Semua Manusia yang Ada di Dunia ini Pasti Pernah Kehilangan

  • Whatsapp

Manusia hidup di dunia ini silih berganti, akan ada masanya seseorang atau apapun yang ada disamping kita akan kembali lagi pada Allah. Karena sesungguhnya Allah yang maha memiliki segalanya sedang manusia tidak.

            Di tahun 2020 ini rasanya kita semua banyak sekali dihadapkan dengan kehilangan, baik kehilangan waktu yang sebenarnya bisa dihabiskan untuk lebih produktif, lalu kehilangan orang terkasih karena harus menghadap Allah maupun pergi untuk mencari hal yang lain,  lalu ada beberapa yang kehilangan mata pencarian, lalu ada  yang merasa kehilangan banyak hal lagi.

            Pernah enggaksih berpikir bahwa semuanya yang kita genggam saat ini, baik manusia, jabatan, ataupun sebuah kedudukan merupakan titipan dan semua akan kembali pada Allah?

            Jika berbicara mengenai kehilangan rasanya berat sekali, terlebih manusia di dunia ini tidak pernah ingin merasa kehilangan apa yang sudah dimilikinya, namun perlu untuk diketahui bahwa semua yang ada di dunia ini akan memiliki masanya sendiri.

            Manusia hidup layaknya sebatang pohon dengan dedaunan dan buah-buahan yang menggantung di atasnya. Konsep hidup manusia sejak awal adalah akan menjaga apa yang dimilikinya, sama halnya dengan sebatang pohon, yang mana memiliki daun lebat dan buah yang banyak suatu ketika pasti akan mengalami daun yang gugur dan buah yang mulai berjatuhan.

            Analoginya, dedauanan dan buah adalah hal-hal yang kita miliki, dan suatu saat pasti jika sudah mengering ataupun tertiup oleh embusan angin maka akan gugur juga. Hal inilah yang membuat manusia harus siap kehilangan apa yang dimilikinya sekarang, semua yang ada di hadapan kita semua, adalah milik Allah, dan kapan saja Allah bisa mengambilnya kembali.

            Namun, rasa sedih

            rasa kecewa

            rasa gundah

            rasa marah

            Perasaan yang selalu bergelayut dalam diri manusia ketika merasakan sebuah kehilangan. Tidak apa-apa, manusia pada dasarnya wajar memiliki emosi demikian ketika merasakan kehilangan.

            Namun, perasaan emosi tersebut bisa untuk lebih diredam dan kembali pada konsep awal bahwa,

            “Apa yang ada dihadapan kita sekarang, adalah milik Allah. Allah bisa mengambilnya kapanpun, di antara siap dan tidak siapnya manusia.”

            Jika kita memahami bahwa semua yang kita miliki adalah milik Allah, maka sudah semestinya sebagai manusia tidak untuk terlalu berharap. Pasrahkan saja semua pada Allah, baik yang kita miliki sekarang maupun nanti. Serahkan segalanya agar hati selalu tenang setiap hari dan tidak akan merasakan was-was diri.

            Percayalah, ketika sedang memiliki sesuatu lantas selalu ingat bahwa apa yang dimiliki akan kembali lagi pada Allah, maka sebagai manusia tak lagi untuk terlalu menggantungkan harapan pada apa yang dimilikinya saat ini.

            Kehilangan merupakan proses pembelajaran panjang, belajarnya tak sebentar dan seumur hidup, karena memang setiap manusia hidup selalu dihadapkan dengan kehilangan-kehilangan yang tak akan terduga bagaimana cara Allah yang akan mengambilnya.

            Tenang…. Allah punya rencana terbaik yang manusia tidak akan pernah sampai untuk memikirkannya.

            Allah punya rencana dalam setiap kehilangan yang manusia rasakan. Allah yang akan selalu  menjamin bahwa akan memberikan rencana yang jauh lebih baik bagi kita semua.

            Modalnya apa? Percaya!

            Percaya, percaya, dan percayalah maka hatimu akan jauh lebih tenang.

            Percayalah, bisa jadi apa yang ada di hadapan kita saat ini bukanlah sesuatu yang baik, kemudian Allah mengambilnya dan akan menukarnya dengan yang terbaik menurut versi Allah. Ingat, Allah maha mengetahui apa yang baik untuk hamba-Nya.

            Maka jadikanlah sebuah ikhlas dan hati yang lapang untuk menerima segala kehilangan, takkan pernah ada hal yang diambil  dari sisi manusia melainkan Allah akan menukarnya dan menjadikannya sebuah pembelajaran yang terbaik agar manusia selalu berusaha terus mendekat pada-Nya.

Tenang, jangan sedih.. Jalan masih panjang, ada Allah yang amat dekat dengan kita.

Tenang… Percayalah pada rencana Allah bahwa semua akan baik-baik saja.

Wajar, kehilangan itu wajar kok. Semua orang pernah mengalaminya. Jangan terlalu sedih ya.. Allah sangat dekat dengan kita. Allah akan berikan yang terbaik di tengah rasa kehilangan yang dirasakan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *