Wajib Diketahui Nih! Hadist Kebersihan yang Wajib Diamalkan

  • Whatsapp

Kebersihan adalah sebagian dari iman.  Maka dari itu kita sebagai umat islam memang sewajibnya untuk menjaga kebersihan. Di bawah ini akan  di jelaskan beberapa hadist kebersihan dan mengenai bagaimana caranya untuk menjaga kebersihan.

Simak yuk beberapa  hadist kebersihan yang ada di baawah ini :

Hadis kebersihan

Dalam Islam ada hadis yang berisikan tentang kebersihan. Hadis tersebut berbunyi sebagai berikut.

عَنْ سَعْدِبْنِ اَبِى وَقَّاصٍ عَنْ اَبِيْهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِنَّ اللهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ نَظِيْفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ كَرِيْمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ جَوَادٌيُحِبُّ الْجَوَادَفَنَظِّفُوْااَفْنَيْتَكُمْ

“An sa’dibni abi waqqasin ’an abihi ’aninnabiyyi sallallahu ’alaihi wasallama innallaha tayyibun yuhibbuttayyiba nadifun yuhibbunnadifa karimun yuhibbulkarama jawadun yuhibbuljawada fanaddifu afnaitakum.”

Artinya: “Dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu.” (HR. Tirmizi).

Allah SWT menyukai kebersihan dan meminta umat-Nya untuk selalu menjaga kebersihan diri. Seperti wajib berwudhu sebelum salat, membersihkan tempat tidur sebelum tidur, dan bersuci setelah buang air.

Hadist kebersihan sebagian dari iman

Selain tentang kebersihan, ada pula hadis yang berisikan tentang kebersihan sebagian dari iman. Hadis itu berbunyi sebagai berikut.

الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ

“Thuhuru syathru al iimaani.”

Artinya: “Bersuci (thaharah) itu setengah daripada iman.” (HR. Ahmad, Muslim, dan Tirmidzi)

Bukan hanya menambah iman kita kepada Allah SWT, menjaga kebersihan diri ternyata juga bisa mendatangkan manfaat yang banyak untuk diri kita. Contohnya, kita akan dijauhkan dari segala penyakit apabila kita bisa menjaga kebersihan diri dan lingkungan tempat kita tinggal.

Tak hanya itu, lingkungan dan badan yang bersih, juga membuat kita nyaman melakukan berbagai aktivitas. Termasuk beribadah kepada Allah SWT.

Cara menjaga kebersihan menurut hadis

Selain mengimbau umatnya agar selalu menjaga kebersihan, Rasulullah SAW juga memberikan bagaimana cara menjaga kebersihan. Beberapa hadis yang memberikan cara menjaga kebersihan adalah sebagai berikut.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْفِطْرَةُ خَمْسٌ (أَوْ خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ) الْخِتَانُ، وَالاِسْتِحْدَادُ، وَتَقْلِيمُ الأَظْفَارِ،وَنَتْفُ الإِبِطِ، وَقَصّ الشّارِبِ.

“Al fithrohu khomsin, al khitanu, wal istihdaadu, wataqliimul adzfaar, wanatful ibithi, waqoshosysyaaribi.”

Artinya: “Ada 5 macam fitrah, yaitu khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Selain itu, diriwayatkan Abu Hurairah r.a. dia berkata, Rasulullah saw bersabda:

لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي أَوْ عَلَى النَّاسِ لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كُلِّ صَلَاةٍ

“Lau laa an asyuqqu ‘ala ummati aw ‘alannasi la amartuhum bissiwaki ma’akulli sholati.”

Artinya: “Jika aku tidak menjadikan berat umatku, maka sungguh aku perintahkan bersiwak (menggosok gigi) setiap hendak shalat.” (HR Bukhari)

السِّوَاكَ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِّ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ

“assiwaka math harotu lilfammi mardhotu lirrobbi.”

Artinya: “Bersiwak itu akan membuat mulut bersih dan diridhoi oleh Allah.” (HR. An Nasa’i, Ahmad).

Menjaga kuku agar selalu bersih, mencukur bulu di tubuh, memotong rambut dan menyikat gigi secara teratur adalah cara Rasulullah SAW menjaga kebesihan. Selain membuat tubuh bersih, cara tersebut mendatangkan banyak manfaat. Salah satunya, yakni menjauhkan diri dari penyakit.

Menjaga Kebersihan dengan Thaharah

Kedudukan bersuci di dalam hukum Islam termasuk amalan yang harus dilaksankan. Sebab, salah satu syarat sah salat adalah suci dari hadas dan najis.

 

Hukum thaharah adalah wajib, sebagaimana telah disampaikan oleh Allah SWT melalui firman-Nya:

 

Hai orang-orang beriman, apabila kalian hendak melaksanakan salat, maka basuhlah muka dan tangan kalian sampai siku, dan sapulah kepala kalian, kemudian basuh kaki sampai kedua mata kaki.” (Al-Maidah:6).

Berikut penjelasan mengenai pembagian thaharah dan tata cara pelaksanaannya. Agar ibadah dapat diterima oleh Allah SWT sekaligus terhindar dari berbagai penyakit. Itulah mengapa hadist kebersihan juga masih ada kaitannya dengan thaharah.

Hadist Kebersihan  dan Pembagian Thaharah

Berdasarkan dari hadist kebersihan  di bawah ini.  Pelaksanaan thaharah terbagi menjadi dua, yakni:

1. Thaharah Ma’nawiyah

Thaharah ma’nawiyah adalah membersihkan diri dari kotoran batin berupa dosa dan penyakit hati seperti iri, dengki, takabur, dan lain-lain. Cara membersihkannya dengan melakukan taubatan nashoha yaitu memohon ampun dan berjanji tidak akan mengulanginya.

2. Thaharah Hissiyah

Thaharah hissiyah adalah membersihkan bagian tubuh yang terkena najis maupun hadas. Untuk membersihkan dari najis dan hadas ini, bisa dilakukan dengan berwudhu, mandi wajib, serta tayamum (bila dalam kondisi tidak ada air).

Tata Cara Thaharah berdasarkan Hadist Kebersihan

Adapaun yang harus dilakukan seseorang saat ingin mensucikan diri atau thaharah, meliputi:

1. Mandi Wajib

Istilah  mandi  wajib dalam thaharah yaitu mengalirkan air ke seluruh tubuh dari ujung kepala hingga kaki. Mandi wajib ini harus dibarengi dengan membaca niat berikut ini:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf’il-hadatsil-akbari fardhal lillaahi ta’aala

Artinya: “Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta’ala.”

Menurut madzhab Syafi’i, saat membaca niat harus dibarengi dengan menyiram tubuh dengan air secara merata. Untuk bagian tubuh yang berbulu atau berambut, harus menggunakan air mengalir.

2. Berwudhu

Thaharah dengan berwudhu digunakan untuk menghilangkan hadas kecil ketika akan sholat. Orang yang hendak melaksanakan sholat, sudah wajib hukumnya melakukan wudhu. Wudhu merupakan syarat sah pelaksanaan sholat.

Thaharah dengan berwudhu juga sama halnya dengan mandi wajib, yang diawali dengan membaca niat yang berbunyi:

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًاِللهِ تَعَالَى

Nawaitul wudhuu’a liraf’il-hadatsil-ashghari fardhal lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat berwudu untuk menghilangkan hadas kecil karena Allah.”

3. Tayamum

Thaharah tayamum merupakan cara bersuci untuk menggantikan mandi dan wudhu apabila sedang tidak ada air. Syarat tayamum adalah menggunakan tanah yang suci, tidak tercampur benda lain. Tayamum di awali dengan niat yang berbunyi:

نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لاِسْتِبَاحَةِ الصَّلاَةِ فَرْضً ِللهِ تَعَالَى

Nawaitut tayammuma lisstibaahatishsholaati fardhol lillaahi taala

Artinya: “Saya niat tayamum agar diperbolehkan melakukan fardu karena Allah.”

Jangan  Lupa Amalkan Hadist Kebersihan

Tentu saja setelah pembahasan di atas, kita sebaiknya memahami bahwa sebuah hadist tentang kebersihan ini sangat wajib untuk kita  amalkan dan lakukan  dalam  penerapannya.

Kebersihan adalah sebagian dari iman.  Maka dari itu kita sebagai umat islam memang sewajibnya untuk menjaga kebersihan. Di bawah ini akan  di jelaskan beberapa hadist kebersihan dan mengenai bagaimana caranya untuk menjaga kebersihan.

Mengingat Allah sangat menyukai orang-orang yang senantiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Maka sebagai manusia memang semestinya kita mengamalkan hadist  kebersihan  bagi kehidupan kita.

 

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *