Simak Adab dalam Bersosial Media, Agar Tidak Menimbulkan Keburukan!

  • Whatsapp

Di zaman seperti sekaerang ini siapa sih yang tidak bermain sosial mendia? Maka dari itu kita harus memperhatikan hal-hal apa saja yang boleh kita posting dan tidak. Oleh karena itu, kesempatan kali ini Naisha akan membahas mengenai adab bersosial media.

Media sosial dapat menjadi sarana kita untuk salaing berinteraksi dengan orang lain. Sarana ini juga memudahkan kita untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang jauh.

Dengan bersosial media kita tidak perlu berkunjung jauh-jauh untuk bersilaturahmi, karena kita dapat memanfaatkan social media. Karena sekarang sudah tersedia berbagai social media dan juga tentunya memiliki berbagai fitur canggih yang mereka tawarkan.

Akan tetapi, ada satu hal yang tidak akan pernah mungkin kita hindari, yaitu ada dampak negative dan juga positif di dalamnya. Kita dituntut untuk pintar mengelola social media.

Tak jarang karena bermain social media kita menjumpai permusuhan, penyebaran berita hoax, pembullyan, pembunuhan karakter, dan berbagai dampak negative lainnya. Hal ini disebabkan karena kurangnya etika kita dalam menggunakan media sosial.

Pada hakikatnya berinteraksi di media sosial sama dengan bersosial langsung seperti biasanya. Namun, dalam berinteraksi di media sosial hendaklah untuk berhati-hati, karena arus informasi di social media sangatlah cepat.

Oleh karena itu, mari kita bahas bersama seperti apa seharusnya adab bersosial media itu, dan apa saja yang harus kita jaga.

Adab Bersosial Media

Pada hakikatnya memosting sebuah postingan adalah sama dengan memberikan informasi kepada halayang umum tentang postingan kita.

Maka dalam membuat sebuah postingan, kita lebih baik memperhatikan apakah postingan kita berdampak positif atau negetif. Karena semua amal kebaikan dan keburukan kita dicatat oleh malaikat. Allah SWT berfirman :

وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ (10) كِرَامًا كَاتِبِينَ (11) يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ (12)

Artinya: “Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), [10] yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), [11] mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan. [12]” (Q.S Al-Infithor : 10 – 12).

Berikut ini merupakan adab-adab bersosial media.

1. Berbicara dengan Kalimat yang Baik

Tidak hanya di dunia nyata, ketika berada di dunia maya kita juga dituntut untuk berbicara dengan perkataan yang baik. Allah SWT berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar” (Q.S Al-Ahzab : 70)

 

Apabila kita perhatikan ayat tersebut maka kita akan mengetahui kalimat “katakanlah perkataan yang benar”  memiliki pengertian yang tegas dan menyeluruh. Dalam penjelasan kitab-kitab tafsir dapat kita ambil bahwa inti yang dimaksud mencakup dua hal, diantaranya :

2. Berkata jujur dan tidak berdusta

Adab bersosial media selanjutnya adalah berkata jujur dan tidak berdusta. Dalam memberikan informasi di media sosial seperti berita, artikel, kejadian, tips dan apapun itu kita harus memperhatikan apakah hal tersebut hoax atau tidak. Berhatihatilah, dan jangan sampai yang kita posting adalah berita bohong. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah berbsada :

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّهُ مَعَ الْبِرِّ، وَهُمَا فِي الْجَنَّةِ، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّهُ مَعَ الْفُجُورِ، وَهُمَا فِي النَّارِ

Artinya: “Diwajibkan bagi kalian berkata jujur, sesungguhnya jujur bersama kebaikan dan keduanya berada di surga. Dan takutlah kalian dengan dusta, sesungguhnya dusta bersama kedurhakaan, dan keduanya berada di neraka”. (HR. Ahmad : 5)

3. Perkataan yang Baik dan Tidak Buruk

NaishaMate harus tahu bahwa kita diperintahkan untuk menjaga diri kita dari neraka walapun dengan menyedekahkan sedekah biji kurma sekalipun.

Akan tetapi, ada yang lebih ringan dari pada itu namun sungguh kebanyakan dari kita sulit sekali untuk mengamalkannya, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقَّةِ تَمْرَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ شِقَّةَ تَمْرَةٍ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ

Artinya: “Jagalah diri kalian dari neraka walaupun dengan sedekah setengah biji kurma. Jika tidak memilikinya maka dengan perkataan yang baik”. (HR. Bukhari : 3595)

4. Larangan Menghina Satu Sama Lain

Allah SWT telah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰ أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِّن نِّسَاءٍ عَسَىٰ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik”. (Q.S Al-Hujurat : 11)

5. Tidak dioerbolehkan untuk mencela diri sendiri

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ

Artinya: “Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri “(Q.S Al-Hujurat : 11).

6. Dilarang memberikan gelar yang buruk untuk orang lain

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ

Artinya: “dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan”. (Q.S Al-Hujurat : 11)

7. Pertimbangkan konten dalam postingan

Apabila kita mengunggah sebuah memosting sesuatu yang berkaitan dengan ketaatan kepada Allah seperti nasehat, peringatan, meemberikan kajian kemudian berdakwah maka tentunya postingan kita mengandung kebaikan bagi orang lain.

Dan apabila ternyata ada orang yang berubah menjadi lebih baik karena sebab postingan kita maka Allah SWT juga akan memberikan kebaikan kepada kita.

Begitu juga sebaliknya, jika kita memosting hal-hal yang berkaitan dengan kemaksiatan kepada Allah seperti, mengajak pada kemungkaran, kemudian berita bohong, ujaran kebencian. Maka Allah juga akan memnberikan ganjaran yang setimpal atas apa yang sudah kita lakukan.

Dan perlu kita catat, apabila ada orang yang berbuat kemaksiatan yang disebabkan oleh postingan kita maka Allah akan menambahkan dosa itu pada kita sebagaimana dosa orang yang bermaksiat sebab apa yang kita postingan yang telah kita unggah.

Lanta seberapa banyak dosa kita apabila ternyata postingan kita ditonton, dan juga ditonton oleh semua orang dan berdampak kepada mereka?

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda :

مَنْ سَنَّ سُنَّةَ خَيْرٍ فَاتُّبِعَ عَلَيْهَا فَلَهُ أَجْرُهُ وَمِثْلُ أُجُورِ مَنْ اتَّبَعَهُ غَيْرَ مَنْقُوصٍ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا، وَمَنْ سَنَّ سُنَّةَ شَرٍّ فَاتُّبِعَ عَلَيْهَا كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهُ وَمِثْلُ أَوْزَارِ مَنْ اتَّبَعَهُ غَيْرَ مَنْقُوصٍ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْئًا

Artinya: “Barang siapa yang mencontohkan perbuatan yang baik lalu diikutilah perbuatan itu maka ia mendapatkan pahala sebagaimana orang yang mengikuti perbuatan itu tanpa dikurangi pahalanya sedikitpun.

Dan barang siapa yang mencontohkan perbuatan yang buruk lalu diikutilah perbuatan itu maka ia mendapatkan dosa sebagaimana dosanya orang yang mengikutinya tanpa dikurangi dosanya sedikitpun”. (HR. Tirmidzi : 2675).

8. Perbanyak postingan yang bermanfaat

Betapa mirisnya saat ini mulai banyak timbul postingan di social media yang tidak baik; seperti bercanda yang berlebihan, gambar meme yang tidak bermanfaat atau menghina, video tik tok yang menampilkan berbagai kemaksiatan, dan lain sebagainya.

Kini banyaknya postingan yang berlebihan dalam bercanda dan juga postingan yang tidak bermanfaat itu membuat hati kita menjadi keras dan menunjukkan buruknya keislaman seseorang.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda :

لَا تُكْثِرُوا الضَّحِكَ، فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ

Artinya: “Jangan memperbanyak tertawa, karena sesungguhnya banyak tertawa itu mematikan hati”. (HR. Ibnu Majah : 4193)

إِنَّ مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ المَرْءِ تَرْكَهُ مَا لَا يَعْنِيهِ

Artinya: “Sesungguhnya termasuk baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya”. (HR. Tirmidzi : 2318)

Maka dari itu, NaishaMate sebaiknya kita perbanyak postingan yang bermanfaat untuk diri kita dan seluruh masyarakat penghuni internet (netizen). Sehingga dapat berdampak positif juga bagi kita dan sesame.

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *