Yuk Simak Larangan Sifat Tamak Agar Tidak Terjebak dalam Kedzoliman!

  • Whatsapp

Tamak merupakan kecintaan seorang individu yang terlalu berlebihan terhadap dunia tanpa memperhatikan hukum haram yang mengakibatkan ia memperoleh dosa besar. Perlu kita ketahui bahwa larangan sifat tamak telah dibahas di dalam Al-Quran dan juga berbagai hadist Rasulullah.

Dalam Bahasa Arab tamak memiliki arti serakah, ini merupakan suatu sikap di mana seseorang selalu ingin memperoleh sesuatu yang banyak untuk diri sendiri. Orang tamak biasanya mengharap pemberian dari orang lain, namun dia sendiri pelit dan bakhil terhadap orang lain. Orang yang memiliki sifat tamak ingin mengumpulkan harta duniawi sebanyak-banyaknya anpa memperhatikan bagaimana cara dia memperoleh harta tersebut.
Orang yang tamak selalu merasa kurang atas segala harta yang telah dimilikinya dan ia cenderung tidak bisa bersyukur atas segala nikmat yang telah Alllah SWT berikan. Pada hakikatnya, bersyukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala bisa kita lakukan dengan cara menafkahkan harta kepada orang lain dan juga kepada diri sendiri.

Kata tamak berasal dari bahasa arab Al-Hirshu atau Ath-Thama’u iaitu suatu sikap diri seseorang yang tidak pernah bisa merasa cukup, sehingga selalu menginginkan sesuatu yang lebih namun tanpa memperhatikan hak-hak orang lain. Sifat tamak adalah  kebalikan dari rasa cukup (Al-Qonaa’ah) dan sifat tamak merupakan salah satu akhlak buruk terhadap Allah.

Tamak juga termasuk ke dalam salah satu penyakit hati yang tidak istiqamah kepada berbagai anugeraj yang telah Allah berikan. Mereka yang memiliki sifat tamak biasnya memiliki jiwa yang gelisah, ketika hendak melakukan sesuatu.

Dari uraian di atas dapat kita pahami bersama, bahawa tamak adalah sikap rakus terhadap hal-hal yang bersifat kebendaan tanpa memperhatikan mana yang halal dan mana sesuatu yang haram. Sifat tamak juga salah satu pemicu timbulnya rasa dengki, iri dan perasaan buruk lainnya, yang kemudian dapat mengakibatkan manusia lupa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, dan juga manusia menjadi lalai akan kehidupan akhirat serta menjauhi kewajiban agama.

Sifat Orang Tamak
Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْ أَنَّ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَادِيَانِ ، وَلَنْ يَمْلأَ فَاهُ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ

Seandainya seorang anak Adam memiliki satu lembah emas, tentu ia menginginkan dua lembah lainnya, dan sama sekai tidak akan memenuhi mulutnya (merasa puas) selain tanah (yaitu setelah mati) dan Allah menerima taubat orang-orang yang bertaubat.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 6439 dan Muslim no. 1048).

Dalam lafazh lain disebutkan,

عَنْ عَبَّاسِ بْنِ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ الزُّبَيْرِ عَلَى الْمِنْبَرِ بِمَكَّةَ فِى خُطْبَتِهِ يَقُولُ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَقُولُ « لَوْ أَنَّ ابْنَ آدَمَ أُعْطِىَ وَادِيًا مَلأً مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ إِلَيْهِ ثَانِيًا ، وَلَوْ أُعْطِىَ ثَانِيًا أَحَبَّ إِلَيْهِ ثَالِثًا ، وَلاَ يَسُدُّ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ

Dari Ibnu ‘Abbas bin Sahl bin Sa’ad, ia berkata bahwa ia pernah mendengar Ibnu Az Zubair berkata di Makkah  saat berada di atas mimbar saat khutbah, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Seandainya manusia diberi satu lembah penuh dengan emas, ia tentu ingin lagi yang kedua. Jika ia diberi yang kedua, ia ingin lagi yang ketiga. Tidak ada yang bisa menghalangi isi perutnya selain tanah. Dan Allah Maha Menerima taubat siapa saja yang mau bertaubat.” (HR. Bukhari no. 6438).

Larangan Sifat Tamak

Berikut ini adalah beberapa dalil tentang larangan sifat tamak. Yuk simak ulasan lengkapnya.
Dalam Al-Qur’an, telah banyak membahas mengenai rakus atau tamak, salah satunya pada surah Al-Baqarah ayat 96 yaitu :

وَلَتَجِدَنَّهُمْ اَحْرَصَ النَّاسِ عَلٰى حَيٰوةٍ ۛوَمِنَ الَّذِيْنَ اَشْرَكُوْا ۛيَوَدُّ اَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ اَلْفَ سَنَةٍۚ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهٖ مِنَ الْعَذَابِ اَنْ يُّعَمَّرَۗ وَاللّٰهُ بَصِيْرٌۢ بِمَا يَعْمَلُوْنَ ࣖ

Artinya: “Dan sungguh, engkau (Muhammad) akan mendapati mereka (orang-orang Yahudi), manusia yang paling tamak akan kehidupan (dunia), bahkan (lebih tamak) dari orang-orang musyrik. Masing-masing dari mereka, ingin diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu tidak akan menjauhkan mereka dari azab. Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan”.

Dalam surah Al-Muddatsir ayat 15 juga dijelaskan tentang tamak (serakah) yaitu : Artinya : “Kemudian dia ingin sekali supaya aku menambahnya. ”

Sifat tamak akan membuat manusia pada kehinaan hakiki. Sifat tamak tersebut sejatinya akan merusak dirinya dan hubungannnya dengan Allah. Ketamakan manusia kepada harta dan kepemimpinan akan membawa manusia kepada kedzaliman. Berikut ini terdapat hadist Rasulullah yang perlu kita renungkan:

رَوَي التِّرْمِذِيُّ عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ الأَنْصَارِيِّ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلاَ فِي غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِينِ

Al-Tirmidzi meriwayatkan dari Ka’ab ibn Malik al-Anshari radhiallahu anhu, beliau berkata: Rasulallah shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda, “Tidaklah dua ekor srigala yang lapar dikirimkan pada seekor kambing itu lebih berbahaya daripada tamaknya seseorang pada harta dan kedudukan dalam membahayakan agamanya.” (HR. al-Tirmidzi)

Imam Ibnu Rajab al-Hambali juga telah menjelaskan bahwa ini merupakan suatu permisalan yang agung yang diumpamakan oleh Rasulallah shallallahu alaihi wasallam bagi kerusakan agama seorang muslim akibat sikap rakus manusia terhadap harta dan kedudukan dunia dan dijelaskan juga bahwa kerusakannya tidak lebih berat dari rusaknya kambing yang dimangsa oleh dua ekor serigala lapar.

Rasulullah Sallallahu ‘alaih wa sallam juga pernah bersabda:
“Hendaklah kamu berputus asa dari segala apa yang ada pada tangan orang lain, dan jauhilah tamak karena sesungguhnya tamak adalah suatu kefakiran yang nyata. ” (HR. Bukhari).

Allah SWT juga telah mengingatkan kita tentang larangan sifat tamak, hal ini tertuang dalam t QS At-Taghabun ayat 15:

إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۚ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Artinya: “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar”
Dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu , ia mendengar Rasûlullâh bersabda :

مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ ، فَرَّقَ اللهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ِ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ ، وَمَنْ كَانَتِ الْآخِرَةُ نِيَّـتَهُ ، جَمَعَ اللهُ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ غِنَاهُ فِيْ قَلْبِهِ ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ.

Artinya: “Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allâh akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allâh akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina. ”

Dari pemaparan di atas dapat kita simpulkan bahwa Allah membenci sifat tamak dan rasulullahpun juga telah memperingatkan kita dalam hadis-hadistnya. Janganlah terlalu mengejar dunia secara berlebihan karana itu justru akan mnjerumuskan kita pada lubang kedzaliman.
Ciri-ciri orang tamak:

1. Terlalu mencintai harta yang dimiliki.

2. Terlalu bersemangat dalam mencari harta sampai lupa dengan sekitarnya

3. Terlalu hemat dalam membelanjakan harta

4. Merasa berat untuk mengeluarkan hartauntuk kepentingan agama dan lainnya

5. Semua perbuatanya dihitung

6. Tidak memikirkan akhirat

7. Cinta dunia berlebihan

8. Bodoh dalam bermasyarakat, karena terlalu mementingkan kepentingan sendiri

9. Tidak mengimani qadha dan qadar Allah atas takdir yang menimpa dirinya.

10. Selalu ingin menjadi yang terdepan

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *