Mari Kita Simak 13 Rukun Sholat Lengkap dengan Dalilnya!

  • Whatsapp

Rukun sholat merupakan setiap perbuatan dan perkataan yang akan kemudian membentuk hakikat dalam sholat. Apabila salah satu rukun ini tidak dilakukan atau ditinggalkan maka sholat yang dilakukan tidak akan sah. Adapun penjelasan terkait rukun sholat, akan Naisha ulas sebagai berikut.

Rukun Sholat

Berikut ini adalah 13 rukun sholat yang akan kami ulas, yuk simak selengkapnya.

Read More

1. Rukun Sholat: Berdiri bagi yang Mampu

Rukun sholat yang pertama adalah berdiri bagi yang mampu (untuk sholat wajib). Sedangkan apabila melakukan sholat sunnah boleh dilakukan dalam keadaan duduk, meskipun mampu.

Pada hakikatnya, untuk melakukan sholat sunnah lebh disarankan untuk berdiri, tidak wajib. Akan tetapi, lebih diutamakan apabila kita melaksanakannya dalam keadaan berdiri daripada duduk saat itu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:

“Siapa yang mengerjakan sholat sambil berdiri, itu lebih afdhol. Siapa yang mengerjakan sholat sambil duduk akan mendapatkan pahala separuh dari sholat yang berdiri. Siapa yang sholat sambil berbaring, akan mendapatkan pahala separuh dari sholat sambil duduk.” [HR. Bukhari no. 1065]

Dalam hadist lain Rashallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sholatlah dalam keadaan berdiri. Jika tidak mampu, kerjakan dalam keadaan duduk. Jika tidak mampu lagi, kerjakanlah dengan tidur menyamping.” [HR. Bukhari no. 1117, dari ‘Imron bin Hushain]

2. Rukun Sholat: Niat yang Dibarengi dengan Takbiratul Ihram

Yang kedua adalah meluruskan niat yang dibarengi dengan takbiratil ihram. Sebelum melaksanakan sholat lebih dahulu luruskanlah niat di dalam hati, tidak disyariatkan untuk membaca niat tersebut untuk dilafadzkan. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam berikut ini,

“Sesungguhnya segala amalan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya balasan untuk masing-masing orang tergantung dari apa yang ia niatkan.” [HR. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907, dari ‘Umar bin al Khattab]

Hadits di atas juga dijelaskan oleh Imam an-Nawawi dalam Raudhah ath-Thalibin:

Niat berarti al Qashd yang memiliki arti mempunyai maksud atau menyengaja. Dapat dikatakan seseorang yang sholat harus mengonsentrasikan berbagai pikirannya terhadap sholat yang sedang ia lakukan. Kemudian juga, meniatkan perkara-perkara ini dengan niat yang dibarengi dengan awalan takbir atau takbiratul ihram.

3. Rukun Sholat: Takbiratul Ihram (ucapan ‘Allahu Akbar’ di awal sholat)

BACA JUGA :   Doa untuk Anak yang Sakit dan Pertolongan Pertama untuk Demam Anak

Yang ketiga adalah mengucapakan takbiratul ihram, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Pembuka sholat adalah taharah (bersuci). Yang mengharamkan dari hal-hal di luar sholat adalah ucapan takbir, sedangkan yang menghalalkannya kembali adalah ucapan salam.” [HR. Abu Daud no. 618, at-Tirmidzi no. 3, Ibnu Majah no. 275. Syaikh al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih dalam Irwa’ al-Ghalil no. 301].

Dalam melakukan dan membaca takbiratul ihram, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengencangkan suaranya sehingga dapat didengar oleh makmumnya.

“Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengeraskan suara beliau dengan ucapan takbir sehingga dapat mendengarkan(nya) untuk para makmum di belakang beliau.” [Diriwayatkan oleh Ahmad dan al-Hakim, dan dia menilainya shahih, serta disetujui pula oleh adz-Dzahabi].

Adapun yang dimaksud dengan rukun sholat yang ketiga adalah ucapan takbir “Allahu Akbar”. Takbiratul ihram tersebut tidak dapat diganti dengan ucapan lainnya, meskipun maknanya sama.

4. Rukun Sholat: Membaca Surah Al-Fatihah dalam Setiap Raka’at Sholat

Dalam setiap raka’at sholat, kita diharuskan untuk membaca surah al-Fatihah karena hukumnya adalah wajib. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya,

“Tidak ada sholat bagi orang yang tidak membaca [di dalamnya] surah al-Fatihah [ditambah ayat yang lain].” (diriwayatkan oleh al-Bukhari, Muslim, Abu ‘Awanah dan al-Baihaqi. Hadits ini di-takhrij dalam Irwa ‘al-Ghalil no. 302)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah mengatakan pada orang yang tidak benar sholatnya apabila tidak membaca al-fatihah sehingga beliau menyuruh orang tersebut untuk mengulangi sholatnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidaklah sempurna sholat hingga salah seorang di antara kalian menyempurnakan wudhu … kemudian bertakbir, lalu melakukan rukuk dengan meletakkan telapak tangan di lutut hingga persendirian yang ada dalam keadaan thuma’ninah dan tenang.” [HR. Ad Darimi no. 1329. Syaikh Husain Salim Asad mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih]

6. Rukun Sholat: I’tidal setelah Rukuk dan Thuma’ninah

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata pada orang yang tidak benar dalam melakukan sholatnya,

“Kemudian, tegaklah badan (I’tidal) dan thuma’ninalah.” [HR. Bukhari no. 793 dan Muslim no. 397].

7. Rukun Sholat: Sujud Dua Kali dalam Satu Rakaat dan Thuma’ninah

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengatakan kepada orang yang tidak benar dalam melakukan shilatnya.

“Kemudian, sujudlah dan thuma’ninalah saat sujud.” [HR. Bukhari no. 793 dan Muslim no. 397].

BACA JUGA :   Kumpulan Dzikir dan Doa Ketika dalam Perjalanan Jauh

Perlu digaris bawahidan dipahami bahwa hendaklah dalam melakukan sujud ada 7 bagian anggota badan, di antaranya: telapak tangan kanan, telapak tangan kiri, lutut kanan, lutut kiri, ujung kaki kanan, ujung kaki kiri, dahi yang sekaligus hidung

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Aku diperintahkan bersujud dengan 7 bagian anggota badan: Dahi termasuk hidung (kemudian, beliau mengisyaratkan dengan tangannya), telapak tangan kanan dan kiri, lutut kanan dan kiri, serta ujung kaki kanan dan kiri.” [HR. Bukhari no. 812 dan Muslim no. 490]

8. Rukun Sholat: Duduk di antara Dua Sujud disertai Thuma’ninah

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Kemudian, sujudlah dan thuma’ninalah saat sujud. Lalu, bangkitlah dari sujud dan thuma’ninalah saat duduk. Kemudian, sujudlah kembali dan thuma’ninah saat sujud.” 

9. Rukun Sholat: Tasyahud Akhir dan Duduk Tasyahud

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

“Apabila salah seorang antara kalian duduk (tasyahud) dalam sholat, ucapkanlah “at tahiyatu lillah …”. “(HR. Bukhari no. 831 dan Muslim no. 402, dari Ibnu Mas’ud)

10. Rukun Sholat: Membaca Tasyahud Akhir

Adapun bacaan tasyahud yang kita baca adalah sebagai berikut.

“At tahiyaatu lillah wash sholaatu wath thoyyibaat. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barakaatuh. Assalaamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibadhillahish sholihin. Asyhadu an laa ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuluh.”

Artinya:

“Segala ucapan penghormatan hanya milik Allah, begitu juga segala sholat dan amal sholih. Semoga kesejahteraan tercurah kepadamu, wahai Nabi, begitu juga rahmat Allah dengan segenap karunia-Nya. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada kami dan hamba-hamba Allah yang sholih. Aku bersaksi bahwa tidak ada illah (sesembahan) yang berhak disembah dengan benar, selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan Rasul Allah.” [HR. Bukhari no. 6265 dan Muslim no. 402].

11. Rukun Sholat: Bershalawat kepada Nabi setelah Mengucapkan Tasyahud Akhir

Wajibnya bershalawat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendengar seorang laki-laki berdoa dalam sholatnya yang mana orang tersebut tidak memuji Allah dan tidak bersolawat terhadap Rasulullah. Kemudian beliau berkata, “orang ini terburu-buru”.

Kemudian, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil orang tersebut sambil berkata kepadanya dan kepada yang lain juga, “Apabila salah seorang di antara kalian sholat, hendaklah ia memulai dengan memuliakan dan menyanjung Rabbnya Yang Mahaagung lagi Mahamulia, lalu bershalawat (dalam satu riwayat, ‘hendaklah ia bershalawat’) kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian ia berdoa dengan apa yang ia inginkan.” [Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah, dan al-Hakim dan dia menilainya shahih serta disetujui oleh adz-Dzahabi].

BACA JUGA :   Berikut Adalah Doa Hasan Al-Bashri dan 20 Kata-Kata Bijaknya

Lalu, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendengar seorang lelaki yang sedang sholat, orang itu memuliakan dan memuji Allah Ta’ala, serta bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka beliau bersabda, ‘berdo’alah, niscaya do’amu akan dikabulkan dan mintalah, niscaya permintaanmu akan diberikan’.” [Diriwayatkan an-Nasa’I dengan sanad shahih].

Adapun bacaan shalawat yang paling bagus adalah seperti berikut ini.

Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad, kamaa shollaita ‘alaa ibraahim wa ‘alaa aali Ibrahim, innaka hamiidun majiid. Allahumma baarik a’la Muhammad wa a’laa ali Muhammad, kamaa baarakta ‘ala Ibraahiim wa a’la aali Ibrahim innaka hamidun majiid. [HR. Bukhari no. 4797 dan Muslim no. 409, dari Ka’ab bin ‘Ujroh.]

12. Rukun Sholat: Salam

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Yang mengharamkan dari hal-hal di luar sholat adalah ucapan takbir, sedangkan yang menghalalkannya kembali adalah ucapan salam.” [HR. Abu Daud no. 618, at-Tirmidzi no. 3, Ibnu Majah no. 275. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam al-Irwa’ no. 301].

Yang dimaksudkan di sini adalah salam yang pertama. Sebagaimana pendapat dari ulama Syafi’iyah, Malikiyah, dan mayoritas para ‘ulama. Terdapat empat model salam yang biasa digunakan, di antaranya.

  1. Salam ke kanan sembari mengatakan “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah”, kemudian salam ke kiri sembari mengatakan “Assalamu a’laikum wa rahmatullah”.
  2. Salam ke kanan sembari mengatakan “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuh”, kemudian salam ke kiri sembari mengatakan “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah”.
  3. Salam ke kanan sembari mengatakan “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah”, lalu salam ke kiri sambil mengatakan “Assalamu a’laikum”.
  4. Salam hanya sekali ke kanan sembari mengatakan “Assalamu a’laikum”.

13. Rukun Sholat: Berurutan dalam Rukun-Rukun yang Ada (Tertib)

Shallallahu a’laihi wa sallam berkata pada orang yang tidak baik sholatnya, di dalam hadits tersebut digunakan kata tsumma dalam setiap rukun. Adapun kata “tsumma” memiliki “urutan”. Oleh karena itu hendaklah kita melakukan sholat dengan urut sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *