Setiap Kehidupan di Dunia Pasti akan Mengalami Ujian Hidup

  • Whatsapp

Namanya juga manusia pasti tidak akan pernah lepas dari yang namanya ujian hidup. Ujian hidup tentu banyak sekali yang akan datang silih berganti. Namun, sadarkah kita bahwa ujian hidup adalah sebuah bentuk rasa kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, agar kita merasakan bahwa sebuah kesusahan di dunia akan memberikan kebahagiaan kelak di akhirat?

Terkadang kita terlalu yakin kepada diri sendiri hingga lupa bahwa Allah adalah perencana terbaik. Belum tentu yang baik menurut kita adalah baik pula menurut Allah. Maka dari itu tidak  lah kita percaya bahwa setiap ujian hidup yang kita rasakan akan selalu ada Allah yang senantiasa menemani kita? Terkadang dalam hidup kita merasa kerap lupa. Bahwa Allah adalah Maha Mengetahui apa yang dirasakan oleh hamba-Nya.

“Mau sebesar apapun ujian hidup kita,  ingatlah selalu bahwa Allah lebih besar dari segala hal yang ada di alam semesta ini.”

Segala macam ujian hidup di rasakan memang perlu memerlukan berbagai macam hal yang memberi  kita banyak sekali pelajaran.Itulah mengapa seseorang wajib memahami bahwa ujian hidup yang berat artinya Allah  masih ingin melihat kita untuk terus menyembahnya danmenjauhi segala larangannya. Maka dari itu bisa dikatakan ujian hidup itu lebih kerap menimpa orang-orang yang beriman, karena merekalah yang paling berhak ditingkatkan derajadnya.

Jika selama ini kita masih memiliki dan merasakan cobaan hidup yang cukup berat maka yakinlah bahwa iman masih menempel pada diri kita. Yuk kita simak penuturan yang ada di bawah ini.

Ujian Hidup Bagi Orang yang Beriman

Bagi orang beriman, hidup sejatinya adalah panggung ujian. Ujian itu tak mesti melulu berbentuk sesuatu yang buruk. Ujian bisa juga sesuatu yang baik. Allah SWT berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ “Setiap jiwa pasti akan mati. Dan, Kami uji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan; kepada Kamilah kalian kembali.” (QS al- Anbiya’ [21]: 35).

Setelah lahir, manusia makin bertambah ujiannya. Apakah orang tua akan merawatnya atau menelantarkannya, mendidiknya dengan baik atau menyianyiakannya, mensyukurinya atau malah menyesal telah melahirkannya. Semakin dewasa, ujian makin bertambah ketika berinteraksi dengan lingkungan dan orang lain. Ternyata, tidak semua orang bersikap baik, bahkan ada yang menyakitinya atau berbuat jahat terhadapnya.

Seperti pada ayat di atas, ujian tak mesti berbentuk sesuatu yang buruk. Lahir dalam lingkungan yang berada, dengan asupan makanan dan gizi yang baik, dirawat dengan baik, itu juga ujian. Ujian hidup memang sangat beragam sekali bentuknya.

Ujian Hidup Membuat Kita Menjadi Pribadi yang Gemar Bersyukur

Apakah kelak dari semua kebaikan dan keberuntungan itu ia akan menjadi pribadi yang bersyukur, mengenal Allah, baik terhadap orang lain, tertanam rasa empati dan simpati terhadap orang lain yang tak seberuntung dirinya atau tidak. Apakah akan menjadi pribadi yang saleh atau sebaliknya, menjadi pribadi yang individualis, egois, angkuh, dan tak peduli dengan sesama.

Pun ketika merasa berada dalam kebaikan, kehidupan yang nikmat, tak kekurangan, serbacukup, ia akan menyadari ada orang-orang yang tidak sebaik dirinya. Dari situ lahir empati dan kepedulian terhadap orang-orang yang tak mampu, lalu ia menjadi orang yang ringan tangan memberi tanpa pamrih serta berbuat semampunya untuk membantu.

Orang seperti itulah yang dimaksud oleh Rasulullah sebagai mukmin sejati yang beruntung di dunia dan di akhirat:

عَنْ أَبِي يَحْيَى صُهَيْبِ بْنِ سِنَانٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤمنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَلِكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ: إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ، صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh mengagumkan perihal orang mukmin; semua hal yang menimpa mereka membuahkan kebaikan yang itu tidak didapatkan oleh selainnya: jika ia mengalami kelapangan atau kebaikan ia bersyukur, maka itu baik buatnya. Dan, jika ia mengalami kesempitan atau keburukan ia bersabar, maka itu juga baik buatnya.” (HR Muslim dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan RA).

Doa Menghadapi Ujian Hidup

Doa ini dapat dibaca untuk memohon keselamatan dari ujian dunia serta siksa api neraka di akhirat. Anda bisa membaca doa ini setiap selesai salat lima waktu. Berikut adalah doa agar diberikan keselamatan dari bencana dan ujian yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari :

Allāhummaftah lanā abwābal khair, wa abwābal barakah, wa abwāban ni‘mah, wa abwābar rizqi, wa abwābal quwwah, wa abwābas shihhah, wa abwābas salāmah, wa wa abwābal ‘āfiyah, wa abwābal jannah. Allāhumma ‘āfinā min kulli balā’id duniyā wa ‘adzābil ākhirah, washrif ‘annā bi haqqil Qur’ānil ‘azhīm wa nabiiyikal karīm syarrad duniyā wa ‘adzābal ākhirah. Ghafarallāhu lanā wa lahum bi rahmatika yā arhamar rāhimīn. Subhāna rabbika rabbil ‘izzati ‘an mā yashifūn, wa salāmun ‘alal mursalīn, walhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn.

Artinya: Ya Allah, bukalah bagi kami pintu kebaikan, pintu keberkahan, pintu kenikmatan, pintu rezeki, pintu kekuatan, pintu kesehatan, pintu keselamatan, pintu afiyah, dan pintu surga. Ya Allah, jauhkan kami dari semua ujian dunia dan siksa akhirat. Palingkan kami dari keburukan dunia dan siksa akhirat dengan hak al-Qur’an yang agung dan derajat nabi-Mu yang pemurah. Semoga Allah mengampuni kami dan mereka. Wahai, Dzat Yang Maha Pengasih. Maha Suci Tuhanmu, Tuhan keagungan, dari segala yang mereka sifatkan. Semoga salam tercurah kepada para rasul. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.

Agar hati menjadi jauh lebih tenang simak ini yuk! Doa Penenang Hati 

 

 

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *