Yuk Simak dan Amalkan Doa untuk Rakyat Gaza Berikut Ini!

  • Whatsapp

Seperti yang kita ketahui bahwa konflik antara Israel dan juga palestina tidak kunjung usai meskipun sempat mereda. Korbannyapun banyak dari kalangan wanita dan anak-anak. Sebagai negara dengan mayoritas muslim, Indonesia melakukan berbagai cara untuk memberikan dukungan dan bantuan bagi rakyat Gaza. Bantuan yang diberikan kepada rakyat Gaza tidak hanya secara materil. Tidak sedikit dari masyarakat kita juga melakukan aksi untuk melakukan doa untuk rakyat gaza dengan membaca qunut nazilah.

Dalam sepanjang sejarah Islam, Doa Qunut Nazilah ini pertama kali dilakukan oleh Rasulullah SAW pasca terjadinya tragedi Bir Ma’unah di bulan Shafar ke-4 Hijriyah atau pada Mei 625 H.

Read More

Pada saat kehadian itu terdapat 70 sahabat yang ikut serta, namun hanya terdapat satu orang yang lolos, yakni Amr bin Umayyah. Dalam riwayat lain juga disebutkan, Muhammad bin Uqab yang diutus oleh Rasulullah SAW untuk berdakwah ke wilayah Najd.

Lalu ia justru dibantai oleh para pasukan Amir bin Thufail di Bir Ma’unah. Di tengah kabar duka tersebut, Rasulullah SAW kemudian berdoa dan memohon kepada Allah SWT. Sebagaimana yang tercantum dari buku Tragedi ar-raji dan Bir Ma’unah, Awal Mula Rasulullah SAW mengamalkan Doa Qunut Nazilah atau yang disebut juga dengan ‘Qunut Petaka’.

Di waktu lainnya lainnya, Amir bin Thufail menuju Madinah untuk membunuh Rasulullah SAW. Amir pun singgah, dan ternyata ia sedang di rumah seorang perempuan yang terkena penyakit menular. Seakan ia sedang menerima balasan dari Allah SWT, dan juga jawaban atas doa yang Rasulullah panjatkan. Amir pun akhirnya tertular penyakit tersebut dan kemudian ia ditemukan meninggal di tengah padang pasir.

BACA JUGA :   Doa Menghadapi Hinaan dan Agar Terhindar dari Kejamnya Fitnah

Apa Hukum Membaca Doa Qunut Nazilah?

Menurut mazhab Syafi’i hukum membaca doa Qunut Nazilah adalah bersifat sunnah. apabila terjadi malapetaka atau bahaya yang menimpa kaum muslimin maka sebaiknya kita membaca doa Qunut tersebut.

Sedangkan waktu untuk menunaikannya adalah ketika kita berdiri kemudian bangun dari ruku’ atau disebut dengan i’tidal, dalam kelima sholat fardhu. Berikut ini adalah dasar hadits shahihnya.

“Sungguh Nabi SAW membaca doa qunut (nazilah) selama sebulan karena (tragedi) terbunuhnya para Qurra’ (ahli al-Qur’an) radhiyallahu ‘anhum.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Doa untuk Rakyat Gaza

Berikut ini adalah bacaan doa Qunut Nazilah versi pendek yang dapat dibaca untuk mendoakan rakyat Gaza saat dalam sholat fardu:

اَللهم اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، إِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، إِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ

Artinya: “Ya Allah, tetapkanlah diriku dalam hidayah bersama orang-orang yang Engkau beri hidayah, berilah diriku afiyat (terhindar dari keburukan) bersama orang-orang yang Engkau beri afiyat, jagalah diriku bersama orang-orang yang Engkau jaga, berkahilah bagiku pada anugerahyang telah Engkau berikan, jagalah diriku dari keburukan yang telah Engkau tentukan. Sungguh Engkau yang memberi keputusan dan tidak ada yang dapat merusak keputusanmu. Sungguh tidak akan hina orang yang Engkau bela. Maha banyak kebaikan-Mu dan maha luhur Engkau dari segala keserupaan.” (An-Nawawi, Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim: V/176).

Selain membacakan doa qunut subuh, pada Qunut Nazilah yang dibaca oleh Sayyidina Umar dan Ibnu Umar RA, beliau menambahkan doa seperti berikut ini:

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنَسْتَهْدِيكَ وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ وَنُثْنِي عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ نَشْكُرَكَ وَلَا نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ اللَّهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَك نُصَلِّي وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُو رَحْمَتَك وَنَخْشَى عَذَابَكَ إنَّ عَذَابَك الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ

BACA JUGA :   Amalkan Doa Berikut Ini Agar Rezeki Lancar dan Penuh Berkah !

Allâhumma innâ nasta’înuka wa nastaghfiruk, wa nastahdîka wa nu’minu bik wa natawakkalu alaik, wa nutsnî alaikal khaira kullahu nasykuruka wa lâ nakfuruk, wa nakhla’u wa natruku man yafjuruk. Allâhumma iyyâka na’budu, wa laka nushallî wa nasjud, wa ilaika nas’â wa nahfid, narjû rahmataka wa nakhsyâ adzâbak, inna adzâbakal jidda bil kuffâri mulhaq.

Artinya: “Tuhan kami, kami memohon bantuan-Mu, meminta ampunan-Mu, mengharap petunjuk-Mu, beriman kepada-Mu, bertawakkal kepada-Mu, memuji-Mu, bersyukur dan tidak mengingkari atas semua kebaikan-Mu, dan kami menarik diri serta meninggalkan mereka yang mendurhakai-Mu. Tuhan kami, hanya Kau yang kami sembah, hanya kepada-Mu kami hadapkan sholat ini dan bersujud, hanya kepada-Mu kami berjalan dan berlari. Kami mengaharapkan rahmat-Mu. Kami takut pada siksa-Mu karena siksa-Mu yang keras itu akan menimpa orang-orang kafir.”

اللَّهُمَّ عَذِّبْ الْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِينَ أَعْدَاءَ الدِّينِ الَّذِينَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِك وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَك وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَاءَك اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إنَّك قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ اللَّهُمَّ أَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَاجْعَلْ فِي قُلُوبِهِمْ الْإِيمَانَ وَالْحِكْمَةَ وَثَبِّتْهُمْ عَلَى مِلَّةِ نَبِيِّك وَرَسُولِك وَأَوْزِعْهُمْ أَنْ يُوفُوا بِعَهْدِك الَّذِي عَاهَدْتهمْ عَلَيْهِ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّهِمْ وَعَدُوِّك إلَهَ الْحَقِّ وَاجْعَلْنَا مِنْهُمْ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Allâhumma adzzibil kafarata wal musyrikîn, a’dâ’ad dînilladzîna yashuddûna ‘an sabîlik, wa yukadzzibûna rusulaka wa yuqâtilûna auliyâ’ak. Allâhummaghfir lil mu’minîna wal mu’minât, wal muslimîna wal muslimât, al-ahyâ’i minhum wal amwât, innaka qarîbun mujîbud da’awât. Allâhumma ashlih dzâta bainihim, wa allif baina qulûbihim, waj’al fî qulûbihimul îmâna wal hikmah, wa tsabbithum alâ dînika wa rasûlik, wa auzi’hum an yûfû bi’ahdikalladzî ‘âhadtahum alaih, wanshurhum ala ‘aduwwihim wa ‘aduwwika ilâhal haq, waj’alnâ minhum, wa shallallâhu alâ sayyidinâ muhammadin wa alâ âlihi wa shahbihî wa sallam.

Artinya: “Tuhan kami, jatuhkan azab-Mu kepada orang-orang kafir dan musyrik, (mereka) musuh-musuh agama yang berupaya menghalangi orang lain dari jalan-Mu, mereka yang mendustakan rasul-Mu, dan mereka yang memusuhi kekasih-kekasih-Mu. Ya Allah, ampunilah hamba-hamba-Mu yang beriman laki-laki dan perempuan, kaum muslimin dan muslimat, baik yang hidup maupun yang sudah wafat. Sungguh, Engkau maha dekat dan pendengar segala munajat.

BACA JUGA :   Bacalah Doa-Doa Berikut Ini Agar Selamat Sampai Tujuan !

Tuhanku, damaikan pertikaian di antara kaum muslimin, bulatkan hati mereka, masukkan kekuatan iman dan hikmah di qalbu mereka, tetapkan mereka di jalan nabi dan rasul-Mu, ilhami mereka untuk memenuhi perjanjian yang telah Kauikat dengan mereka, bantulah mereka mengatasi musuh mereka dan seteru-Mu. Wahai Tuhan hak, masukkanlah kami ke dalam golongan mereka itu. Semoga shalawat dan salam Allah tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya.” (Hasyiyatul Baijuri karya Syekh Ibrahim Al-Baijuri, Beirut, Darul Fikr, juz I, halaman 169).

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *