Amalkan Doa Berikut Ini agar Diberi Ketetapan Iman dan Hati

  • Whatsapp

Ketetapan iman dan juga hati seorang manusia menjadi karakter khusus setiap hamba terbaik yang memperoleh petunjuk dari Allah SWT. Dengan ketetapan hati dan iman yang dimiliki seseorang maka, setiap hamba akan menjalani kehidupannya dengan sebaik mungkin. Kesempatan kali ini Naisha akan menguraikan Doa Ketetapan Hati dan Iman.

Di dalam Al-Quran juga telah dijelaskan tentang bagaimana seorang hamba memohon kepada ketetapan iman dan hati kepada Allah. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Ali Imran Ayat 8:

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً ۚاِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ ٨

Rabbanaa Laa tuzigh quluubanaa ba’da idzhadaitanaa wahablanaa min ladunka rahmatan innaka antal wahhaab

Artinya: “(Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.” (Surat Ali Imran Ayat 8)

Dalam kitab tafsir Min Wahyil Quran yang ditulis oleh Muhammad Husain Fadhlullah, dijelaskan bahwa pada ayat tersebut menjelaskan tentang bagaimana doa yang dipanjatkan oleh “war raasikhuuna fil ‘ilmi” orang-orang yang ilmunya mendalam (disebutkan dalam ayat sebeumnya Surat Ali Imran Ayat 7). Yaitu mereka yang masuk dalam golongan orang-orang yang perangainya baik, kemudian berilmu dengan penuh ketawadhuan dan serta berhati-hati dalam mengonsumsi makanan. Kelompok ini juga dalam praktik ibadahnya sangatlah baik dan melebihi umat pada umumnya.

Telah dikisahkan di dalam ayat tersebut yaitu golongan “war raasikhuuna fil ‘ilmi” melantunkan doanya kepada Allah sebagai ungkapan syahdu dalam memohon kepada Allah SWT. Pada ayat ini diawali dengan kata “Rabbanaa” yaitu merupakan salah satu bukti kedekatan seorang hamba dengan Sang Pencipta tentang permohonannya. Lalu pada ayat ini juga terdapat lafadz “Laa tuzigh quluubana” dimaknai sebagai ketersesatan seseorang, didahului oleh subjektivitas yang tersesat yang memulai ketersesatannya itu.

Lafadz “Ba’da idzhadaitanaa” pada ayat ini adalah sebagai membuktikan bahwa setiap orang telah mendapatkan petunjuk bisa saja tergelincir dalam jurang keburukan dan juga tergelincier dalam dosa. Konsistensi dalam meneguhkan hati pun dapat tergoyahkan kembali karena beberapa penyebab seperti kesalahan atau dosa yang manusia lakukan.

Oleh katrenannya, seorang hamba yang memiliki totalitas dalam beribadah kepada Allah SWT akan memohon dengan sungguh-sungguh agar senantiasa diberikan keteguhan hati dan iman. Seperti halnya doa yang telah diriwayatkan oleh Imam Atirmidzi Rasulullah SAW pernah bersabda:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

Yaa muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘alaa diinika

Artinya: ”Wahai (Rabb) yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. Tirmidzi)

Hati seorang manusia dapat diibaratkan sebuah benda yang dikepal di antara dua telapak tangan, yaitu sangat mudah untuk dibolak-balikkan. Oleh karenannya, betapa pentingnya setiap dari kita untuk memohon kekuatan kepada Allah SWT agar dikaruniakan ketetapan hati dan iman dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Kemudian, “Wahablanaa min ladun karahmah” bisa kita maknai sebagai permohonan yang berisi pemberian yang diberikan secara spontan dan cepat (ilmu) dan juga kasih sayang yang paripurna yang Allah SWT berikan. Kemusian, “Innaka antal wahhaab”bisa kita maknai sebagai kebesaran Allah yang memiliki sifat “Al-Wahab” yaitu Sang Maha Pemberi. Allah SWT tentunya telah memberikan banyak karunia kepada hamba-Nya atas dasar kasih sayang dan tentunya tanpa pamrinh.

Maka dari itu, “ar raasikhuuna fil ‘ilmi” ini memohon kepada Allah SWT agar setelah menerima hidayah atau petunjuk, kita tidak kemudian kembali tergelincir kepada keburukan dan lubang kemaksiatan. Lalu, kita diharapkan selalu didekatkan dengan hidayah Allah. Kemudian, kita senantiasa memohon dikaruniakan kasih sayang dari Allah SWT Yang Maha Pemberi.

Dibawah ini juga ada beberapa doa untuk memohon ketetapan hati dan iman yang dapat kita panjatkan.

Doa Ketetapan Iman dan Hati

Berikut ini kumpulan doa ketetapan iman dan hati menurut Islam yang dikutip dari buku Kumpulan Doa Makbul: Berdoa Sesuai dengan Al-qur’an & Assunnah oleh Dra. Neni Nuraeni dan Doa-Doa Menjelang Kiamat oleh Ziyad Syarif.

  1. Doa Mohon Ketetapan Hati danIman Agar Digolongkan Sebagai Saksi Kebenaran

رَبَّنَآ اٰمَنَّا بِمَآ اَنْزَلْتَ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُوْلَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشّٰهِدِيْنَ

Artinya: “Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang Engkau turunkan dan kami telah mengikuti Rasul, karena itu tetapkanlah kami bersama golongan orang yang memberikan kesaksian.” (QS. Ali Imran: 53).

  1. Doa Mohon Ketetapan Hati dan Iman

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً ۚاِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ

Artinya: “(Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.” (QS. Ali Imran: 8).

  1. Doa Mohon Ketetapan Hati dan Iman dalam Islam

۞ رَبِّ قَدْ اٰتَيْتَنِيْ مِنَ الْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِيْ مِنْ تَأْوِيْلِ الْاَحَادِيْثِۚ فَاطِرَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ اَنْتَ وَلِيّٖ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِۚ تَوَفَّنِيْ مُسْلِمًا وَّاَلْحِقْنِيْ بِالصّٰلِحِيْنَ

Artinya: “Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kekuasaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian takwil mimpi. (Wahai Tuhan) pencipta langit dan bumi, Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang yang saleh.” (QS. Yusuf: 101).

  1. Doa Mohon untuk Diberikan Keteguhan Hati

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ، وَأَسْأَلُكَ عَزِيمَةَ الرُّشْدِ

Artinya: “Ya Allah! Aku memohon kepada-Mu keteguhan hati di dalam urusan (agama) ini dan kemauan yang kuat dalam mengikuti kebenaran.” (HR. Imam Thabrani).

  1. Doa Memohon Keteguhan Hati untuk Islam

‎‏اللَّهُمَّ يا مُقَلِّبَ القُلُوبِ ثَبِّتْ قَلبَيْ على دِيْنِكَ،

Artinya: “Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku atas agama-Mu.” (HR. Ahmad).

  1. Doa Ketetapan Hati Agar Tidak Condong Kepada Keburukan dan Kesesatan

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا

Artinya : “Ya Tuhan kami, janganlah engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah engkau beri petunjuk kepada kami.” (HR. Tirmidzi).

 

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *