NaishaMate Kalau Belajar Islam Jangan Setengah-Setengah Yaa !

  • Whatsapp

Dalam mencari  solusi dalam perkara dunia akan baik jika kita memilih jalan tengahnya. Namun untuk dalam belajar agama islam jangan setengah-setengah, sebab akan merugi.

Yang dimaksud jangan belajar islam setengah-setengah adalah agar kita dapat sikap total dalam memenuhi segala perintah dan laranganNya. Dalam mengimplementasikannya juga akan terlihat bila diri senantiasa sadar akan janjinya sebelum diturunkan ke dunia yaitu saat bersyahadat sehingga diri kita dapat bertawakal serta bertaqwa kepada Allah. Maka belajar islam jangan setengah-setengah.

Karena itu perintah Allah untuk hal ini diungkapkan secara berulang agar seseorang itu mau bertaqwa yang sebenar-benarnya dan mati dalam keadaan Islam sebagaimana yang terkandung dalam surat al Baqarah ayat 102 yang artinya:

“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kafir tetapi setan-setan itulah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babilonia yaitu Harut dan Marut. Padahal keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, “Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kafir.” Maka mereka mempelajari dari keduanya (malaikat itu) apa yang (dapat) memisahkan antara seorang (suami) dengan istrinya. Mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang dengan sihirnya kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari sesuatu yang mencelakakan, dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Dan sungguh, mereka sudah tahu, barangsiapa membeli (menggunakan sihir) itu, niscaya tidak akan mendapat keuntungan di akhirat. Dan sungguh, sangatlah buruk perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir, sekiranya mereka tahu”.

Belajar Islam Jangan Setengah-setengah

Apabila dalam perjalann hidup kita telah berusaha untuk bertawakal dan istiqomah, maka maka insyaallah kita akan percaya diri dalam menjalani kehidupan.KH Abdullah Gymnastiar mengatakan bila iman dan tauhid seseorang itu mantap, cerminan dalam jalan hidupnya akan terasa ringan, mudah dan indah.

Apabila dalam hati mulai goyah hal ini sebagai akibat adanya kecenderungan hati kepada sesuatu selain Allah dengan mengedepankan hawa nafsunya. Musuh Allah dalam hal ini setan suka mengganggu manusia agar diri tidak yakin , ragu-ragu dan juga merasa was-was. Karena itu tidak ada ibadah dapat ditegakkan dengan baik jika ada keraguan dalam dirinya.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةً ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu”.

Dalam surat Al baqarah :208 juga dijelaskan agar diri kita jangan mengikuti langkah setan sebagai musuh manusia yang nyata.

Bersandar pada pedoman yang haq

Tawakalnya seorang mukmin adalah karena adanya keyakinan dalam dirinya untuk memperoleh petunjuk dan pedoman yang nyata dalam hal ini dikaruniakan oleh Allah berupa Al Quran dan  Assunah.

“(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri” (An Nahl :89).

Inilah yang kemudian akan menjadi penolong saat ketika kita akan mengarungi safari hidupnya agar selamat ke tujuan. Dalam surat An Nahl ayat 89 juga dihelaskan bahwa keberadaan Al Quran dan Assunah sebagai kabar gembira bagi orang beriman.

Islam juga merupakan agama yang di ridhoi oleh Allah dan telah disempurnakan segala urusan terkait segala petunjuk atau wahyuNya yang diturunkan sejak Nabi Adam As hingga nabi yang terakhir yaitu Nabi Muhammmad SAW. Ini sesuai dengan surat Ali Imran ayat 19 dan Almaidah ayat 3. Berikut ayat-ayatnya:

اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًاۢ بَيْنَهُمْ ۗوَمَنْ يَّكْفُرْ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ فَاِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ

Artinya: “Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya”.

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيْرِ وَمَآ اُهِلَّ لِغَيْرِ اللّٰهِ بِهٖ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوْذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيْحَةُ وَمَآ اَكَلَ السَّبُعُ اِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْۗ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَاَنْ تَسْتَقْسِمُوْا بِالْاَزْلَامِۗ ذٰلِكُمْ فِسْقٌۗ اَلْيَوْمَ يَىِٕسَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ دِيْنِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِۗ اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ فَمَنِ اضْطُرَّ فِيْ مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّاِثْمٍۙ فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Artinya: “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasib dengan azlam (anak panah), (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Tetapi barangsiapa terpaksa karena lapar, bukan karena ingin berbuat dosa, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang”.

Kerugian berislam tidak secara total

Lantas apa yang menjadikan keburukan bagi mereka yang berislam dengan cara yang setengah-setengah?

Barangsiapa yang bersikap setengah-setengah dalam hatinya menganggap dirinya mendapatkan keuntungan ganda, yang dapat mendapatkan keuntungan dunia dan agamanya, padahal telah dijelas bahwa antara keduanya sama sekali tidaklah dapat bercampur antara iman dan kekafiran.

Dijelaskan juga tentang keimanan seseorang dalam surat Annisa 150-151 berikut ini:

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir), Merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan “(Annisa : 150-151).

Kalifah Umar juga mengatakan: “Aku tidak mengkhawatirkan dua orang berikut : Orang yang jelas keimanannya (mukmin) dan orang yang jelas kekafirannya (Kafir). Tetapi aku sangat mengkhawatirkan orang munafik yang bersembunyi di balik iman, padahal dia kafir”

Bersikap ditengah-tengah juga dapat juga dapat diartikan bahwa ia termasuk dalam golongan oranng munafik sebagai posisi yang paling tidak jelas dan lebih jelek dari kafir. Dalam surat albaqarah ayat 8-20 telah dijelaskan tentang ciri orang munafik yaitu mereka tuli, bisu dan buta, dihatinya selalu ada penyakit, suka berdusta dan memiliki berbagai tipudaya, suka membeli kesesatan dengan petunjuk, suka menyeru kebajikan, namun nyatanya kemudian suka berbuat kerusakan, suka mengolok-ngolok keimanan, dan suka mencampuradukkan sesuatu yang hak dengan yang batil.

Dari uraian di atas, orang munafik lebih ditakuti, karena dapat membahayakan dirinya dan juga umat Islam itu sendiri. Oleh karena itu belajarlah islam secara keseluruhan dan jangan setengah-setengah agar semuanya menjadi baik dan diridhoi Allah.

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *