Doa Agar Diberikan Hati Ikhlas dan Hidup dalam Kebahagiaan

  • Whatsapp

Ikhlas merupakan salah satu syarat diterimanya amalan-amalan yang telah kita lakukan. Apalah artinya amal shaleh yang banyak jika di dalamnya tidak ada keikhlasan ketika mengamaklannya. Disinilah ikhlas dapat menjadi penentu nilai amal kita.  Orang yang beramal demi akhirat tidak sama dengan orang yang beramal sekadar untuk duniawi saja. Berikut akan Naisha bahas mengenai doa hati ikhlas dan juga doa agar menjadi bahagia dalam menjalani hidup ini.

Ketika seseorang beramal demi dunia, maka ia tidak akan mendapatkan imbalan untuk akhirat nanti. Ia hanya mungkin mendapatkan dunia, atau justru tidak mendapatkan balasan sama sekali. Namun ketika seseorang berniat beramal untuk akhirat, maka ia akan mendapatkan bagian akhirat (pahala), dan Allah juga Maha Adil dan Maha Pemurah sehingga akan memberikan ganjaran di dunia juga. Sehingga ia mendapatkan imbalan dunia dan akhirat sekaligus.

Doa Hati Ikhlas

Di antara yang dapat menolong kita untuk bisa menemukan keikhlasan dalam diri adalah dengan banyak berdoa kepada Allah. Lihatlah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, di antara doa yang sering beliau memanjatkan doa:

« اَللّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ »

Allahumma inni a’udzubika an usryrika bika wa ana a’lam wa astaghfiruka lima la a’lam

“Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan-Mu sementara aku mengetahuinya, dan akupun memohon ampun terhadap perbuatan syirik yang tidak aku ketahui.” (HR.Ahmad)

Doa Hati Ikhlas

Doa tersebut diharapkan dapat membantu kita agar bisa menjadi hamba Allah yang memiliki nilai ikhlas dalam hidupnya. Ikhlas sangatlah bermanfaat pada diterimanya sebuah amalan atau tidak. Ibnu Qayyim rahimahullah mengibaratkan ikhlas bagaikan ruh atau nyawa. Sedangkan jasadnya adalah segala amal kebaikan yang telah kita lakukan.

Maka dapat kita bayangkan seperti apa keadaan jasad tanpa nyawa. Selain itu ikhlas juga bentuk kemurnian ketaatan kita kepada Allah dan bisa membantu untuk menahan dahsyatnya godaan setan yang selalu menggoda hati dan juga ketetapan iman kita sebagai manusia. Disinilah ikhlas juga masuk pada salah satu strategi penting untuk membentengi diri kita.

Doa Hati Ikhlas

Banyak orang yang ingin bisa memiliki pribadi yang ikhlas, namun sedikit  yang bisa menempuh jalannya dandan benar-benar mendapatkan keikhlasan dalam dirinya. Setidaknya, doa di atas dapat kita jadikan salah satu usaha kita untuk menjemput harapan dan menjadikan diri kita ikhlas dalam melakukan sesuatu. Menjadi orang yang ikhlas bukan berarti tidak memiliki kepandaian. Melainkan ikhlas itu sebenarnya adalah salah satu cara cerdas untuk mendapatkan pertolongan Allah. Dalam hadis Nabi disebutkan:

إِنَّمَا يَنْصُرُ اللَّهُ هَذِهِ الْأُمَّةَ بِضَعِيفِهَا بِدَعْوَتِهِمْ وَصَلَاتِهِمْ وَإِخْلَاصِهِمْ

Allah akan menolong umat ini karena sebab orang miskin, karena do’a orang miskin tersebut, karena shalat mereka dan karena keikhlasan mereka dalam beramal’’ (HR Nasa’i).

Ikhlas juga salah satu jalan menuju kebahagian. Lantas bagaimanakah agar kita juga lebih bahagia selain dengan berusaha ikhlas dalam menjalani hidup?

Belakangan kita melihat fenomena di mana banyak orang yang merasa kebingungan mengenai jalan yang harus ditempuh untuk menuju jalan kebahagiaan. Bagi seorang mukmin jalan kebahagiaan sebenarnya telah diajarkan dan juga dicontohkan oleh paara Nabi dan Rasul. Selain itu dalam Al-Quran dan hadist juga telah banyak diajarkan bagaimana agar kita dapat hidup bahagia.

Terdapat berbagai keterangan dalam firman-firman Allah yang memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman, bahwasanya mereka telah berada di jalan yang benar dan tepat Allah SWT telah berfirman:

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَتَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَالِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Dan bahwa (yang kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalannya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.” (QS. Al An’aam: 153)

Doa Hati Ikhlas ; Agar Hidup Bahagia

Apabila muncul pertanyaan dalam benak kita lantah bagaimanakah yang dirasakan bagi orang-orang yang bahagia dan orang-orang yang celaka ? Maka jawaban dari pertanyaan tersebut telah Allah jelaskan dalam firmannya berikut ini:

فَأَمَّا الَّذِينَ شَقُوا فَفِي النَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ خَالِدِينَ فِيهَا مَادَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَاْلأَرْضُ إِلاَّمَاشَآءَ رَبُّكَ إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيدُ وَأَمَّا الَّذِينَ سُعِدُوا فَفِي الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا مَادَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَاْلأَرْضُ إِلاَّ مَاشَآءَ رَبُّكَ عَطَآءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ

Artinya: “Adapun orang-orang yang celaka, Maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih), Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang dia kehendaki. Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya.” (QS. Hud: 106-108)

Kemudian apabila seorang muslim bertanya mengenai bagaimanakah cara untuk menjadi orang yang berbahagia, maka Allah SWT juga telah memberikan jawabannya dengan firman-Nya,

ٌّفَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلاَ يَضِلُّ وَلاَيَشْقَى وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

Artinya: “Barang siapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thoha: 123-124)

Agar Hidup Bahagia dalam Ridho-Nya

Dalam ayat lain Allah SWT juga telah berfirman,

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَاكَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya? “Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97)

Kebahagiaan seorang mukmin akan semakin bertambah jika ia berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan juga semakin ikhlas dalam hidup serta mengikuti segala petunjuk-Nya. Kebahagiaan seorang mukmin semakin berkurang jika hal-hal tersebut diabaikannya.

Agar Hidup Bahagia dalam Islam

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sungguh menakjubkan keadaan orang-orang yang beriman. Sesungguhnya seluruh keadaan orang yang beriman hanya akan mendatangkan kebaikan untuk dirinya. Demikian itu tidak pernah terjadi kecuali untuk orang-orang yang beriman. Jika dia mendapatkan kesenangan maka dia akan bersyukur dan hal tersebut merupakan kebaikan untuknya. Namun jika dia merasakan kesusahan maka dia akan bersabar dan hal tersebut merupakan kebaikan untuk dirinya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)

Inilah yang dapat kita sebut dengan puncak dari kebahagiaan bagi seorang mukmin. Kebahagiaan sejatinya merupakan hal yang abstrak, tidak bisa kita lihat dengan mata, tidak bisa diukur dan tidak bisa disentuh. Kebahagiaan adalah sesuatu yang dirasakan oleh seorang manusia dengan hati yang tulus. Hati yang tenang, menjadikan diri manusia yang lapang dada dan jiwa yang tidak dirundung malang, itulah bagian dari kebahagiaan.

 

Pendaftaran Reseller Naisha


Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *