Kunci Ketenangan Hati dalam Islam yang Harus Kita Amalkan

  • Whatsapp

Sebagai seorang manusia memang pada dasarnya kita kerap kali merasakan hati yang mudah gundah. Terlebih semasa hidup manusia pasti  takkan pernah lepas dari yang namanya sebuah masalah yang membuat ketenangan hati menjadi terusik. Maka di bawah ini akan dibahas mengenai kunci ketenangan hati dalam islam yang bisa saja membuat kita semua merasakan bahwa rasa tenang itu bisa dengan mudah kita cari.

Kunci ketenangan hati tentu sangatlah  beragam. Di bawah ini akan terdapat beberapa poin yang bisa membuat hati kita menjadi tenang apabila menjalankannya. Jangan sampai kita sebagai manusia menjadi kerap lupa bahwa kita masih punya ketenangan hati yang bisa dengan mudah kita  amalkan sendiri sesuai dengan apa yang akan kita alami.

Kunci  Ketenangan Hati dalam Islam

Mencapai Ketenangan Hati dengan Cara Mengingat Allah

Selalu mengingat Allah adalah cara yang paling mendasar bagi Umat Muslim agar hati kita merasa jauh lebih tenang. Ketenangan hati yang paling mendasar adalah dengan cara mengingat Allah. Bahwa kita ketika hidup di dunia  ini tidak akan pernah di biarkan sendiri oleh Allah.  Allah langsung yang akan memberikan ketenangan dalam hati.

. Sebagaimana Allah berfirman dalam QS Ar-Ra’d ayat 28, yang artinya:

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.”

Dalam AL-Qur’an sendiri, mengingat Allah dapat diartikan juga dengan berdzikir setiap saat. Artinya dengan berdzikir, mengingat kebesaran serta nikmat yang telah diberikan oleh-Nya, kita akan mendapatkan ketenangan hati yang memang tiada tara.

Bersyukur atas yang telah diberikan Allah

Ketenangan hati juga bisa dari  rasa syukur yang selalu kita lakukan kepada Allah. Rasa syukur inilah yang memang pada dasarnya akan memberikan rasa yang tenang kepada diri sediri. Bersyukur kepada nikmat yang telah Allah berikan merupakan cara yang mudah bagi kita untuk mendapatkan ketentraman dalam hati maupun pikiran. Allah memerintahkan kepada setiap Muslim untuk bersyukur kepada-Nya, sebagaimana firman Allah:

“Maka ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat pula kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku.” (QS Al-Baqarah:152)

Juga dalam Surat An-Nisa ayat 147, yang artinya :

“Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (QS An-Nisa:147)

Atas apa yang memang sudah terjadi, untuk mencapai ketenangan hati kita harus senantiasa selalu bersyukur atas apa yang terjadi selama ini.  Sehingga tak ada salahnya kita memiliki  kehidupan yang terus mengandalkan rasa syukur di  dalamnya.

Ketenangan  Hati dengan Cara Taat kepada perintah Allah

Ketenangan hati juga bisa kita peroleh ketika kita menjadi hamba yang taat. Taat  terhadap segala sesuatu  yang  baik dan meninggalkan segala sesuatu  yang buruk. Sehingga akan  memberikan kita ketenangan hati yang takkan pernah terganti.

Al Imam al ‘Allamah Ibnul Qayyim rahimahullah berkata : “…Sesungguhnya, hati tidak akan (merasakan) ketenangan, ketenteraman, dan kedamaian, melainkan jika pemiliknya berhubungan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala (dengan melakukan ketaatan kepadaNya) sehingga, barangsiapa yang tujuan utama (dalam hidupnya), kecintaannya, rasa takutnya, dan ketergantungannya hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka ia telah mendapatkan kenikmatan dariNya, kelezatan dariNya, kemuliaan dariNya, dan kebahagiaan dari-Nya untuk selama-lamanya.”

Dari pernjelasan beliau, kita memahami bahwa jika seseorang meninggalkan ketaatannya kepada Allah SWT, atau bahkan bermaksiat, maka hatinya akan sempit, gersang, selalu gelisah, dan gundah.

Hati yang sempit adalah hati yang sulit untuk merasa tenang dan tentram, karena selalu dilanda kegelisahan atas perintah Allah SWT yang ditinggalkannya. Maka dari itu agar hati kita selalu merasa tenang dan tentram, kita wajib untuk selalu menaati perintah Allah dan menjauhi niatan untuk berpaling dari perintah-Nya.

Jangan Pernah Meninggalkan Shalat

Kewajiban bagi setiap muslim ialah melaksanakan shalat pada 5 waktu kepada-Nya. Apabila shalat yang kita kerjakan benar dan khusyu’, niscaya kita akan merasakan kepuasan dalam hati, ketenangan jiwa dan ketentraman hidup. Bahkan ketenangan hati bisa kita peroleh  hanya dengan melakukan shalat 5 waktu tanpa jeda dan tetap terus berusaha khusyu walaupun itu sangat sulit.

Dalam satu komunikasi yang agung yang kita lakukan dengan Sang Rabb, segala macam kegelisahan, keresahan, serta kesempitan dalam hati dan jiwa seakan tersapu bersih. Kita hendaknya menjadikan shalat sebagai penghibur dan penghias hati kita sebagaimana yang Rasulullah SAW rasakan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“dan telah dijadikan pengihibur (penghias) hatiku (kebahagiaanku) pada shalat.” (HR. An-Nasai [7/61] no. 3939, 3940, Ahmad [3/128] no. 14069. Dishahihkan Syaikh al-Albani dalam as-Silsilah ash-Shahihah [3/98 dan 4/424])

Berkumpul dengan orang sholeh

Orang sholeh adalah orang yang dekat dengan Allah, apabila kita bergaul dengan para shalihin akan membuat kita terbawa untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah. Berkumpul dengan orang-orang sholeh adalah salah satu amalan yang dapat menenangkan hati dan pikiran kita. Segala kegundahan dalam hati dan pikiran akan terobati dengan nasehat-nasehat yang berguna yang membawa kita untuk selalu menyerahkan segala hasil dari urusan kita kepada Allah SWT.

Jika kawan itu shalih akan membawa kepada kebaikan, sebaliknya jika kawan itu buruk akan membawa kepada keburukan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan hal ini di dalam hadits shahih sebagaimana riwayat berikut ini

 

: عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ

عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَثَلُ الجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ، كَحَامِلِ المِسْكِ وَنَافِخِ الكِيرِ، فَحَامِلُ المِسْكِ: إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الكِيرِ: إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً “

 

Dari Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Perumpamaan kawan yang baik dan kawan yang buruk seperti seorang penjual minyak wangi dan seorang peniup alat untuk menyalakan api (pandai besi). Adapun penjual minyak wangi, mungkin dia akan memberikan hadiah kepadamu, atau engkau membeli darinya, atau engkau mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, mungkin dia akan membakar pakaianmu, atau engkau mendapatkan bau yang buruk” (HR. Bukhori)

Baca Al-Quran

Al-Quran mengandung berbagai macam petunjuk untuk hidup kita. Jika kita mampu memahami petunjuk-petunjuk yang terkandung didalamnya kita akan merasakan kenikmatan dan ketenangan. Sebagaimana Allah sampaikan bahwa Al-Quran adalah benar-benar petunjuk yang nyata. Petunjuk bagi manusia, yang dapat membuat hidup kita lebih tenang, karena kita senantiasa berjalan dijalan yang benar.

Membaca Al-Quran membuat hati menjadi jauh lebih tenang. Bahkan semua orang memahami jika membaca Al-Quran pada dasarnya akan memberikan sebuah kehidupan  yang jauh lebih menenangkan untuk  diri  sendiri. Kehidupan juga akan lebih menenangkan dengan menjalankan kunci ketenangan hati ini.

JANGAN LUPA BACA DOA PENENTRAM JIWA JUGA :  DI SINI

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *