim, waj’al fî qulûbihimul îmâna wal hikmah, wa tsabbithum alâ dînika wa rasûlik, wa auzi’hum an yûfû bi’ahdikalladzî ‘âhadtahum alaih, wanshurhum ala ‘aduwwihim wa ‘aduwwika ilâhal haq, waj’alnâ minhum, wa shallallâhu alâ sayyidinâ muhammadin wa alâ âlihi wa shahbihî wa sallam.

Artinya: “Tuhan kami, jatuhkan azab-Mu kepada orang-orang kafir dan musyrik, (mereka) musuh-musuh agama yang berupaya menghalangi orang lain dari jalan-Mu, mereka yang mendustakan rasul-Mu, dan mereka yang memusuhi kekasih-kekasih-Mu. Ya Allah, ampunilah hamba-hamba-Mu yang beriman laki-laki dan perempuan, kaum muslimin dan muslimat, baik yang hidup maupun yang sudah wafat. Sungguh, Engkau maha dekat dan pendengar segala munajat.

Tuhanku, damaikan pertikaian di antara kaum muslimin, bulatkan hati mereka, masukkan kekuatan iman dan hikmah di qalbu mereka, tetapkan mereka di jalan nabi dan rasul-Mu, ilhami mereka untuk memenuhi perjanjian yang telah Kauikat dengan mereka, bantulah mereka mengatasi musuh mereka dan seteru-Mu. Wahai Tuhan hak, masukkanlah kami ke dalam golongan mereka itu. Semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya.” (Hasyiyatul Baijuri karya Syekh Ibrahim Al-Baijuri, Beirut, Darul Fikr, juz I, halaman 169).

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *