Yuk Belajar Makna Self Love dalam Islam yang Menenangkan Hati

  • Whatsapp

Konsep self love dalam islam tentu saja memiliki makna yang sangatlah luas. Self love sendiri  dalam islam artinya mampu memiliki rasa syukur atas apa yang memang sudah Allah berikan kepada kita yang mana sampai saat ini kita merasakan baahwa self love merupakan hal yang sangat wajib kita pahami.

Makna mencintai diri sendiri atau self love dalam islam sebenarnya sangat luas. Kita bisa menyimak beberapa penjelasannya di bawah ini. Jadilah seseorang yang memiliki rasa cinta terhadap diri sendiri karena  hal tersebut adalah salah satu bentuk cinta kita terhadap Allah SWT. Simak yuk penjelasannya di  bawah ini.

Self Love dalam Islam itu Bagaimana sih?

Sesungguhnya, mencintai diri sendiri merupakan sebuah amanat dari Allah Swt. Mencintai diri dengan menerima segala kekurangan yang ada pada diri dan mensyukuri kelebihan yang telah diberikan oleh Sang Pencipta. Jika kita diciptakan oleh Allah yang maha mencintai, tidak ada alasan untuk tidak mencintai diri sendiri bukan?

Dengan konsep mencintai diri sendiri, kita tidak akan mengambil keputusan yang akan merusak apa yang telah Allah berikan kepada kita. Hal ini bisa terjadi karena kita akan menghargai dan menjaga apapun yang Allah amanahkan kepada kita, seperti badan, hati, serta pikiran.

Mencintai diri sendiri juga merupakan bentuk cinta kepada Allah Swt. Logika sederhananya, jika kita tidak mencintai diri sendiri, kita juga tidak mencintai Allah Swt yang telah menciptakan kita. Dalam sebuah hadis Qudsi yang cukup terkenal di kalangan sufi menyebutkan, “Barang siapa mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Tuhannya.” (Yahya bin Muadz Ar-Razi)

Katakan (Muhammad): “Apakah akan Kami beritahu padamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya”.(QS [18]: 103-104) dan Imam Ali (as) berkata: “Ia yang hatinya ditumbuhi rasa ujub, akan dihancurkan. [Al-Saduq, al-‘Amali, hal. 447].

Maka dari itu untuk self love atau mencintai diri sendiri harusnya kita tidaklah berlebihan dan menyerahkan semuanya kepada   Allah SWT.Maka kita akan merasakan  sebuah  kehidupan yang jauh lebih tenang dibandingkan dengan yang sebelumnya.

Sangat jelas sebenarnya perbedaan antara mencintai diri sendiri dengan mengagumi diri sendiri. Mencintai diri sendiri itu berasal dari lubuk hati, dari jiwa yang paling dalam dengan tulus tanpa pamrih. Mencintai diri sendiri dengan maksud terus mensupport agar keberadaan kita di muka bumi untuk terus beribadah kepada Allah dan dapat bermanfaat bagi semua mahluk hidup. Sebagaimana Allah berfirman; “Tidak Ku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku.” [QS Adz Dzariat: 56]

Self Love Merupakan Bentuk  Cinta Terhadap Allah

Makna self love  dalam agama Islam sendiri  sebenarnya sangatlah luas yang mana kita  pasti  akan meyakini  bahwa apa yang ada dalam diri ini merupakan salah satu hal yang wajib kita  syukuri karena Allah sudah  memberikan yang terbaik kepada setiap hamba-Nya.

Seseorang yang beriman belum tentu akan merasakan manisnya beriman. Sedangkan, manisnya beriman sendiri hanya bisa didapatkan apabila seorang hamba mencintai Allah SWT melebihi cintanya kepada segala sesuatu yang lain.

Rasulullah SAW pernah berkata sebagaimana yang diriwayatkan Anas bin Malik:

Yang artinya: “Ada tiga perkara yang jika ketiganya dimiliki seseorang maka dia (dapat) merasakan manisnya iman. Yaitu orang yang hanya mencintai Allah dan RasulNya, orang yang hanya mencinta atau tidak mencinta karena Allah, dan orang yang enggan kembali dalam kekufuran setelah Allah menyelamatkannya dari kekufuran itu sebagaimana dia enggan dilemparkan ke dalam neraka,”.

Imam Ibnu Qayyim Al-Jauzi dalam kitabnya berjudul Raudhah Al-Muhibbin menjelaskan, cinta seseorang kepada Rasulullah juga sudah termasuk cintanya kepada Allah. Sedangkan, cintanya seseorang kepada Allah itu maka semua yang dimaksudkan kepadanya adalah karena Allah SWT.

Cara Self Love Wujud Syukur Kita Kepada Allah

Pertama, hamba meyakini sesungguhnya hanya Allah ta’ala yang dipuji dari sudut manapun dan dipuji dengan setiap sifat dari sifat-sifat-Nya. Kedua, hamba meyakini Allah adalah Dzat yang berbuat baik kepada hamba-hamba-Nya dan Dzat yang memberi nikmat dan anugerah kepada mereka.

Ketiga, hamba meyakini perbuatan baik Allah kepadanya tidak dapat dibandingkan dengan ucapan atau perbuatan baiknya, meskipun sempurna dan banyak. Keempat, hamba meyakini hukum-hukum Allah dan tuntutan-tuntutan-Nya itu sedikit baginya.

Kelima, dalam setiap waktu, hamba selalu merasa takut jika berpaling dari Allah ta’ala dan merasa takut jika kemuliaan yang Allah berikan kepadanya seperti makrifat, tauhid, dan yang lainnya akan hilang dari dirinya.

Self love dalam islam  tentu saja besar kaitannya dengan mencintai diri sendiri karena memang wujud syukur dari Allah. Maka dari itu bentuk self love dalam islam sendiri merupakan sebagai rasa syukur kita terhadaap Allah yang sudah menciptakan kita dengan  bentuk yang sebaik-baiknya. Maka dari itu rasanya kita wajib untuk meningkatkan rasa syukur terhadap  Allah SWT.

Menjauhi Larangan Allah dan Melaksanakan Perintah  Allah

Self love tentu  saja tidak melulu mengenai hal-hal yang berbau duniawi saja, namun juga beberapa hal yang memang terkait dengan kehidupan kita kelak nanti di akhirat. Maka dariitu sebagai umat muslim layaknya kita memahami bahwa perintah Allah yang kita lakukan adalah bentuk cinta terhadap diri sendiri juga.

Menati perintah Allah dan menjauhi larangannya merupakan bentuk dari takwa. Takwa menurut bahasa adalah menjaga diri atau berhati-hati. Sedangkan menurut istilah syari’at, takwa diartikan seorang hamba menjadikan sebuah benteng bagi dirinya untuk melindunginya dari kemurkaan Allah dan siksa-Nya.

Bertakwa kepada Allah adalah awal dari segalanya, semakin tebal ketakwaan seseorang kepada Allah, maka akan semakin tinggi kemampuannya merasakan kehadiran Allah. Allah memerintahkan kepada kita untuk bertakwa dengan yang sebenar-benarnya takwa dan melarang kita untuk mati melainkan dalam keadaan sebagai orang Muslim. Firman Allah, ”Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS Ali Imran [3]: 102)

Perintah bertakwa, bersifat universal dan berlaku bagi seluruh umat Muslim yang berada dimana saja tanpa kecuali, karenanya kemudian dalam ayat lain Allah berfirman, “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang yang satu…..”(QS. An-Nisaa’ [4]: 1)

Allah akan mengancam kepada mereka yang tidak bertakwa dengan ancaman yang keras, yaitu dicampakkan ia ke dalam neraka jahanam sebagai tempat kembali di akhirat kelak. Sebaliknya bagi seorang hamba yang secara totalitasnya bertakwa kepada Allah, Dia akan memberikan banyak keutamaan yang sangat besar, dimana salah satu keutamaan yang akan didapat adalah akan menjadi penghuni Surga. Firman Allah, “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluardan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS At Thalaq: 2-3)

Dan ingatlah bahwa Allah mencintai orang yang bertakwa, sehingga Allah akan selalu bersamanya dalam keadaan susah maupun dalam keadaan susah. Sebagaimana janji-Nya, “Maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.” (QS At Taubah [9]: 4)

 

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *